Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah agenda strategis pemerintahan pusat.

Namun, menurut Kevin Lapendos, langkah tersebut tidak dapat diterima secara akademik maupun moral jika dilakukan tanpa kajian mendalam terhadap dampak kebijakan di daerah.

“Kami mendengar isu soal rencana dialog publik Forkopimda yang digelar untuk mendukung program pusat. Kalau benar, itu langkah yang terburu-buru dan tidak substansial. Dukungan terhadap program Presiden harus berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar seremonial politik,” ujar Kevin Lapendos, Rabu (15/10/2025).

Dialog atau Deklarasi Politik?

Kevin menilai istilah “dialog publik” menjadi keliru jika tidak disertai ruang kritik dan partisipasi ilmiah.
Menurutnya, Forkopimda semestinya menjadi wadah refleksi kebijakan, bukan forum deklarasi politik yang kehilangan makna substantif.

“Kalau yang disebut dialog itu hanya pembacaan naskah dukungan dan sambutan formal, itu bukan dialog publik. Itu seremoni loyalitas politik. Forkopimda seharusnya menjadi pengawal rasionalitas kebijakan, bukan pelengkap legitimasi kekuasaan,” tegas Kevin.

Ia juga menyoroti bahwa program-program nasional seperti MBG harus dikaji sesuai karakteristik sosial dan ekonomi daerah agar tidak menimbulkan efek kebijakan yang salah sasaran.

“Kebijakan pusat tidak bisa disalin mentah-mentah ke daerah. Gorontalo punya kondisi berbeda. Kalau Forkopimda hanya meniru tanpa riset, mereka gagal menjalankan fungsi kritisnya. Apalagi MBG belum lama ini mengalami masalah besar dengan banyak yang keracunan, Contohnya di Sulawesi Tengah.” tambah Kevin.

Dalam pandangan Kevin, banyak kebijakan publik di daerah selama ini gagal karena lahir dari kegiatan seremonial dan pencitraan politik, bukan hasil analisis berbasis data.
Ia menilai, jika wacana Forkopimda benar adanya tanpa kajian akademik yang terbuka, maka hal itu akan menjadi kemunduran intelektual bagi lembaga daerah.

“Saya tidak menolak Presiden Prabowo, tapi saya menolak cara kerja yang tidak rasional. Kalau Forkopimda hanya jadi alat legitimasi tanpa riset, itu bukan dukungan — itu degradasi moral kebijakan,” ujarnya dengan nada tajam.

Kevin juga memperingatkan bahwa bila kegiatan itu tetap dilanjutkan tanpa mekanisme partisipatif, akan muncul reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan akademisi.

“Kalau Forkopimda tetap jalan tanpa keterbukaan, jangan salahkan kalau rakyat turun ke jalan. Ini bukan politik partisan, ini moral kebijakan publik,” tegasnya.

Seruan untuk Keterbukaan dan Evaluasi

Lebih lanjut, Kevin menyerukan agar Forkopimda membuka ruang dialog inklusif dan transparan dengan melibatkan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat sipil.
Langkah itu, katanya, penting agar setiap bentuk dukungan terhadap program nasional memiliki dasar empiris dan konseptual yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap wacana ini hanya isu liar, bukan rencana resmi. Kalau memang ada niat berdialog, jadikan itu forum reflektif dan berbasis riset. Jangan jadikan peringatan satu tahun pemerintahan sebagai panggung seremonial,” pungkas Kevin Lapendos.

Sikap kritis Kevin Lapendos menjadi peringatan moral dan akademik bagi Forkopimda Provinsi Gorontalo agar tidak terjebak pada politik simbolik dalam momentum satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menegaskan, Forkopimda harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang didukung berpihak pada rakyat dan sesuai dengan konteks daerah.

“Peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden harusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan seremoni loyalitas,” tutup Kevin.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diguncang pengunduran diri massal pejabat puncaknya. Sejumlah komisioner dan pejabat strategis OJK kompak mundur pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan berat yang melanda pasar modal nasional. Peristiwa ini memunculkan alarm keras dari dalam lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan pengunduran […]

  • Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

    Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Setiap akhir tahun anggaran, pemerintah pusat maupun daerah hampir selalu memasuki fase yang sama: perlombaan mengejar target penyerapan anggaran. Narasi yang dibangun ke publik pun cenderung seragam—realisasi belanja mencapai angka tinggi, sering kali di atas 90 persen, dan hal tersebut diklaim sebagai bukti keberhasilan kinerja. Di permukaan, angka-angka ini memang terlihat meyakinkan. Namun, jika ditelaah […]

  • Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Abdul Kadir Lawero
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

  • Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pasukan Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh pada Minggu, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan bagian lain negara itu, dalam eskalasi terbaru konflik di perbatasan kedua negara. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan invasi darat,” sekaligus memperingatkan bahwa langkah itu bertujuan memutus konektivitas geografis wilayah selatan. “Ini adalah upaya […]

  • Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Pada edisi sebelumnya, saya menulis Abdullah ibn Umm Maktum sebagai partner muadzin Bilal ibn Rabah. Keduanya adalah muadzin yang ditunjuk Nabi untuk pelaksanaan salat di Madinah. Dari sekitar Masjid Nabawi, suara azan mereka menjadi penanda waktu bagi kehidupan kaum Muslim di kota itu. Pasca peristiwa Fathul Makkah, Nabi Kembali ke Mekkah dan membangun Mekkah dengan […]

  • Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Adhan Dambea menyatakan Pemerintah Kota Gorontalo berencana menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga visi Kota Gorontalo sebagai daerah religius. Pernyataan itu disampaikan Adhan saat berbincang dengan awak media di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo pada Rabu malam, […]

expand_less