Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Kader PMII dan Pembina GUSDURian Ternate).

Fenomena alam harus dikaji secara mendalam karena memiliki asbab (akibat) dari terjadinya sesuatu, konstruksi makna menggunakan pendekatan hermeneutika memiliki banyak perspektif. Pertama, Ada yang menilai bahwa bencana alam adalah sebuah realitas yang alami dan merupakan hukum alam. Kedua, ada juga yang berpandangan bahwa tidak semua kejadian alam (bencana alam) itu ketentuan Tuhan, tapi ada keterlibatan manusia sebagai indikaor terjadinya gerak materi secara dialektis. Pandangan yang kedua inilah penulis pakai sebagai sebuah kacamata dalam melihat bencana alam.

Kejadian bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh harus menjadi perhatian serius bagi pemerinta pusat juga daerah bahwa menjaga alam merupakan sebuah keharusan untuk kestabilan serta keberlangsungan kehidupan rakyat indonesia. Banjir dan longsor yang memakan banyak korban jiwa itu tidak bisa hanya dilihat menggunakan pandangan yang menganggap itu akibat hujan deras atau curah hujan tinggi, tapi kejadian alam di beberapa daerah tersebut akibat dari penggundulan hutan dan proses eksploitasi oleh indutri yang tidak mempertimbangkan potensi kerusakan alam serta hak hidup rakyat.

Dalam kitab suci al-qur’an juga ditekankan agar tidak melakukan kerusakan alam yang telah diberikan oleh allah sebagai rahmat kepada manusia. “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan” QS Al-A’raf Ayat 56. “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar” QS Ar-Rum Ayat 41. Islam memandang alam sebagai “rahmat” yang harus disyukuri oleh umat manusia, bukan “rampas” dan “rampok” atas kerakusan sebagian umat manusia. seruan ayat diatas memerintahkan manusia agar tidak melakukan kerusakan lingkungan (alam) demi kemaslahatan bersama.

Manusia memiliki ketergantungan pada alam untuk bertahan dan melanjutkan hidup, alam memberi kehidupan pada manusia tidak meminta imbalan, tapi hak makhluk hidup seperti pepohonan yang memproduksi oksigen, menyimpan karbon, penyaring udara, mengelola air dan makhluk hidup lainnya yang berupaya mengstabilisasi alam perlu dilihat sebagai rahmatan lil alamin. Menjaga dan merawat lingkungan adalah wajib hukumya, serupa yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asy’ari “Hubbul Wathan Minal Iman” mencintai tanah air sebagian dari iman.

Kata kata itu harus ditafsirkan sesuai dengan kontaks hari ini, bahwa seruan yang diucapkan oleh pendiri nahdlatul ulama diatas merupakan senjata perlawanan agar alam dan seluruh sumber penghidupan bangsa Indonesia tidak dirampas dan dirusaki oleh kekuatan imperialisme. Kalimat mencintai tanah air harus dimaknai dengan menjaga lingkungan dari keserakahan kekuatan indutri kapitalistik yang menguntungkan borjuis-kapitalis lokal, nasional dan internasional yang sistem kerjanya sama dengan imperialisme atau bisa disebut sebagai neoimperialisme. Skem penjajahan gaya baru dengan model sistem kapitalistik tidak bisa dibenarkan menggunakan logika ekonomi neoliberalisme-imperialisme yang menghancurkan tatanan dunia, kaya semakin kaya dan yang miskin akan mati dengan kemiskinan.

Alam semesta dengan seluruh kekayaan dilaut dan didarat bisa memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia jika dikelola dengan baik, hal serupa dikatan juga oleh mahatma gandhi “bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang. Keserakahan manusia bisa dilihat dari perpektif ekonomi-politik kapitalistik yang menguntungkan borjuis dan menindas rakyat kecil, buruh, tani, kaum miskin kota, merusak lingkungan serta pelanggaran HAM. Kenapa demikin.? Karena sistem kapitalisme bersifat eksplorasi, eksploitasi dan akumulasi modal.

eksplorasi, eksploitasi dan akumulasi merupakan watak sistem kalitalisme yang tidak memandang berapa banyak hutan yang dihabisi, seberapa besar tanah yang dihisap sehingga mengalami kerusakan ekosistem alam dan tidak memandang pertimbangan moral atas penghisapan tenaga manusia demi mendapatkan berlipat ganda keuntungan (akumulasi modal).

sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi “barang siapa yang mengambil satu jengkal tanah yang bukan miliknya, maka akan dihimpit tujuh lapis bumi di hari kiamat” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini dengan tegas melarang aktifitas yang bersifat kapitalistik, karena sistem kapitalisme sama halnya dengan kolonialisme model baru, yakni memiliki corak sistem kerja menindas, merampas hak hidup rakyat dan merusak lingkungan.

“persahabatan merupakan kesucian yang harus dijaga oleh anak semua bangsa, demi keutuhan bumi manusia agar tidak hilang dalam jejak langkah” Risman Lutfi.

  • Penulis: Risman Lutfi
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen: tidak bisa disuap, tidak bisa dinegosiasi, dan tidak menerima “opini titipan”. Ia hadir untuk memeriksa sesuatu yang sering luput dari laporan keuangan yakni neraca hati. Kalau dalam akuntansi kita mengenal aset, liabilitas, dan ekuitas, maka dalam puasa kita mengenal sabar sebagai aset, nafsu sebagai liabilitas, dan takwa sebagai ekuitas […]

  • Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Gorontalo membeberkan capaian penegakan hukum terhadap peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, minuman keras, serta kosmetik tanpa izin edar sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Selama periode tersebut, Sat Resnarkoba Polres Gorontalo melakukan serangkaian penindakan melalui penyelidikan intensif, tindak lanjut laporan masyarakat, serta operasi rutin di sejumlah titik rawan […]

  • Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Kenaikan Energi

    Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Kenaikan Energi

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah tekanan global, terutama kenaikan harga energi. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/03/2026). Dalam keterangannya, Airlangga menyebut Presiden menekankan pentingnya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali […]

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 Hijriah secara hisab belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Dengan kondisi tersebut, Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini disampaikan Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep […]

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

expand_less