Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 438
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah.

Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu Lahab bin Abdul Muttalib, paman Nabi yang kelak dikenal sebagai salah satu penentang dakwah beliau. Di tengah struktur sosial Makkah yang menempatkan budak pada lapisan paling bawah, Tsuwaibah hidup sebagai bagian dari rumah tangga tuannya, menjalani peran-peran domestik yang sunyi dan nyaris tak tercatat. Ketika bayi Muhammad lahir, dialah yang menyampaikan kabar itu kepada Abu Lahab. Riwayat-riwayat sirah menggambarkan bagaimana kabar kelahiran itu disambut dengan kegembiraan; Abu Lahab bersuka cita atas lahirnya keponakan dari darah keluarganya sendiri. Dalam suasana gembira itu, Tsuwaibah memperoleh kebebasannya sebagai hadiah.

Setelah dibebaskan, Tsuwaibah al-Aslamiyah menyusui bayi Muhammad dan menjadi ibu susu beliau untuk beberapa hari. Dalam masa yang singkat itu, ia merawat dan menyusui beliau hingga akhirnya Nabi  diserahkan untuk diasuh lebih lama oleh Halimah al-Sa’diyyah. Meski hanya sebentar, Tsuwaibah tetap tercatat sebagai perempuan yang pertama kali menjadi ibu susu Nabi.

Melalui persusuan dengan Tsuwaibah al-Aslamiyah, Nabi terikat sebagai saudara sepersusuan dengan beberapa anak lain, di antaranya Hamzah ibn Abdul-Muttalib, paman beliau yang kelak dikenal sebagai “Singa Allah”, juga Masruh, putra Tsuwaibah sendiri, dan dalam sejumlah riwayat disebut pula Abu Salamah ibn Abd al-Asad.

Meskipun masa penyusuan bersama Tsuwaibah berlangsung singkat, Nabi tetap memuliakannya sepanjang hidup. Ia memperhatikan kesejahteraannya, menjaga hubungan, dan menghormatinya bahkan setelah mencapai masa kenabian. Hal ini menunjukkan satu etika kenabian yang halus: tidak ada jasa yang dianggap kecil, tidak ada relasi yang dihapus hanya karena status sosialnya rendah. Seorang budak perempuan, dengan tindakan sederhana, memiliki peran penting dalam sejarah kehidupan Nabi.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantah Tudingan Pecah Belah Masyarakat, Tokoh Mananggu Desak Danramil Periksa Babinsa

    Bantah Tudingan Pecah Belah Masyarakat, Tokoh Mananggu Desak Danramil Periksa Babinsa

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 439
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – MANANGGU – Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, dituduh sebagai pemecah belah masyarakat. Hal tersebut ditulis dalam unggahan akun anonim di media sosial Facebook yang memuat sejumlah nama tokoh masyarakat. “Peringatan keras! Hati-hati dengan kelompok ini, Raimon Tulen, Ferdy Bobihu, Hais Hamzah, Noldi Biya, Febriyanto Dunggio,” “Sering melakukan serangan, tuduhan, komentar […]

  • Petuah yang Disangka Mantra

    Petuah yang Disangka Mantra

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Saya masih ingat betul suasana Kongres Kedua Rakyat Mandar di Assamalebuang, Majene, sekitar tahun 2002 silam. Di tengah ruangan yang hening, budayawan Mandar; Muis Mandra yang kala itu tampil sebagai pembicara menyampaikan sebuah pasang (petuah). Dengan suara yang menggelegar, ia melafalkan petuah leluhur Mandar yang terdengar begitu sakral hingga membuat para peserta terpesona. Petuah itu […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

  • Nusron Wahid Targetkan Semua Rumah Ibadah Bersertipikat: “Jangan Sampai Ada yang Belum”

    Nusron Wahid Targetkan Semua Rumah Ibadah Bersertipikat: “Jangan Sampai Ada yang Belum”

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya penyelesaian sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Indonesia terus diperkuat dengan melibatkan peran strategis tokoh-tokoh keagamaan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan komitmennya untuk mempercepat sertipikasi aset keagamaan demi memberikan kepastian hukum dan mencegah konflik di masa mendatang. “Karena itu Bapak-bapak sekalian, hari ini kita […]

  • Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Terus terang, saya tidak pernah menaruh ekspektasi apa pun pada BTS selain sebagai band pop yang rapi dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, K-Pop—termasuk BTS—adalah industri yang sangat efisien menjual visual, koreografi, dan kemasan. Musiknya menghibur, energik, dan selesai di situ. Pure entertainment. Tidak lebih. Pandangan saya mulai terkoreksi ketika, dalam satu diskusi tentang masa depan NU […]

  • NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di dunia tengah menghadapi ujian eksistensial yang menempatkannya pada persimpangan jalan sejarah yang krusial. Memasuki akhir tahun 2025, organisasi ini terjebak dalam pusaran konflik internal yang melibatkan dua pilar utamanya, jajaran Syuriyah yang merepresentasikan otoritas ulama dan jajaran Tanfidziyah sebagai pelaksana organisatoris. Ketegangan ini bukan sekadar perselisihan […]

expand_less