Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Baru siang tadi, beredar flyer podcast dengan judul “Meluruskan Tradisi Perayaan Ketupatan” yang diselenggarakan oleh Mimoza Podcast Gorontalo via Whatsapp. Podcast itu menghadirkan Ust. Ishak Bakari, ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo sebagai narasumber kunci dan dimoderatori langsung oleh Nurhadi Taha. Ketika melihatnya saya kaget bukan main. Judul podcast ini provokatif: kata awal “meluruskan” mengindikasikan adanya sesuatu yang bengkok. Jika demikian, apa yang bengkok dari perayaan ketupat dan mengapa ia perlu diluruskan?
Semua orang yang membaca judul podcast itu barangkali juga menemukan kekesalan yang sama dengan saya. Ini tidak mengherankan. Sebab, pertama, Ust. Ishak Bakari ini dikenal luas sebagai salah satu figur yang cenderung ketat dan literal-atomistik dalam menafsirkan Islam di Gorontalo. Kedua, Wahdah Islamiyah, organisasi keagamaan yang ia pimpin, juga memiliki ideologi gerakan dakwah pemurnian terhadap ajaran Islam. Jadi, tidak heran jika orang-orang, bahkan saya, lantas berasumsi bahwa kata “meluruskan” di dalam podcast itu berarti muncul dari intensi Ust. Ishak sendiri yang melihat tradisi tersebut “bengkok”, perlu “diluruskan” karena ia “bukan bagian daripada Islam”.
Ada banyak respons yang muncul persis dengan asumsi-asumsi ini. Isinya penghakiman: orang-orang menyalahkan Ust. Ishak karena pandangan dan aliran pemikiran keagamaannya yang dinilai konservatif. Salah satu screenshoot layar yang muncul di berbagai grup-grup Whatsapp bahkan memperlihatkan intervensi untuk mengganti judul tersebut lantaran dinilai berpotensi menimbulkan ketersinggungan kelompok/suku tertentu. Argumen yang diajukan juga persis dengan apa yang saya tulis di atas. Alhasil, beberapa jam kemudian, bahkan hingga tayang, judulnya podcast-nya pun berubah menjadi “Memaknai Tradisi Perayaan Ketupatan”.
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    nulondalo.com, TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti dugaan monopoli proyek dan berbagai persoalan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Maruli Tua Manurung, mengungkapkan pihaknya telah menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk membahas langkah-langkah pencegahan korupsi dalam […]

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.809
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri. Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil. PT. […]

  • Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). Di hadapan para pengelola dan pemangku […]

  • Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peran aktif mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di tingkat global kian menunjukkan eksistensinya. Pada Jumat siang, 10 April 2026, salah satu delegasi mahasiswa, Muhammad Arsyad Haikal, mendapat kehormatan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC. Penugasan dakwah ini merupakan bagian dari rangkaian program Short Course yang tengah […]

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

expand_less