Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Dr. Idham Arsyad memaparkan disertasinya dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu Ketahanan Nasional di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (14/7). Melalui penelitian tersebut, Ketua Umum DPN Gerbang Tani itu memperkenalkan model Behavioral-Institutional Resilience Contract Farming (BIRCF) sebagai strategi penguatan kelembagaan petani untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan nasional Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, MALANG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad, resmi menyandang gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (14/7).
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Idham mengangkat disertasi berjudul “Resiliensi Sistem Pangan dalam Menunjang Ketahanan Nasional Melalui Strategi Contract Farming (Studi Kasus PT Food Station Tjipinang Jaya DKI Jakarta).”
Melalui penelitian itu, Idham memperkenalkan model konseptual Behavioral-Institutional Resilience Contract Farming (BIRCF) yang menempatkan penguatan kelembagaan petani sebagai fondasi utama dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap petani mitra di sejumlah sentra produksi pangan tersebut menunjukkan bahwa kelembagaan petani menjadi faktor paling dominan dalam keberhasilan implementasi contract farming. Faktor kelembagaan dinilai lebih menentukan dibandingkan karakteristik individu petani.
Model BIRCF juga mengintegrasikan perspektif perilaku, kelembagaan, dan ketahanan pangan sebagai kerangka kebijakan yang relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga ketidakpastian rantai pasok pangan.
Selain menjabat sebagai Ketua Umum Gerbang Tani, Idham Arsyad juga merupakan Koordinator Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar