Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Maulid, Haul Masyayikh hingga Tasyakuran Muktamar NU ke-35 Warnai Kebersamaan Nahdliyin Kabupaten Gorontalo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo menggelar Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah serta tasyakuran suksesnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa malam (9/9/2026).

Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin.

Turut hadir Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Gorontalo, Ariyanto Mopangga, S.Ag, didampingi jajaran pengurus harian PCNU Kabupaten Gorontalo, badan otonom, serta lembaga-lembaga NU.

Hadir pula Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Gorontalo, Ketua PC Pergunu Kabupaten Gorontalo, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Gorontalo, serta Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Gorontalo, Dr. H. Dikson Yanin, MHI. Kapolsek Mootilango juga turut hadir mewakili unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Dalam sambutannya, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani menekankan pentingnya umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.Menurutnya, keteladanan Rasulullah merupakan jalan keselamatan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Selain meneladani Rasulullah, warga Nahdlatul Ulama juga penting mengikuti jalan para ulama dan masyayikh, para sesepuh serta guru-guru mulia dalam menjalankan kehidupan beragama dan berjam’iyah.“Setiap orang NU yang mengikuti thoriqoh jam’iyah Nahdliyah, meneladani para ulama dan masyayikh serta para sesepuh dan guru-guru mulia sebagai jalan atau thoriqah, sangatlah penting dalam ber-NU,” ujar KH Ahmad Masduki.

Pentingnya Haul Masyayikh

KH Ahmad Masduki mengatakan, pelaksanaan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah memiliki makna penting dalam penguatan amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang memiliki pengaruh besar terhadap penguatan tradisi dan amaliah warga Nahdlatul Ulama.

“Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah ini merupakan haul yang sangat penting karena thoriqoh ini merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang menurut NU mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Masduki juga menyinggung suksesnya pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Gorontalo, untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar dengan hati yang lapang.

Selain itu, ia berharap seluruh perbedaan pendapat yang muncul selama proses Muktamar dapat diakhiri demi menjaga persatuan dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.

“Terkait Muktamar NU, saya mengajak kepada seluruh jamaah Nahdliyin di Kabupaten Gorontalo untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar dengan hati lapang dan mengakhiri perbedaan-perbedaan pendapat yang ada di lingkungan NU,” imbau KH Ahmad Masduki.
Perpaduan Tradisi Gorontalo dan Jawa

Penyelenggaraan Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin juga memiliki nilai lebih. Tidak hanya menghadirkan prosesi keagamaan, kegiatan tersebut turut memperlihatkan akulturasi budaya melalui perpaduan tradisi Walimah Gorontalo dengan sajian makanan khas tradisi Jawa.

Dua tradisi tersebut menyatu dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mencerminkan keberagaman dan persatuan masyarakat Kabupaten Gorontalo.

NU, dalam konteks tersebut, menjadi perekat dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagaimana nilai yang diwariskan para muassis dan ulama pendahulu Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Khithab Iftitah oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin.

Selanjutnya, jamaah mengikuti pembacaan tahlil, pembacaan Sholawat Diba’, serta Mahallul Qiyam Marhaban yang diiringi alunan musik hadrah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Usai acara seremonial, seluruh jamaah melanjutkan kegiatan dengan silaturahmi dan diskusi lepas seputar perkembangan ke-NU-an di Kabupaten Gorontalo.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar pengajian kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2025, bertempat di Masjid At-Taubah, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara. Pengajian diawali dengan pengantar dari Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, […]

  • Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Humas BKN menyampaikan bahwa sebagai bentuk penegakan tata kelola manajemen ASN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengambil langkah tegas terhadap kebijakan pembebasan jabatan (nonjob) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Tercatat sebanyak 95 aparatur sipil negara (ASN) terdampak kebijakan tersebut, terdiri dari 51 Pejabat Administrator dan 44 Pejabat Pengawas yang dibebaskan dari jabatan strukturalnya. […]

  • Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    “Panggilan haji Telah tiba lagi Menunaikan ibadah Panggilan Baitullah Tanah Suci Makkah Ya Makkatul Mukarramah” Lagu “Panggilan Haji”, dari grup Kasidah ‘Nasida Ria’ mengalun lembut dari pita kaset radio yang sudah terlihat kucar-kacir tersebut. Jangan heran, di tempat lain, kasidah bolehlah ditelan waktu, digilas masa dan ditinggalkan zaman, tetapi di kampungku, kasidahan, apalagi punya Nasida […]

  • Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dugaan skema ponzi berkedok syariah dalam pengelolaan investasi peer to peer lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian menguat. Komisi III DPR RI menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dan proses pemidanaan semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kerugian para korban. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Audit Langit

    Audit Langit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan satu momentum yang jarang disadari para akuntan: musim “audit langit”. Jika di dunia kita mengenal audit laporan keuangan, audit kinerja, bahkan audit investigatif, maka di bulan suci ini umat Islam sedang menjalani audit paling canggih—tanpa surat tugas, tanpa fee, tanpa negosiasi opini. Auditor-Nya Maha Mengetahui, sistem-Nya real time, dan standar-Nya melampaui IFRS. […]

expand_less