Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

  • account_circle Sarjoko
  • calendar_month 42 menit yang lalu
  • visibility 6
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Yogyakarta- Pergulatan antara Pancasila, agama, dan negara terjadi sepanjang sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Situasi ini dimulai sejak perumusan Pancasila menjelang proklamasi kemerdekaan hingga bagaimana negara berperan dalam memberikan tafsir terhadap ideologi ini.

Salah satu perdebatan awal adalah tentang pilihan Indonesia menjadi negara agama dan negara sekuler yang membuat kelompok religius dan nasionalis mengalami ketegangan. Pancasila kemudian menjadi rumusan yang disepakati bahwa Indonesia bukan negara agama, namun juga bukan negara sekuler karena agama masih menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau kata Gus Dur, kita ini negara bukan-bukan,” seloroh Mahfud MD ketika memberikan kuliah umum di Gedung Amphitheater E8 Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin, 28 September 2026.

Pakar hukum tata negara yang juga seorang Mustasyar PBNU periode 2026 – 2031 itu juga mengulas bagaimana organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah berperan dalam dinamika ini sehingga konsepsi tentang Pancasila bisa disepakati sebagai pilihan yang mengakomodasi bangsa Indonesia yang plural.

Baginya, ketegangan ini merupakan hal yang wajar karena negara bangsa masih cukup baru di berbagai negara. Mahfud MD kemudian menjelaskan bagaimana Islam kemudian dijadikan nilai, sementara bentuk negara bisa sangat beragam.

“Di dunia ada lebih dari 50 negara dengan penduduk mayoritas muslim, tetapi bentuk negaranya bermacam-macam. Ada yang republik, emirat, kerajaan, dan sebagainya,” lanjut Mahfud MD.

Kuliah umum ini bertajuk “Point of View: Pancasila dan Relasi Agama-Negara”, dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang. Acara ini terselenggara berkat kerja sama Jaringan Gusdurian bersama Prodi Doktor Politik Islam dan Pusat Studi Ahmad Syafi’i Maarif Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, lagu Sang Surya, kemudian dibuka oleh Slamet Riyadi Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan.

“Saya tadi di samping Pak Mahfud MD dan bersaksi meski beliau tokoh NU, ternyata hafal lagu Sang Surya,” ujar Slamet yang disambut tawa peserta yang hadir. Baginya, ini menjadi bukti bahwa NU dan Muhammadiyah merupakan sahabat dekat yang bisa saling mendukung.

Sementara itu Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad menyebut agenda kuliah umum bersama Mahfud MD menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di sembilan kota Indonesia. Baginya, sosok Mahfud MD yang dekat dengan Gus Dur dan pernah menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Persatuan Nasional memiliki gagasan yang sejalan dengan Gus Dur, terutama soal penegakan hukum dan bagaimana meletakkan kemaslahatan rakyat sebagai dasar kebijakan.

“Khususnya melalui tema ini kami ingin mengajak sivitas akademika yang saat ini didominasi gen Z untuk bersama-sama merefleksikan posisi kita dalam kondisi berbangsa dan bernegara hari ini,” ujar Jay Akhmad.

Ia sekaligus menepis tudingan bahwa generasi muda oleh sebagian kalangan dianggap tidak peduli pada persoalan negara. “Kehadiran kita di sini menjadi salah satu bukti bagaimana anak muda masih memikirkan situasi negara tercinta,” sambungnya.

Rencananya, agenda ini akan diadakan di beberapa kota seperti Makassar, Pontianak, Mataram, Medan, Semarang, dan lain sebagainya.

Dalam pengantarnya Zuly Qodir selaku Wakil Rektor UMY menegaskan bagaimana kelompok agama seperti NU dan Muhammadiyah bisa berkolaborasi untuk bergerak bersama dalam memperjuangkan negara yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kuliah umum di UMY menjadi semakin meriah dengan kehadiran Inayah Wahid sebagai moderator. Inayah yang juga merupakan putri bungsu Gus Dur membawa forum kuliah umum ini disisipi dengan humor-humor yang menggelitik sehingga peserta tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh tawa.

Selain mengadakan kuliah umum, Jaringan Gusdurian bersama Prodi Doktor Politik Islam dan Pusat Studi Ahmad Syafi’i Maarif juga mengadakan agenda “Sarasehan: Situasi Demokrasi dan Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Yogyakarta”.

Agenda ini diikuti oleh 50 tokoh yang berlatar akademisi, jurnalis, ormas keagamaan, hingga LSM. Para peserta menyampaikan berbagai keresahan dan solusi agar situasi demokrasi dan KBB di Yogyakarta dan Indonesia semakin baik.

  • Penulis: Sarjoko
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

  • Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Aliansi pemuda peduli rakyat Indonesia (APPRI) gelar aksi demonstrasi soal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di depan kementrian imigrasi dan mabes polri pada Jum’at, 22 Agustus 2025. APPRI mendesak kepada Kapolri dan menteri imigrasi agar melakukan pemeriksaan terhadap oknum pejabat imigrasi Sumatera Utara dan imigrasi kota Medan karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang. […]

  • Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Setiap zaman memiliki aktivisnya sendiri. Namun dalam ruang publik Indonesia, sering muncul kecenderungan untuk menempatkan aktivisme seolah-olah identik dengan generasi atau figur tertentu, terutama mereka yang terlibat dalam Reformasi 1998. Nama-nama itu terus dihadirkan sebagai simbol perubahan, sementara pengalaman generasi setelahnya sering dipandang kurang otentik, kurang heroik, atau bahkan dianggap tidak memiliki legitimasi historis yang […]

  • Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Penulis : Asrul G.H. Lasapa (Da’i dan Pemerhati Sosial Keagamaan) Suasana semakin genting. Pergerakan massa sudah tidak terkendali. Teriakan demi teriakan menggelinding hingga ke petala langit. Suara dentuman benda keras menghantam genteng dan kaca bangunan megah seakan berlomba dengan suara letusan senjata aparat keamanan. Kobaran api semakin membara. Gumpalan asap hitam membumbung pekat ke angkasa […]

  • Neraca Langit

    Neraca Langit

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Bagi mahasiswa akuntansi, neraca adalah hal yang serius. Di dalamnya ada aset, liabilitas, dan ekuitas yang harus seimbang. Kalau tidak seimbang, dosen biasanya langsung bertanya dengan nada yang membuat mahasiswa berkeringat: “Ini selisihnya ke mana?” Kadang selisihnya cuma seribu rupiah, tetapi mencari asal-usulnya bisa lebih rumit daripada mencari sandal di masjid setelah tarawih. Namun Ramadhan […]

expand_less