Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu diajukan sebab di media sosial, ada banyak sekali yang tergesa-gesa dan terlalu cepat mengambil kesimpulan atas judul podcast itu dan, barangkali, mereka tidak menonton acaranya. Untuk itulah, tuduhan yang dilayangkan kepada Ust. Ishak, sebelum bahkan sesudah podcast itu tayang, sebenarnya merupakan premis yang tidak berdasar. Yang paling membikin kasihan sebenarnya, tuduhan ini keluar dari kalangan orang-orang terdidik yang semestinya membaca dan mengonfirmasi kejelasan hal ini. Tidak dengan basis kecurigaan dan asumsi-asumsi liar. Ini mesti dilakukan untuk memastikan kondisi media sosial kita tetap jernih.
Argumen yang mereka ajukan sebagai tanding adalah “narasi Islam moderat” yang mengakomodir realitas kebudayaan ketupatan. Tidak ada persoalan sebenarnya. Toh memang, moderasi Islam itu meniscayakan penerimaan dan penghargaan terhadap tradisi. Namun menempatkan narasi Islam moderat di dalam kasus ini sebenarnya tidak relevan. Justru, sebaliknya, saya pikir, argumen Ust. Ishak di dalam podcast itu, sebagaimana tampak di atas, sangat moderat.
Ust. Ishak mengakui tradisi ketupatan, ia mengapresiasinya, menjelaskan bagaimana sejarah dan makna filosofisnya, bahkan melihatnya sebagai tradisi yang harus dilestarikan karena ia mengeratkan silaturahmi. Yang disitir Ust. Ishak, tentang “desak-desakan sehingga lupa waktu Dzuhur” juga bukannya bagian dari dakwah Islam moderat? Sampai di sini, lagi-lagi, apa yang keliru?
Di samping itu, Ust. Ishak juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa judul podcast itu bukan darinya. Ketika disodori tema itu, ia bahkan menyatakan bahwa temanya sangat sensitif. Ust. Ishak juga menelepon langsung pada pihak Mimoza agar memperbaiki temanya. Setelah mendapatkan berbagai masukan, judulnya berubah menjadi “Memaknai Tradisi Perayaan Ketupatan”. Jadi, Ust. Ishak sepenuhnya tidak salah. Tidak ada intensi darinya untuk menegasikan perayaan ketupatan itu. Tuduhan yang disampaikan kepadanya, dengan demikian, tidak berdasar!
Jika mau, sebenarnya yang perlu dikritisi ada di pihak redaksi penyelenggara acara. Apa yang mereka pikirkan ketika memberi judul podcast itu? Mengapa mengundang Ust. Ishak sebagai narasumber dengan judul podcast seperti itu? Jika memang berniat menarasikan tradisi Ketupatan dengan tafsir yang lebih terbuka, memangnya, kenapa tidak mengundang intelektual, tokoh adat, para pelaku tradisi khususnya masyarakat Jawa Tondano, dan para pendakwah dari kalangan Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah yang punya konsen terhadap tradisi ketupatan?
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Putusan perkara perdata Nomor 19/Pdt.G/2025/PN Lbt yang diputus oleh Pengadilan Negeri Lembata pada 19 Februari 2026 memicu polemik di tengah masyarakat. Sengketa hak kepemilikan tanah antara Latif Mangan dan Mahmudin Tukang tersebut menuai beragam tafsir, khususnya terkait amar putusan yang menyatakan gugatan “niet ontvankelijke verklaard” (NO) atau tidak dapat diterima. Kuasa hukum Latif […]

  • Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Insiden ini juga menyoroti pentingnya solidaritas dalam komunitas nelayan. Penyelamatan Pak Usman menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antar nelayan dapat menyelamatkan nyawa di tengah risiko tinggi profesi mereka. Keluarga dan masyarakat sekitar memberikan apresiasi tinggi kepada para penyelamat, menunjukkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di lingkungan perairan Muara Berau. Pihak berwenang dan komunitas […]

  • Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Angca Aldafa
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Dampaknya, laporan keuangan pemerintah terlihat likuid dalam jangka pendek, padahal sesungguhnya menumpuk kewajiban tersembunyi yang akan membebani anggaran tahunan di masa depan. Dari sudut pandang akuntansi pemerintahan, model ini kurang efisien karena mengorbankan prinsip full cost recognition demi kecepatan operasional, sehingga risiko fiskal jangka panjang tidak terpetakan secara memadai dalam laporan pertanggungjawaban negara. Di sisi […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

expand_less