Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun setelah melihat podcast itu dengan khidmat hingga selesai, asumsi-asumsi yang membuat saya jadi kesal di awal itu runtuh seketika. Tak ada sama sekali pernyataan Ust. Bakari yang saya lihat “bengkok” ataupun intensinya untuk benar-benar “meluruskan” perayaan Ketupatan. Bahkan, saya pikir, argumen-argumen Ust. Bakari di dalam podcast itu terjelaskan dengan baik: mulai dari caranya menyelisik sejarah ketupatan, makna filosofis ketupat, tradisi silaturahmi, bahkan yang paling anggun misalnya, Ust. Ishak bilang kalau tradisi ini tidak bertentangan dengan Islam.
Di titik lain, Ust. Ishak sebenarnya mau bilang bahwa kecenderungan saat ini, orang-orang tidak memaknai lagi bagaimana tradisi ini dilakukan pada zaman dulu. Padahal, menurut Ust. Ishak, ketupat itu memiliki makna filosofis-etis:“…beras yang dimasukkan ke dalam ketupat adalah pertanda nafsu dunia; janur adalah hati nurani; bentuk ketupat yang melambangkan empat penjuru mata angin adalah sebuah penanda bahwa kemana pun Anda pergi, jangan lupa salat.”
“Jangan sampai kita berdesak-desakan sampai tengah hari, waktu Dzuhur lupa. Padahal tradisi ini berkenaan [berkesinambungan] dengan Ramadan. [Maka] semestinya, yang perlu kita utamakan adalah bagaimana [tradisi] ini dijaga dan tidak sekadar seremonial.” Ini argumen normatif. Fasetnya tidak ada. Maka sampai di sini, sebenarnya, di mana salahnya? Apa yang bengkok dari pernyataan-pernyataannya itu? Di mana Ust. Bakari menyatakan bahwa ini tradisi yang “haram” di dalam Islam, sehingga mesti diluruskan?
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya. Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. […]

  • Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Momentum Hari Pahlawan yang seharusnya menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan bangsa justru menimbulkan dilema nasional. Di tengah peringatan 10 November 2025, muncul polemik tajam atas keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto, sosok yang selama 32 tahun memimpin Indonesia di bawah rezim Orde Baru yang otoriter. Pemberian gelar tersebut menuai kritik keras dari […]

  • Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Dunia di abad ke-21 bergerak kian cepat daripada kemampuan manusia untuk merenungkannya. Inovasi teknologi, kecerdasan buatan, dan konektivitas global menciptakan kesan bahwa umat manusia telah melampaui batas-batas lama sejarah. Tapi di balik kemajuan itu, dunia justru menampakkan kerapuhannya dengan telanjang bulat bahwa perang kembali menjadi bahasa politik, krisis kemanusiaan diperlakukan sebagai gangguan statistik, dan lembaga […]

  • Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan

    Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    “Kurikulum Cinta pada dasarnya mengajarkan bagaimana nilai kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, semangat kemanusiaan, dan kemampuan hidup bersama dalam keberagaman menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Saya melihat nilai-nilai tersebut memiliki irisan yang sangat kuat dengan semangat gerakan KOPRI yang selama ini memperjuangkan kemaslahatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan,” katanya. Farid juga menilai sinergi antara organisasi kepemudaan dan […]

  • Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Menurutnya, kerugian konstitusional harus diuraikan secara konkret dan dapat dipastikan secara wajar akan terjadi. Sementara itu, Hakim Konstitusi Liliek P. Adi menilai permohonan masih perlu diperbaiki, baik dari sisi format maupun substansi. Ia mengingatkan bahwa MK menguji undang-undang berdasarkan UUD 1945, bukan berdasarkan Pancasila, sehingga dasar pengujian harus dirumuskan secara tepat. Liliek juga menyarankan para […]

  • Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan serta penjagaan oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros terus ditingkatkan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros yang menekankan pengamanan serta ketertiban umum selama momentum Nataru. Di tingkat desa, Kepala Desa Mattirotasi, Ust. Andi […]

expand_less