Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 103
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com — Di antara gedung-gedung tinggi, pusat bisnis, dan derasnya arus kapital perkotaan, ruang ibadah kerap dipandang sebagai bagian kecil dari pembangunan kota modern. Namun sebuah penelitian doktoral di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia menghadirkan sudut pandang berbeda: masjid bukan sekadar ruang yang bertahan di tengah tekanan modernitas, melainkan aktor yang ikut membentuk wajah kota.

Gagasan tersebut menjadi inti disertasi berjudul “Tipomorfologi Masjid Perkotaan di Segitiga Emas Jakarta: Negosiasi Sakral dan Sekuler” yang dipresentasikan secara terbuka oleh promovenda Dr. Fahdiana Yuniasih dalam sidang promosi doktor di Universitas Indonesia.

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan sederhana namun penting: bagaimana masjid mampu bertahan, berubah, dan menyesuaikan diri di kawasan pusat bisnis Jakarta yang identik dengan logika ekonomi, investasi, dan perkembangan kota vertikal?

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Sidang sekaligus Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D. sebagai Promotor dan Suraya Abdulwahab Afiff, M.A., Ph.D. sebagai Ko-Promotor.

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Ir. Achmad Hery Fuad, M.Eng., Joko Adianto, S.T., M.Ars., Ph.D., serta Ir. Azrar Hadi Ramli, Ph.D.

Masjid Bukan Sisa dari Pembangunan Kota

Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode grounded theory dan multiple case study, Fahdiana meneliti hubungan antara urbanisme Islam, pembangunan kapitalistik, serta praktik keberagamaan masyarakat perkotaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid di kawasan perkotaan berkembang dalam tiga bentuk utama, yakni masjid tradisional, masjid modern, dan masjid hibrida.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa modernisasi kota selalu menggeser keberadaan ruang religius.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa masjid di kawasan pusat bisnis bukan residu pembangunan kota, tetapi institusi spasial yang terus beradaptasi, bernegosiasi, dan bahkan ikut menentukan bagaimana kota dibentuk dan dimaknai,” ujar Dr. Fahdiana Yuniasih dalam pemaparannya.

Menurutnya, hubungan antara ruang sakral dan ruang sekuler tidak selalu berjalan dalam konflik. Keduanya justru dapat berinteraksi dan melahirkan bentuk baru kehidupan keagamaan di ruang urban.

“Yang terjadi bukan pertarungan antara agama dan modernitas, melainkan proses negosiasi. Masjid dapat hadir di tengah infrastruktur ekonomi tanpa kehilangan fungsi spiritualnya, dan justru menciptakan bentuk keberagamaan urban yang baru,” jelasnya.

Hak atas Kota Tidak Hanya Tentang Ekonomi

Lebih dari sekadar kajian arsitektur, disertasi ini membawa pesan tentang bagaimana kota seharusnya dirancang.

Fahdiana menawarkan pandangan bahwa perencanaan kota tidak cukup hanya mempertimbangkan efisiensi ruang, nilai investasi, dan produktivitas ekonomi. Dimensi sosial dan spiritual masyarakat juga perlu menjadi bagian dari pembangunan kota.

Konsep hak atas kota (right to the city) menjadi salah satu gagasan penting yang muncul dari penelitian tersebut, bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki hak untuk hadir, menggunakan, dan memberi makna terhadap ruang perkotaan.

Dalam konteks ini, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang ikut membangun identitas dan pengalaman warga kota.

Dukungan Keluarga di Balik Perjalanan Akademik

Di balik pencapaian akademik tersebut, perjalanan panjang doktoral Fahdiana juga tidak terlepas dari dukungan keluarga.

Suaminya, Jamaluddin Djunaid, menyebut perjalanan tersebut bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi proses panjang menjaga keseimbangan antara ilmu, keluarga, dan pengabdian.

“Perjalanan doktoral ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi proses panjang menjaga konsistensi antara idealisme, keluarga, dan pengabdian ilmu. Saya melihat penelitian ini lahir dari ketekunan membaca realitas kota dengan perspektif yang manusiawi,” ujarnya.

Ia berharap gagasan yang lahir dari penelitian tersebut dapat melampaui ruang akademik.

“Kami berharap gagasan ini tidak berhenti sebagai disertasi, tetapi berkembang menjadi kontribusi bagi perencanaan kota Indonesia yang lebih inklusif terhadap dimensi sosial dan spiritual,” tambahnya.

Disertasi Fahdiana Yuniasih pada akhirnya memperluas cara melihat arsitektur. Kota tidak hanya dibangun oleh gedung tinggi, jalan, dan pusat ekonomi, tetapi juga oleh nilai, keyakinan, serta ruang-ruang yang memberi manusia tempat untuk memaknai kehidupannya.

Masjid di tengah kota bukan sekadar bangunan yang bertahan. Ia adalah bagian dari cerita tentang bagaimana manusia terus bernegosiasi dengan perubahan zaman.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali tradisi takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Kegiatan yang sempat lama vakum itu akan digelar kembali sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam. Wali Kota Adhan Dambea menegaskan bahwa dirinya memimpin seluruh masyarakat Kota Gorontalo tanpa memandang latar belakang agama maupun […]

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, memberikan sejumlah penekanan dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia, Jumat (19/12/2025). Salah satu fokus utama yang disoroti Wali Kota Adhan adalah progres penerapan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta sistem […]

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

  • NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di dunia tengah menghadapi ujian eksistensial yang menempatkannya pada persimpangan jalan sejarah yang krusial. Memasuki akhir tahun 2025, organisasi ini terjebak dalam pusaran konflik internal yang melibatkan dua pilar utamanya, jajaran Syuriyah yang merepresentasikan otoritas ulama dan jajaran Tanfidziyah sebagai pelaksana organisatoris. Ketegangan ini bukan sekadar perselisihan […]

expand_less