Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ini pertanyaan penting karena memiliki irisan dengan isu representasi dan rekognisi. Tak pantas bicara ketupatan tanpa representasi dari para pelaku tradisinya. Sebab bagaimanapun seseorang memahami Ketupatan, namun jika yang menjelaskannya bukanlah figur otoritatif yang datang dari tradisi tersebut, problem yang dikandung sama saja: mereka jadi subaltern, kelompok pinggiran yang selalu dinarasikan oleh orang lain.
Tak pantas juga bicara ketupatan yang dilekatkan dengan tradisi Islam, tanpa pandangan tokoh agama yang memiliki tafsir terbuka terhadap ketupatan. Aspek pengakuan ini penting untuk koeksistensi tradisi Ketupatan. Dari tafsir terbuka, kita bisa memahami bahwa ketupatan itu tidak lahir dari ruang vakum sejarah. Melainkan lewat proses reartikulasi yang sangat panjang dengan tanpa sedikitpun menegasikan identitas, paham keagamaan dan konteks budaya saat itu. Di dalam spektrum yang lebih luas, hal ini sebenarnya lagi-lagi mengingatkan kita tentang wacana Islam yang masih pada tahap “berebut tempat” di ruang publik.
Terakhir, saya menulis ini bukan karena memiliki kedekatan dengan Ust. Ishak. Saya juga tidak berafiliasi dengan Wahdah Islamiyah bahkan, saya cenderung kontradiktif dengan pandangan-pandangan mereka. Saya Muslim, kebetulan pandangan-pandangan saya, koheren dengan Nahdlatul Ulama. Namun mau menyebut diri saya sebagai Nahdliyin, rasanya juga sungkan. Saya belum bisa meneladani kejernihan dan keterbukaan NU dalam menerima perbedaan dan keragaman.
Saya cuman mau melihat problem ini sejernih mungkin. Barangkali juga punya faset. Namun jika ia bisa diselesaikan sambil makan ketupatan, nasi bulu, opor ayam, di Kampung Jawa 8 Syawal nanti, bareng-bareng, meskipun berdesakan dan masbuk di waktu dzhuhur, kenapa tidak? hihi…
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

  • Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar dijadwalkan meluncurkan buku berjudul Teladan Sang Menteri pada Senin (6/4/2026) di Aula VVIP Masjid Istiqlal. Peluncuran buku ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual serta kepemimpinan berbasis nilai. Buku karya akademisi UIN Ar-Raniry […]

  • Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Siti Sara Malase
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Penulis : Siti Sara Malase Demokrasi merupakan salah satu sistem pemerintahan yang paling banyak diadopsi di dunia modern. Sejak akhir Perang Dingin, demokrasi menjadi standar legitimasi politik bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Secara konseptual, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, dalam praktiknya, demokrasi kerap mengalami penyempitan makna dengan direduksi […]

  • Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    “Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, maka Gorontalo sudah lama disebut Serambi Madinah. Bedanya, di Aceh ada masjid raya, sementara kita di Gorontalo belum,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Gusnar juga memanfaatkan kehadiran Viva Yoga Mauladi yang juga merupakan mantan Ketua PB HMI periode 1995–1997 untuk mempromosikan penggalangan donasi pembangunan masjid raya. Video desain masjid serta […]

  • Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peran aktif mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di tingkat global kian menunjukkan eksistensinya. Pada Jumat siang, 10 April 2026, salah satu delegasi mahasiswa, Muhammad Arsyad Haikal, mendapat kehormatan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC. Penugasan dakwah ini merupakan bagian dari rangkaian program Short Course yang tengah […]

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Upaya perbaikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pengawasan yang lebih aktif dan partisipatif. Transparansi anggaran yang berbasis digital perlu diperluas agar publik dapat mengakses informasi secara terbuka dan memahami alur penggunaan dana. Perhatian juga perlu diarahkan pada hasil nyata dari penggunaan anggaran. Pertanyaan yang lebih relevan untuk diajukan antara lain […]

expand_less