Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

  • account_circle Rahmat Hidayat
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 1.309
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di bawah nahkoda Muhammad Afdal saat ini menghadapi persoalan serius dalam aspek kepemimpinan organisasi. Banyak kader menilai bahwa roda organisasi tidak lagi dijalankan dengan semangat tanggung jawab sebagaimana mestinya sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung bagi seluruh cabang PMII di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan yang seharusnya mampu menghadirkan gagasan, konsolidasi, dan arah perjuangan justru dinilai kehilangan daya dorong dalam menghidupkan organisasi. Dalam sebuah organisasi kader seperti PMII, keberadaan seorang ketua bukan hanya simbol administratif, melainkan figur sentral yang bertugas memastikan seluruh perangkat organisasi bergerak dalam satu visi dan orientasi perjuangan yang sama.

Berbagai persoalan internal yang muncul di tingkat cabang maupun di lingkup PKC terkesan dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas. Dinamika organisasi yang semestinya dapat menjadi ruang pendewasaan justru berlarut-larut tanpa adanya langkah penyelesaian yang tegas dan terukur. Tidak terlihat adanya upaya serius untuk membangun komunikasi yang intensif ataupun menyatukan energi kader dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi. Sementara itu, agenda-agenda strategis yang seharusnya menjadi prioritas kepengurusan bukan hanya tidak berjalan optimal, tetapi bahkan menimbulkan kesan bahwa kepemimpinan PKC tidak memiliki arah dan visi gerakan yang jelas.

Kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan yang besar di kalangan kader. Organisasi sebesar PMII yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis gerakan mahasiswa Islam yang kuat justru terlihat kehilangan kompas perjuangan. Padahal, di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan kebangsaan yang berkembang saat ini, PMII seharusnya hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan gagasan dan solusi. Sayangnya, yang tampak justru organisasi berjalan tanpa arah yang jelas dan kehilangan peran strategisnya di tengah masyarakat.

Secara struktural, PKC PMII Sulawesi Selatan memiliki tugas penting untuk mengoordinasikan seluruh Pengurus Cabang PMII di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Fungsi koordinasi tersebut tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga mencakup pembinaan kader, penguatan ideologi organisasi, konsolidasi gerakan, serta mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan kapasitas di tingkat cabang. PKC seharusnya menjadi rumah bersama yang mampu menjembatani kebutuhan dan persoalan setiap cabang, sekaligus menjadi pusat pengembangan gerakan mahasiswa yang progresif dan transformatif.

  • Penulis: Rahmat Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    “Sudah cukup” Seruan itu menggema dari hati rakyat Kalimantan Timur sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kepedulian mendalam terhadap kerusakan lingkungan yang terus berlangsung tanpa henti. Masyarakat menyerukan keadilan ekologis dan menolak eksploitasi yang menggerus alam serta merusak kehidupan mereka. Hal ini disampaikan oleh Usamah Ahmad Syahid, Wasekjend DPP GENINUSA (Gerakan Santriprenuer Nusantara), yang menyuarakan keresahan warga […]

  • Antara BBM, Subsidi, dan Amanat Anggaran: Membaca Akuntabilitas APBN dari Kasus Defisit 2026

    Antara BBM, Subsidi, dan Amanat Anggaran: Membaca Akuntabilitas APBN dari Kasus Defisit 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Haairunnisah
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Defisit APBN 2026 yang diproyeksikan mendekati 2,9% dari PDB sering dianggap masih berada dalam batas aman. Secara aturan, angka tersebut memang belum melampaui ambang batas 3%. Namun, memandang kondisi fiskal hanya dari batas angka adalah cara berpikir yang terlalu sempit. Di balik kesan “aman” itu, tersimpan persoalan yang lebih serius: tekanan fiskal yang bersifat struktural, […]

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Alumni (IKAL) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Provinsi Gorontalo periode 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu (2/7/2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKAL Lemhannas, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/09/VII/2025/IKAL-LEMHANNAS. Sementara itu pengukuhan DPD IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo dilakukan secara langsung oleh […]

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • Muhammad Dzikyan: Kebijakan Harus Utamakan Kemaslahatan Umat

    Muhammad Dzikyan: Kebijakan Harus Utamakan Kemaslahatan Umat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kebijakan penutupan aktivitas pembelian emas dari penambang rakyat di Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Pohuwato, terus menuai sorotan. Langkah penegakan hukum yang menutup seluruh jalur pembelian emas, baik di tingkat lokal maupun luar daerah, dinilai berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo daerah pemilihan Boalemo–Pohuwato, Muhammad Dzikyan Nawawi, Rabu (4/3/2026), menyampaikan […]

expand_less