Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

  • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Viral dan sangat viral……ungkapan “Bagaimana Staw, Bagaimana Staw,” yang diucapkan oleh Kesya kepada temannya saat live TikTok dapat dianalisis secara semiotika untuk memahami makna dan implikasi yang terkandung di dalamnya. Saya mengamati dan menonton sampai habis video tersebut yang tidak hanya viral di TikTok tapi juga di Facebook.

Saya mencoba memahami ungkapan “Bagaimana staw” tersebut sebagai tanda yang penuh makna. Ungkapan “Bagaimana Staw” berfungsi sebagai ekspresi keheranan atau kebingungan.

“Bagaimana” menunjukkan pertanyaan yang mendalam tentang suatu fenomena, sedangkan “Staw” menambahkan nuansa informal dan akrab, yang mencerminkan gaya bahasa anak muda.

Dalam konteks ini, Kesya menciptakan kedekatan dengan audiens, menggugah rasa ingin tahu, dan menciptakan suasana yang lebih santai, meskipun topik yang dibahas cukup serius.

Konteks viral dari pernyataan ini menunjukkan bagaimana media sosial menjadi sarana untuk mendiskusikan isu-isu penting. Ketika Kesya mengaitkan ungkapan ini dengan P3K sebagai giveaway (tapi apakah benar itu bersifat giveaway), terdapat implikasi bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda.

Bagi saya ada nuansa kritik yang tersirat, di mana keseriusan sebuah program yang seharusnya berfokus pada pengembangan SDM dan pelayanan publik diperlakukan seakan-akan hanya sebagai tawaran menarik.

Secara semiotika ungkapan “bagaimana staw” ini mencerminkan ironi di mana program yang seharusnya serius dan berfokus pada peningkatan kualitas pegawai pemerintah disajikan dalam bentuk giveaway. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan dan praktik yang dilakukan.

Hal ini bisa ditafsirkan sebagai kritik terhadap cara pemerintah dalam menyampaikan program-program penting, yang dinilai kurang efektif dan terkesan superficial.

Dari perspektif komunikasi, penggunaan ungkapan “bagaimana staw” ini oleh Kesya memperlihatkan bagaimana bahasa dan tanda-tanda dapat membangun koneksi emosional dengan audiens.

Dengan mengadopsi gaya bahasa yang akrab dan santai, Kesya berhasil menarik perhatian banyak orang, membawa isu P3K ke dalam diskusi publik yang lebih luas.

Ini menunjukkan bahwa cara penyampaian informasi dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Dalam analisis semiotika, ungkapan “Bagaimana Staw” oleh Kesya bukan hanya sekadar kalimat, melainkan refleksi dari dinamika antara bahasa, budaya, dan pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik.

Ungkapan ini menjadi lebih dari sekadar fenomena viral, tapi mencerminkan tantangan dan peluang dalam komunikasi publik di era digital.

Penulis : Dr. Samsi Pomalingo, MA(Akademisi di Universitas Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Samsi Pomalingo, MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis kader dan alumni dalam menjawab tantangan kebangsaan. Ketua Panitia, Basnang Said, yang […]

  • KH. Muhyidin Zeni Jelaskan Sejarah dan Dalil Salat Tarawih dalam Perspektif Ahlussunnah Play Button

    KH. Muhyidin Zeni Jelaskan Sejarah dan Dalil Salat Tarawih dalam Perspektif Ahlussunnah

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 377
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ramadan selalu menghadirkan suasana yang khas: masjid-masjid kembali penuh, lantunan ayat suci terdengar lebih panjang dari biasanya, dan umat Islam berbondong-bondong menunaikan salat Tarawih. Namun di balik semarak itu, tidak sedikit pertanyaan yang terus berulang dari tahun ke tahun tentang sejarahnya, dalilnya, hingga perbedaan jumlah rakaat yang sering memantik perbincangan. Wakil Rais Syuriyah […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepi Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle  Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Seringkali, perubahan tidak lahir dari ruang rapat. Melainkan Ia muncul dari percakapan yang tak direncanakan. Jumat siang itu (27/3/2026), di Cinere, kami hanya berniat melihat-lihat mobil. Saya dengan sahabat, K.H. Romdhoni Hamzah. Tidak lebih. Namun, seperti banyak hal dalam hidup, niat yang sederhana sering menjadi pintu bagi sesuatu yang lebih besar. Di sanalah kami bertemu […]

  • DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Dewan pimpinan Daerah Gerakan Santriprenuer Nusantara Jawa Tengah (DPW-GENINUSA Jateng) masa khidmat 2025-2030 melaksanakan pelantikan dan rapat kerja wilayah/rakerwil yang berlokasi di aula kantor DPD RI Jawa Tengah, jalan imam bonjol kota Semarang, 23 Juni 2025. Sejumlah 38 pengurus sesuai SK DPP GENINUSA pengurus jawa tengah dilantik mengambil sumpah janji jabatan. dalam kesempatan ini ketua […]

  • Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang diberi nama Operasi Roaring Lion memasuki hari ketiga pada Senin (3/3/2026). Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan menangkal ancaman nuklir dan balistik Iran, sekaligus melumpuhkan struktur kepemimpinan militer Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil dalam sebuah video pidato yang direkam di lokasi yang disebut […]

expand_less