Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 95
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ini pertanyaan penting karena memiliki irisan dengan isu representasi dan rekognisi. Tak pantas bicara ketupatan tanpa representasi dari para pelaku tradisinya. Sebab bagaimanapun seseorang memahami Ketupatan, namun jika yang menjelaskannya bukanlah figur otoritatif yang datang dari tradisi tersebut, problem yang dikandung sama saja: mereka jadi subaltern, kelompok pinggiran yang selalu dinarasikan oleh orang lain.
Tak pantas juga bicara ketupatan yang dilekatkan dengan tradisi Islam, tanpa pandangan tokoh agama yang memiliki tafsir terbuka terhadap ketupatan. Aspek pengakuan ini penting untuk koeksistensi tradisi Ketupatan. Dari tafsir terbuka, kita bisa memahami bahwa ketupatan itu tidak lahir dari ruang vakum sejarah. Melainkan lewat proses reartikulasi yang sangat panjang dengan tanpa sedikitpun menegasikan identitas, paham keagamaan dan konteks budaya saat itu. Di dalam spektrum yang lebih luas, hal ini sebenarnya lagi-lagi mengingatkan kita tentang wacana Islam yang masih pada tahap “berebut tempat” di ruang publik.
Terakhir, saya menulis ini bukan karena memiliki kedekatan dengan Ust. Ishak. Saya juga tidak berafiliasi dengan Wahdah Islamiyah bahkan, saya cenderung kontradiktif dengan pandangan-pandangan mereka. Saya Muslim, kebetulan pandangan-pandangan saya, koheren dengan Nahdlatul Ulama. Namun mau menyebut diri saya sebagai Nahdliyin, rasanya juga sungkan. Saya belum bisa meneladani kejernihan dan keterbukaan NU dalam menerima perbedaan dan keragaman.
Saya cuman mau melihat problem ini sejernih mungkin. Barangkali juga punya faset. Namun jika ia bisa diselesaikan sambil makan ketupatan, nasi bulu, opor ayam, di Kampung Jawa 8 Syawal nanti, bareng-bareng, meskipun berdesakan dan masbuk di waktu dzhuhur, kenapa tidak? hihi…
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Saya tetap datang meski acara telah berada di penghujung. Wajah sumringah sang putri dan semangatnya untuk hadir bak serdadu yang mau merangsek ke markas musuh, membuat saya tak tega. Saya datang demi melihatnya tersenyum di atas panggung, meski hanya sekejap. Dan di atas segalanya ini adalah tentang  rasa syukur. Maka hadirlah saya tepat ketika semua orang […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kisah Tsuwaibah mengajarkan kita untuk membaca sejarah dari pinggir, bukan hanya dari pusat. Ia bukan tokoh yang berdiri di medan perang, bukan pemimpin pasukan, bukan ahli fatwa atau orator besar. Ia seorang perempuan, seorang budak, seorang ibu susu. Tetapi dari tubuhnya, kehidupan Nabi pernah bertumpu. Ia hadir di saat paling rentan, ketika dunia masih baru […]

  • CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) meluncurkan program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi jurnalis Indonesia untuk mengembangkan ide keberlanjutan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga mendapat dukungan dari Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional yang […]

  • Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai […]

  • Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

    Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Fatikha Nurul Hikmah
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Yang juga perlu digarisbawahi adalah peran BPK sebagai auditor eksternal. Hasil audit mereka sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan sekadar penyerahan laporan. Opini audit, seperti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sering dijadikan tolok ukur keberhasilan. Tapi bahkan di sini pun perlu hati-hati. Opini WTP tidak selalu berarti tidak ada masalah sama sekali, itu hanya menunjukkan bahwa laporan […]

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Petugas berjibaku memadamkan api selama beberapa jam hingga akhirnya kebakaran berhasil dikendalikan sekitar tiga jam setelah kejadian. Insiden ini juga mengingatkan kembali pada peristiwa kebakaran besar yang terjadi di lokasi yang sama pada Januari 2026. Saat itu, dua pabrik dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat ledakan di fasilitas pengolahan minyak. Hingga kini, penyebab pasti dari ledakan […]

expand_less