Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS – Semangat membangun masa depan anak-anak pelosok melalui pendidikan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui Program AKSARA (Aksi Literasi Anak Sehat Ramah Lingkungan) yang digagas oleh Nurul Fadillah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Beasiswa Aksi untuk Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk bekerja sama dengan Yayasan Edu Farmers International. Melalui program tersebut, Nurul bersama Tim AKSARA menghadirkan ruang belajar kreatif bagi anak-anak di Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya, Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tidak sekadar meningkatkan kemampuan literasi, AKSARA juga mengusung misi menanamkan nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, Tim AKSARA menggandeng sejumlah mitra kolaborasi, yakni komunitas Khidmah Pelosok, Creative Market x Whisper Hidden, dan AR-Project. Kolaborasi ini menghadirkan konsep pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak.

Keberadaan program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya yang selama ini dilakukan Khidmah Pelosok. Sebagai komunitas relawan pendidikan, Khidmah Pelosok secara konsisten mendampingi dan mengajar anak-anak di Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya, sehingga mereka tetap memiliki akses belajar meski berada dalam keterbatasan.

“AKSARA hadir bukan untuk menggantikan apa yang sudah berjalan, melainkan memperkuat dan mengembangkan ruang belajar yang telah dibangun para relawan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan partisipatif,” ujar Nurul Fadillah.

Salah satu keunggulan AKSARA terletak pada metode pembelajaran yang menggunakan dongeng edukatif dan cerita visual interaktif. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya kebersihan, kesehatan, lingkungan, dan budaya membaca dengan cara yang menyenangkan.

Tidak hanya mendengarkan cerita, para peserta juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti berdiskusi, bermain, berimajinasi, hingga mempraktikkan langsung materi yang disampaikan. Metode ini dinilai lebih efektif karena mampu membangun pengalaman belajar yang berkesan dan mudah diingat.

Program AKSARA lahir dari hasil observasi yang menunjukkan masih terbatasnya akses pendidikan dan kegiatan literasi bagi anak-anak di wilayah tersebut. Selain itu, pemahaman mengenai kebersihan diri, PHBS, dan kepedulian terhadap lingkungan juga dinilai perlu diperkuat.

Sebagai mahasiswa Kesehatan Lingkungan, Nurul memandang bahwa pendidikan sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, AKSARA diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak, memperkuat pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi Nurul Fadillah dan Tim AKSARA, setiap cerita yang dibacakan, setiap permainan edukatif yang dimainkan, dan setiap kebiasaan baik yang ditanamkan hari ini merupakan investasi berharga untuk masa depan anak-anak pelosok. Dari sebuah sekolah sederhana di Kampung Bara Barayya, harapan besar tentang lahirnya generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan mulai tumbuh dan berkembang.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua warga negara, Matluk dan Chambali Safaludin, mengajukan uji materiil terhadap Pasal 246 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan tersebut diperiksa dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 202/PUU-XXIV/2026 yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Sidang yang dipimpin Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Saldi Isra, membahas […]

  • Investasi Langit

    Investasi Langit

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan, manusia mendadak berubah menjadi “analis investasi spiritual.” Yang biasanya sibuk menghitung cicilan motor, tiba-tiba rajin menghitung pahala. Bahkan ada yang sudah seperti akuntan publik: setiap amal dicatat, setiap sedekah dihitung, setiap tarawih dianggap sebagai “portofolio akhirat.” Kalau di dunia bisnis kita mengenal investasi saham, obligasi, atau deposito, maka Ramadhan sebenarnya mengajarkan satu […]

  • Puzzle Terakhir Demokrasi: Partisipasi Publik di Media Digital

    Puzzle Terakhir Demokrasi: Partisipasi Publik di Media Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Indonesia sudah lama menerima demokrasi sebagai bentuk. bahkan sejak awal diproklamirkan, demokrasi diterima sebagai instrumen politik utama. Tetapi entah kenapa, selalu terasa ada yang kurang lengkap. Seolah ada satu puzzle yang hilang dan membuat demokrasi kita tak utuh. Yaitu partisipasi publik yang subtantif. Padahal, partisipasi publik adalah mandat utama demokrasi. Selama bertahun-tahun, partisipasi publik dalam […]

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

  • KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 123
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo berduka atas wafatnya KH Abdul Ghofir Nawawi, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Kabar wafatnya almarhum beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan pesan singkat yang diterima redaksi nulondalo online. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa KH Abdul Ghofir Nawawi mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 […]

  • Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatatkan realisasi belanja dan pendapatan yang baik di triwulan II tahun 2025. Hasil capaian tersebut mendapat apresiasi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada saat memimpin rapat koordinasi inflasi melalui sambungan Zoom, Senin (7/7/2025). Realisasi belanja APBD Pemprov Gorontalo triwulan II 2025 berada di peringkat sembilan nasional dan atau peringkat satu se-Sulawesi […]

expand_less