Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jaringan Gusdurian Ajak Gen-Z Merefleksikan Pancasila Lewat Kuliah Umum

  • account_circle Sarjoko
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Yogyakarta- Pergulatan antara Pancasila, agama, dan negara terjadi sepanjang sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Situasi ini dimulai sejak perumusan Pancasila menjelang proklamasi kemerdekaan hingga bagaimana negara berperan dalam memberikan tafsir terhadap ideologi ini.

Salah satu perdebatan awal adalah tentang pilihan Indonesia menjadi negara agama dan negara sekuler yang membuat kelompok religius dan nasionalis mengalami ketegangan. Pancasila kemudian menjadi rumusan yang disepakati bahwa Indonesia bukan negara agama, namun juga bukan negara sekuler karena agama masih menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau kata Gus Dur, kita ini negara bukan-bukan,” seloroh Mahfud MD ketika memberikan kuliah umum di Gedung Amphitheater E8 Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin, 28 September 2026.

Pakar hukum tata negara yang juga seorang Mustasyar PBNU periode 2026 – 2031 itu juga mengulas bagaimana organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah berperan dalam dinamika ini sehingga konsepsi tentang Pancasila bisa disepakati sebagai pilihan yang mengakomodasi bangsa Indonesia yang plural.

Baginya, ketegangan ini merupakan hal yang wajar karena negara bangsa masih cukup baru di berbagai negara. Mahfud MD kemudian menjelaskan bagaimana Islam kemudian dijadikan nilai, sementara bentuk negara bisa sangat beragam.

“Di dunia ada lebih dari 50 negara dengan penduduk mayoritas muslim, tetapi bentuk negaranya bermacam-macam. Ada yang republik, emirat, kerajaan, dan sebagainya,” lanjut Mahfud MD.

Kuliah umum ini bertajuk “Point of View: Pancasila dan Relasi Agama-Negara”, dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang. Acara ini terselenggara berkat kerja sama Jaringan Gusdurian bersama Prodi Doktor Politik Islam dan Pusat Studi Ahmad Syafi’i Maarif Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, lagu Sang Surya, kemudian dibuka oleh Slamet Riyadi Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan.

“Saya tadi di samping Pak Mahfud MD dan bersaksi meski beliau tokoh NU, ternyata hafal lagu Sang Surya,” ujar Slamet yang disambut tawa peserta yang hadir. Baginya, ini menjadi bukti bahwa NU dan Muhammadiyah merupakan sahabat dekat yang bisa saling mendukung.

Sementara itu Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad menyebut agenda kuliah umum bersama Mahfud MD menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di sembilan kota Indonesia. Baginya, sosok Mahfud MD yang dekat dengan Gus Dur dan pernah menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Persatuan Nasional memiliki gagasan yang sejalan dengan Gus Dur, terutama soal penegakan hukum dan bagaimana meletakkan kemaslahatan rakyat sebagai dasar kebijakan.

“Khususnya melalui tema ini kami ingin mengajak sivitas akademika yang saat ini didominasi gen Z untuk bersama-sama merefleksikan posisi kita dalam kondisi berbangsa dan bernegara hari ini,” ujar Jay Akhmad.

Ia sekaligus menepis tudingan bahwa generasi muda oleh sebagian kalangan dianggap tidak peduli pada persoalan negara. “Kehadiran kita di sini menjadi salah satu bukti bagaimana anak muda masih memikirkan situasi negara tercinta,” sambungnya.

Rencananya, agenda ini akan diadakan di beberapa kota seperti Makassar, Pontianak, Mataram, Medan, Semarang, dan lain sebagainya.

Dalam pengantarnya Zuly Qodir selaku Wakil Rektor UMY menegaskan bagaimana kelompok agama seperti NU dan Muhammadiyah bisa berkolaborasi untuk bergerak bersama dalam memperjuangkan negara yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kuliah umum di UMY menjadi semakin meriah dengan kehadiran Inayah Wahid sebagai moderator. Inayah yang juga merupakan putri bungsu Gus Dur membawa forum kuliah umum ini disisipi dengan humor-humor yang menggelitik sehingga peserta tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh tawa.

Selain mengadakan kuliah umum, Jaringan Gusdurian bersama Prodi Doktor Politik Islam dan Pusat Studi Ahmad Syafi’i Maarif juga mengadakan agenda “Sarasehan: Situasi Demokrasi dan Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Yogyakarta”.

Agenda ini diikuti oleh 50 tokoh yang berlatar akademisi, jurnalis, ormas keagamaan, hingga LSM. Para peserta menyampaikan berbagai keresahan dan solusi agar situasi demokrasi dan KBB di Yogyakarta dan Indonesia semakin baik.

  • Penulis: Sarjoko
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hilangnya tiga jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS akibat insiden tembakan ramah (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait dalam operasi militer terbaru di Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian misi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury, yakni operasi pendukung Israel dalam eskalasi konflik melawan […]

  • Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 370
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Jurnalis dokumenter dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa eksploitasi sumber daya alam yang masif, kemunduran demokrasi, hingga dominasi oligarki dalam politik nasional. Hal itu disampaikan Dandhy dalam podcast Islamitalk #5 yang tayang di kanal Islami.co pada Jumat (22/5/2026). Dalam perbincangan tersebut, Dandhy banyak membahas perjalanan produksi film-film […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran di medan ekstrem dengan mengerahkan sembilan Search and Rescue Unit (SRU). Koordinator Misi SAR Makassar, […]

  • Bersuara

    Bersuara

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Dunia maya kembali bergeliat. Kali ini di sebuah ajang cerdas cermat setingkat SMA terjadi peristiwa. Boleh jadi, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini terblow up.  Salah seorang peserta  dari kelompok C menginterupsi keputusan juri yang memberinya nilai minus untuk jawaban yang sama yang justru diberi nilai plus kepada kelompok lain. Sang peserta mencoba […]

expand_less