Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Kader PMII dan Pembina GUSDURian Ternate).

Fenomena alam harus dikaji secara mendalam karena memiliki asbab (akibat) dari terjadinya sesuatu, konstruksi makna menggunakan pendekatan hermeneutika memiliki banyak perspektif. Pertama, Ada yang menilai bahwa bencana alam adalah sebuah realitas yang alami dan merupakan hukum alam. Kedua, ada juga yang berpandangan bahwa tidak semua kejadian alam (bencana alam) itu ketentuan Tuhan, tapi ada keterlibatan manusia sebagai indikaor terjadinya gerak materi secara dialektis. Pandangan yang kedua inilah penulis pakai sebagai sebuah kacamata dalam melihat bencana alam.

Kejadian bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh harus menjadi perhatian serius bagi pemerinta pusat juga daerah bahwa menjaga alam merupakan sebuah keharusan untuk kestabilan serta keberlangsungan kehidupan rakyat indonesia. Banjir dan longsor yang memakan banyak korban jiwa itu tidak bisa hanya dilihat menggunakan pandangan yang menganggap itu akibat hujan deras atau curah hujan tinggi, tapi kejadian alam di beberapa daerah tersebut akibat dari penggundulan hutan dan proses eksploitasi oleh indutri yang tidak mempertimbangkan potensi kerusakan alam serta hak hidup rakyat.

Dalam kitab suci al-qur’an juga ditekankan agar tidak melakukan kerusakan alam yang telah diberikan oleh allah sebagai rahmat kepada manusia. “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan” QS Al-A’raf Ayat 56. “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar” QS Ar-Rum Ayat 41. Islam memandang alam sebagai “rahmat” yang harus disyukuri oleh umat manusia, bukan “rampas” dan “rampok” atas kerakusan sebagian umat manusia. seruan ayat diatas memerintahkan manusia agar tidak melakukan kerusakan lingkungan (alam) demi kemaslahatan bersama.

Manusia memiliki ketergantungan pada alam untuk bertahan dan melanjutkan hidup, alam memberi kehidupan pada manusia tidak meminta imbalan, tapi hak makhluk hidup seperti pepohonan yang memproduksi oksigen, menyimpan karbon, penyaring udara, mengelola air dan makhluk hidup lainnya yang berupaya mengstabilisasi alam perlu dilihat sebagai rahmatan lil alamin. Menjaga dan merawat lingkungan adalah wajib hukumya, serupa yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asy’ari “Hubbul Wathan Minal Iman” mencintai tanah air sebagian dari iman.

Kata kata itu harus ditafsirkan sesuai dengan kontaks hari ini, bahwa seruan yang diucapkan oleh pendiri nahdlatul ulama diatas merupakan senjata perlawanan agar alam dan seluruh sumber penghidupan bangsa Indonesia tidak dirampas dan dirusaki oleh kekuatan imperialisme. Kalimat mencintai tanah air harus dimaknai dengan menjaga lingkungan dari keserakahan kekuatan indutri kapitalistik yang menguntungkan borjuis-kapitalis lokal, nasional dan internasional yang sistem kerjanya sama dengan imperialisme atau bisa disebut sebagai neoimperialisme. Skem penjajahan gaya baru dengan model sistem kapitalistik tidak bisa dibenarkan menggunakan logika ekonomi neoliberalisme-imperialisme yang menghancurkan tatanan dunia, kaya semakin kaya dan yang miskin akan mati dengan kemiskinan.

Alam semesta dengan seluruh kekayaan dilaut dan didarat bisa memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia jika dikelola dengan baik, hal serupa dikatan juga oleh mahatma gandhi “bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang. Keserakahan manusia bisa dilihat dari perpektif ekonomi-politik kapitalistik yang menguntungkan borjuis dan menindas rakyat kecil, buruh, tani, kaum miskin kota, merusak lingkungan serta pelanggaran HAM. Kenapa demikin.? Karena sistem kapitalisme bersifat eksplorasi, eksploitasi dan akumulasi modal.

eksplorasi, eksploitasi dan akumulasi merupakan watak sistem kalitalisme yang tidak memandang berapa banyak hutan yang dihabisi, seberapa besar tanah yang dihisap sehingga mengalami kerusakan ekosistem alam dan tidak memandang pertimbangan moral atas penghisapan tenaga manusia demi mendapatkan berlipat ganda keuntungan (akumulasi modal).

sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi “barang siapa yang mengambil satu jengkal tanah yang bukan miliknya, maka akan dihimpit tujuh lapis bumi di hari kiamat” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini dengan tegas melarang aktifitas yang bersifat kapitalistik, karena sistem kapitalisme sama halnya dengan kolonialisme model baru, yakni memiliki corak sistem kerja menindas, merampas hak hidup rakyat dan merusak lingkungan.

“persahabatan merupakan kesucian yang harus dijaga oleh anak semua bangsa, demi keutuhan bumi manusia agar tidak hilang dalam jejak langkah” Risman Lutfi.

  • Penulis: Risman Lutfi
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses pemadaman kebakaran rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sempat mengalami kendala. Mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Gorontalo dilaporkan kesulitan menuju titik api karena akses jalan dipenuhi kendaraan milik warga. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria yang berada di kawasan kompleks Asrama […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jakarta and Singapore exemplify urban centers at the forefront of climate change adaptation. Rising sea levels, increased rainfall, and rapid urbanization are reshaping urban operations across Southeast Asia. In response, governments are advancing the concept of the “smart city,” emphasizing data-driven governance, predictive systems, and digital infrastructure to enhance urban safety and resilience. Despite technological […]

  • Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Gorontalo, Bakukabar  — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya peran desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pemerintahan dalam sambutannya pada penyerahan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q, Senin (30/6/2025). Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, sejumlah kepala OPD terkait, camat, kepala desa dan lurah, serta […]

  • Polemik Julukan “Raja RJ”, Ini Respons Kasat Narkoba Bulukumba

    Polemik Julukan “Raja RJ”, Ini Respons Kasat Narkoba Bulukumba

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BULUKUMBA — Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Salehuddin, S.H.,M.H memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di salah satu media online yang menyoroti dirinya dengan julukan “Raja RJ” serta menyebut adanya puluhan kasus narkotika yang dihentikan saat dirinya bertugas di Polres Maros. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa sepanjang Agustus hingga Desember 2025, AKP Salehuddin menangani 41 kasus […]

  • Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan Play Button

    Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 222
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah. Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said […]

  • Dorong Zakat di Bidang Pertanian, BAZNAS Bantu Petani Binaan PWNU Gorontalo

    Dorong Zakat di Bidang Pertanian, BAZNAS Bantu Petani Binaan PWNU Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 220
    • 0Komentar

      Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo (PWNU) menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Gorontalo di bidang Zakat Pertanian. Mengingat potensi zakat di Indonesia tahun 2024 diperkirakan Rp41 triliyun. Kerjasama tersebut ditandai penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kejasama (PKS) kedua belah pihak, Rabu (18/12/2024), bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Gorontalo, Jalan HB. […]

expand_less