Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia.

Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai sekitar 554.000 hektare per tahun. Menurutnya, angka tersebut sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.

“Jika alih fungsi lahan sawah mencapai 554 ribu hektare per tahun, maka konsep swasembada pangan harus segera dievaluasi,” kata Firman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai kebijakan pencetakan sawah baru selama ini kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan lahan, kesiapan infrastruktur irigasi, hingga kebutuhan anggaran yang besar. Akibatnya, hasil yang diperoleh dinilai belum optimal dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Sebagai alternatif, Firman mengusulkan agar anggaran cetak sawah baru dialihkan untuk membeli lahan pertanian produktif yang telah memiliki irigasi teknis, kemudian dikelola langsung oleh pemerintah.

“Saya punya gagasan yang rasional dan layak dipertimbangkan, yaitu mengubah konsep anggaran cetak sawah baru untuk membeli lahan pertanian produktif yang sudah beririgasi teknis dan dikelola pemerintah,” ujarnya.

Ia meyakini langkah tersebut dapat meningkatkan produksi pangan secara lebih cepat dan efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan. Dengan membeli lahan yang sudah produktif, pemerintah tidak perlu melalui proses panjang seperti pembukaan lahan baru, pembangunan irigasi, maupun penyesuaian kondisi tanah.

“Produksi pangan bisa langsung meningkat tanpa menunggu waktu lama dan tanpa boros anggaran,” tegas legislator daerah pemilihan Jawa Tengah III itu.

Selain itu, Firman menilai pengelolaan lahan pertanian oleh pemerintah dapat menjamin stabilitas produksi dan ketersediaan pangan nasional dalam jangka panjang. Ia juga memaparkan sejumlah keuntungan dari pendekatan tersebut, antara lain peningkatan produksi pangan nasional, efisiensi anggaran, serta pengelolaan pertanian yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.

“Jika dikelola pemerintah, efisiensi bisa ditingkatkan dan risiko kerugian dapat ditekan. Ini penting untuk memastikan swasembada pangan benar-benar terwujud,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muh Faizal HS
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Ketika gagasan Makan Bergizi Gratis ini muncul sebagi kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka respon dari masyarakat itu berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa program ini dianggap sebagai langkah progresif untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. Di sisi lain, ada mengatakan program ini mempunyai anggaran yang cukup besar dan […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan. Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Pada edisi terakhir tulisan Ramadan tahun 2026 ini, saya menutupnya dengan kisah seorang tokoh yang unik dan penuh teladan: Uwais al-Qarni. Namanya mungkin terdengar asing dibanding tokoh-tokoh sahabat yang lain, tetapi kisah hidupnya menyimpan pelajaran yang mendalam tentang kesalehan, ketulusan, dan bakti kepada orang tua. Meskipun hidup sezaman dengan Nabi Muhammad, Uwais tidak dikategorikan sebagai […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

expand_less