Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun setelah melihat podcast itu dengan khidmat hingga selesai, asumsi-asumsi yang membuat saya jadi kesal di awal itu runtuh seketika. Tak ada sama sekali pernyataan Ust. Bakari yang saya lihat “bengkok” ataupun intensinya untuk benar-benar “meluruskan” perayaan Ketupatan. Bahkan, saya pikir, argumen-argumen Ust. Bakari di dalam podcast itu terjelaskan dengan baik: mulai dari caranya menyelisik sejarah ketupatan, makna filosofis ketupat, tradisi silaturahmi, bahkan yang paling anggun misalnya, Ust. Ishak bilang kalau tradisi ini tidak bertentangan dengan Islam.
Di titik lain, Ust. Ishak sebenarnya mau bilang bahwa kecenderungan saat ini, orang-orang tidak memaknai lagi bagaimana tradisi ini dilakukan pada zaman dulu. Padahal, menurut Ust. Ishak, ketupat itu memiliki makna filosofis-etis:“…beras yang dimasukkan ke dalam ketupat adalah pertanda nafsu dunia; janur adalah hati nurani; bentuk ketupat yang melambangkan empat penjuru mata angin adalah sebuah penanda bahwa kemana pun Anda pergi, jangan lupa salat.”
“Jangan sampai kita berdesak-desakan sampai tengah hari, waktu Dzuhur lupa. Padahal tradisi ini berkenaan [berkesinambungan] dengan Ramadan. [Maka] semestinya, yang perlu kita utamakan adalah bagaimana [tradisi] ini dijaga dan tidak sekadar seremonial.” Ini argumen normatif. Fasetnya tidak ada. Maka sampai di sini, sebenarnya, di mana salahnya? Apa yang bengkok dari pernyataan-pernyataannya itu? Di mana Ust. Bakari menyatakan bahwa ini tradisi yang “haram” di dalam Islam, sehingga mesti diluruskan?
  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

  • Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas photo_camera 3

    Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Parepare — Upaya pengurangan sampah plastik di kawasan permukiman mendapat angin segar melalui kegiatan inovatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin. Bertempat di Kelurahan Bukit Indah, para mahasiswa menggelar pelatihan pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Muh Zulfahmi Malik selaku penanggung jawab program kerja. Kegiatan yang berlangsung penuh partisipasi ini […]

  • Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesawat Smart Air jenis Caravan dengan registrasi PK-SNS mengalami kecelakaan saat mendarat di wilayah pesisir Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIT. Pesawat tersebut tengah melayani penerbangan subsidi rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, dengan membawa 13 penumpang dan 2 kru. Insiden terjadi ketika pesawat jatuh di area logpond Kaladiri, kawasan pantai […]

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 779
    • 0Komentar

    Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan tanggung jawab. Bagaimana mungkin sebuah kemitraan berjalan timpang, di mana satu pihak terus bergerak maju sementara pihak lainnya tertinggal tanpa kepastian? Pertanyaan ini bukan hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk dijawab secara terbuka. Sejak awal berdirinya Koperasi Karya Inovasi Bersama (KIB), kami berkomitmen untuk menjadi jembatan antara […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

expand_less