Breaking News
dark_mode
Trending Tags

“Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 438
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih.

Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah pertanyaan “apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal?” Hemat saya jawabannya tidak akan tunggal. Karena, baik pihak yang sepakat menyamakan keduanya, maupun yang tidak sepakat, memiliki argumennya masing-masing.

Yang cukup menggelisahkan bagi saya bukan soal apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal atau tidak. Yang menggelisahkan adalah upaya kita untuk mensyariatisasi lembaga. Bukan perilaku.

Kita sibuk mengklaim “APBN adalah Baitul Mal”. “Presiden adalah Khalifah”, “bentuk negara kita adalah negara islami”, “BSI adalah bank syariah”, dan sebagainya. Kita masih sibuk memoles lembaga agar terkesan syar’i. Tapi kita jarang mensyariatisasi perilaku. Kita jarang menyesuaikan perilaku kita agar sesuai dengan norma agama.

Misalkan, apakah tata kelola zakat di masa kini sudah sesuai dengan prinsip maqasidus syariah dari zakat? Apakah zakat betul-betul telah disalurkan dengan semangat menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) suatu saat nanti? Ataukah penyaluran zakat lebih sering disesuaikan dengan kehendak politik penguasa? Jadi, bukan soal baznas sudah sah disebut amil atau belum. Itu urusan mudah. tapi memastikan perilaku pengelolaannya sesuai dengan standar syariah, ini yang sulit. Dan ini yang tidak digarap dengan serius.

Karena itu, soal APBN apakah baitul mal atau tidak, itu urusan mudah, tinggal kita cari teks yang mengindikasikan kesamaan antara keduanya saja. Selesai. Tapi masa fikih hanya digunakan sebatas untuk stempel?

Jika fikih ada untuk kemaslahatan, maka nalar fikih harus diarahkan untuk mencari tahu apakah pengelolaan APBN sudah sesuai dengan prinsip syariat atau belum! Kalau pajak banyak disalahgunakan, mau seratus dalil pun yang mengatakan APBN sama dengan Baitul Mal, tidak ada gunanya!

Karena itu, yang lebih menarik bukan soal apakah presiden/gubernur/bupati sah disebut khalifah atau tidak. Itu sudah selesai. Yang patut kita tanyakan adalah, apakah ciri-ciri khalifah dalam al-quran telah benar-benar nampak pada para pemimpin kita?

Apakah pengelolaan SDA sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kebijakan anggaran sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kelestarian lingkungan yang diperintahkan agama sudah terwujudkan? Apakah prinsip taysir (memudahkan) sudah dirasakan oleh nasabah yang meminjam di BSI? Atau jangan-jangan para petani lebih nyaman pinjam dari bank konvensional? Perilaku kita lah yang lebih penting untuk disyariatisasi. Bukan sekedar lembaga!

Wallahu a’alam bis shawab

Penulis : Mantan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Maroko dan Pengurus LBM PBNU

  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Yang Robek

    Ramadhan Yang Robek

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh : Asrul G.H. Lasapa – (Pegiat Dakwah Gorontalo) Puasa merupakan kawah candradimuka yang menjadi tempat melatih dan menggembleng seseorang agar memiliki mental spiritual yang agung dan mulia. Ritual puasa tidak hanya sekedar penampakan simbolitas permukaan yang nyata berupa tidak makan, minum dan hubungan seksual semata, tetapi puasa adalah kemampuan pengendalian jiwa dari keterpurukan emosional. […]

  • Pemkot Gorontalo Paparkan Arah Pembangunan 2026, Penanganan Banjir hingga Jalan Jadi Prioritas

    Pemkot Gorontalo Paparkan Arah Pembangunan 2026, Penanganan Banjir hingga Jalan Jadi Prioritas

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Kepala Dinas PUPR, Meidy N. Silangen, memaparkan arah pembangunan infrastruktur tahun 2026 dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat pada rangkaian HUT ke-298 Kota Gorontalo, yang digelar di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Jumat (3/4/2026). Dalam pemaparannya, Meidy menegaskan bahwa sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah menghadapi […]

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

    Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Di antara gedung-gedung tinggi, pusat bisnis, dan derasnya arus kapital perkotaan, ruang ibadah kerap dipandang sebagai bagian kecil dari pembangunan kota modern. Namun sebuah penelitian doktoral di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia menghadirkan sudut pandang berbeda: masjid bukan sekadar ruang yang bertahan di tengah tekanan modernitas, melainkan aktor yang ikut membentuk wajah […]

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

expand_less