Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

  • account_circle Sakti
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS – Semangat membangun masa depan anak-anak pelosok melalui pendidikan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui Program AKSARA (Aksi Literasi Anak Sehat Ramah Lingkungan) yang digagas oleh Nurul Fadillah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Beasiswa Aksi untuk Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk bekerja sama dengan Yayasan Edu Farmers International. Melalui program tersebut, Nurul bersama Tim AKSARA menghadirkan ruang belajar kreatif bagi anak-anak di Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya, Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tidak sekadar meningkatkan kemampuan literasi, AKSARA juga mengusung misi menanamkan nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, Tim AKSARA menggandeng sejumlah mitra kolaborasi, yakni komunitas Khidmah Pelosok, Creative Market x Whisper Hidden, dan AR-Project. Kolaborasi ini menghadirkan konsep pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak.

Keberadaan program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya yang selama ini dilakukan Khidmah Pelosok. Sebagai komunitas relawan pendidikan, Khidmah Pelosok secara konsisten mendampingi dan mengajar anak-anak di Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya, sehingga mereka tetap memiliki akses belajar meski berada dalam keterbatasan.

“AKSARA hadir bukan untuk menggantikan apa yang sudah berjalan, melainkan memperkuat dan mengembangkan ruang belajar yang telah dibangun para relawan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan partisipatif,” ujar Nurul Fadillah.

Salah satu keunggulan AKSARA terletak pada metode pembelajaran yang menggunakan dongeng edukatif dan cerita visual interaktif. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya kebersihan, kesehatan, lingkungan, dan budaya membaca dengan cara yang menyenangkan.

Tidak hanya mendengarkan cerita, para peserta juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti berdiskusi, bermain, berimajinasi, hingga mempraktikkan langsung materi yang disampaikan. Metode ini dinilai lebih efektif karena mampu membangun pengalaman belajar yang berkesan dan mudah diingat.

Program AKSARA lahir dari hasil observasi yang menunjukkan masih terbatasnya akses pendidikan dan kegiatan literasi bagi anak-anak di wilayah tersebut. Selain itu, pemahaman mengenai kebersihan diri, PHBS, dan kepedulian terhadap lingkungan juga dinilai perlu diperkuat.

Sebagai mahasiswa Kesehatan Lingkungan, Nurul memandang bahwa pendidikan sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, AKSARA diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak, memperkuat pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi Nurul Fadillah dan Tim AKSARA, setiap cerita yang dibacakan, setiap permainan edukatif yang dimainkan, dan setiap kebiasaan baik yang ditanamkan hari ini merupakan investasi berharga untuk masa depan anak-anak pelosok. Dari sebuah sekolah sederhana di Kampung Bara Barayya, harapan besar tentang lahirnya generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan mulai tumbuh dan berkembang.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). “Kami mencatat sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 51 orang,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, saat memaparkan […]

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.” PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi […]

  • Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Aliansi Masyarakat Adat menggelar aksi unjuk rasa mendesak Kementerian HAM (KemenHAM) untuk bersikap tegas atas penangkapan 11 warga Maba Sangaji oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Massa juga menuntut dihentikannya aktivitas PT Position yang dinilai merusak wilayah adat dan memicu konflik. Senin, 26 Mei 2025. Aksi dimulai dari titik kumpul menuju kantor KemenHAM wilayah kerja […]

  • Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Ahamd Ziadi dinilai layak menjadi dewan pembina Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA) Nusa Tenggara Barat, Ahamd Ziadi adalah tokoh berpengaruh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI Nusa tenggara Barat. Keputusan ini diambil dalam Momentum silaturahmi pengurus yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025. Pengangkatan Ahamd Ziadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran GENINUSA NTB […]

  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Tulisan sederhan ini sebenarnya memenuhi permohonan dari dua sahabat saya, Kyai Asrul Lasapa dan Dr. Funco Tanipu. Tulisan ini bukan saatu-satunya jawaban atas polemik yang lagi viral di media sosial (facebook). Tulisan ini akan mencoba memberikan perspektif historis, teologis dan sosiokultural termasuk sedikit sentuhan antropologis. Jika kita mempelajari budaya Gorontalo, sesungguhnya konstruksi kebudayaan Gorontalo yang […]

expand_less