Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ini pertanyaan penting karena memiliki irisan dengan isu representasi dan rekognisi. Tak pantas bicara ketupatan tanpa representasi dari para pelaku tradisinya. Sebab bagaimanapun seseorang memahami Ketupatan, namun jika yang menjelaskannya bukanlah figur otoritatif yang datang dari tradisi tersebut, problem yang dikandung sama saja: mereka jadi subaltern, kelompok pinggiran yang selalu dinarasikan oleh orang lain.
Tak pantas juga bicara ketupatan yang dilekatkan dengan tradisi Islam, tanpa pandangan tokoh agama yang memiliki tafsir terbuka terhadap ketupatan. Aspek pengakuan ini penting untuk koeksistensi tradisi Ketupatan. Dari tafsir terbuka, kita bisa memahami bahwa ketupatan itu tidak lahir dari ruang vakum sejarah. Melainkan lewat proses reartikulasi yang sangat panjang dengan tanpa sedikitpun menegasikan identitas, paham keagamaan dan konteks budaya saat itu. Di dalam spektrum yang lebih luas, hal ini sebenarnya lagi-lagi mengingatkan kita tentang wacana Islam yang masih pada tahap “berebut tempat” di ruang publik.
Terakhir, saya menulis ini bukan karena memiliki kedekatan dengan Ust. Ishak. Saya juga tidak berafiliasi dengan Wahdah Islamiyah bahkan, saya cenderung kontradiktif dengan pandangan-pandangan mereka. Saya Muslim, kebetulan pandangan-pandangan saya, koheren dengan Nahdlatul Ulama. Namun mau menyebut diri saya sebagai Nahdliyin, rasanya juga sungkan. Saya belum bisa meneladani kejernihan dan keterbukaan NU dalam menerima perbedaan dan keragaman.
Saya cuman mau melihat problem ini sejernih mungkin. Barangkali juga punya faset. Namun jika ia bisa diselesaikan sambil makan ketupatan, nasi bulu, opor ayam, di Kampung Jawa 8 Syawal nanti, bareng-bareng, meskipun berdesakan dan masbuk di waktu dzhuhur, kenapa tidak? hihi…
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

  • QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025). Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia […]

  • Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah pantun lama yang menyebut nama penyanyi Aura Kasih viral di media sosial. Pantun-pantun tersebut kemudian memicu spekulasi warganet terkait hubungan personal antara keduanya. Isu ini mencuat setelah akun-akun gosip mengunggah jejak digital Ridwan Kamil yang beberapa kali menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, baik […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

  • Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Kisah Ja’far tidak berhenti di situ. Bertahun-tahun kemudian, dalam Perang Mu’tah, Nabi menunjuk tiga komandan secara berurutan. Setelah Zaid bin Haritsah gugur, panji perang berpindah ke tangan Ja’far. Pertempuran melawan pasukan Romawi berlangsung sengit. Dalam riwayat disebutkan, tangan kanannya terputus saat memegang panji, lalu berpindah ke tangan kiri. Ketika tangan kirinya pun terputus, ia tetap […]

  • Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pameran seni bertajuk “Sangkut Paut” resmi dibuka, Selasa (25/11/2025) di Hartdisk Studio, Bone Bolango. Pameran ini merupakan hasil proses kreativitas dari program MTN Lab Residence Gorontalo, yang menghadirkan 29 seniman dan 8 kurator dalam kerja kolaboratif selama dua minggu terakhir. Residensi ini memperlihatkan bagaimana gagasan tumbuh ketika praktik seni dirawat melalui kedekatan—antara seniman, kurator, ruang […]

expand_less