Breaking News
dark_mode
Trending Tags

“Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 398
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih.

Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah pertanyaan “apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal?” Hemat saya jawabannya tidak akan tunggal. Karena, baik pihak yang sepakat menyamakan keduanya, maupun yang tidak sepakat, memiliki argumennya masing-masing.

Yang cukup menggelisahkan bagi saya bukan soal apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal atau tidak. Yang menggelisahkan adalah upaya kita untuk mensyariatisasi lembaga. Bukan perilaku.

Kita sibuk mengklaim “APBN adalah Baitul Mal”. “Presiden adalah Khalifah”, “bentuk negara kita adalah negara islami”, “BSI adalah bank syariah”, dan sebagainya. Kita masih sibuk memoles lembaga agar terkesan syar’i. Tapi kita jarang mensyariatisasi perilaku. Kita jarang menyesuaikan perilaku kita agar sesuai dengan norma agama.

Misalkan, apakah tata kelola zakat di masa kini sudah sesuai dengan prinsip maqasidus syariah dari zakat? Apakah zakat betul-betul telah disalurkan dengan semangat menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) suatu saat nanti? Ataukah penyaluran zakat lebih sering disesuaikan dengan kehendak politik penguasa? Jadi, bukan soal baznas sudah sah disebut amil atau belum. Itu urusan mudah. tapi memastikan perilaku pengelolaannya sesuai dengan standar syariah, ini yang sulit. Dan ini yang tidak digarap dengan serius.

Karena itu, soal APBN apakah baitul mal atau tidak, itu urusan mudah, tinggal kita cari teks yang mengindikasikan kesamaan antara keduanya saja. Selesai. Tapi masa fikih hanya digunakan sebatas untuk stempel?

Jika fikih ada untuk kemaslahatan, maka nalar fikih harus diarahkan untuk mencari tahu apakah pengelolaan APBN sudah sesuai dengan prinsip syariat atau belum! Kalau pajak banyak disalahgunakan, mau seratus dalil pun yang mengatakan APBN sama dengan Baitul Mal, tidak ada gunanya!

Karena itu, yang lebih menarik bukan soal apakah presiden/gubernur/bupati sah disebut khalifah atau tidak. Itu sudah selesai. Yang patut kita tanyakan adalah, apakah ciri-ciri khalifah dalam al-quran telah benar-benar nampak pada para pemimpin kita?

Apakah pengelolaan SDA sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kebijakan anggaran sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kelestarian lingkungan yang diperintahkan agama sudah terwujudkan? Apakah prinsip taysir (memudahkan) sudah dirasakan oleh nasabah yang meminjam di BSI? Atau jangan-jangan para petani lebih nyaman pinjam dari bank konvensional? Perilaku kita lah yang lebih penting untuk disyariatisasi. Bukan sekedar lembaga!

Wallahu a’alam bis shawab

Penulis : Mantan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Maroko dan Pengurus LBM PBNU

  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Maros Tinjau RS Jantung Paramarta Bandung, Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan

    Bupati Maros Tinjau RS Jantung Paramarta Bandung, Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BANDUNG — Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam mempercepat transformasi digital sektor kesehatan kembali ditunjukkan. Bupati Maros, Chaidir Syam, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta Bandung, Rabu (24/12/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Transmedic, sistem digital yang telah lebih dulu diimplementasikan […]

  • IPSI Kabupaten Maros Gelar Try Out Uji Coba Tanding Sebagai Pemanasan Menuju Porprov Bone-Wajo 2026

    IPSI Kabupaten Maros Gelar Try Out Uji Coba Tanding Sebagai Pemanasan Menuju Porprov Bone-Wajo 2026

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Bantaeng, 29 Agustus 2026 – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia [IPSI] Kabupaten Maros menggelar Try Out Uji Coba Tanding Pencak Silat selama 1 hari di Padepokan Puslatkab Bantaeng,Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi 2026 Bone-Wajo Mendatang. Try Out Uji Coba Tanding ini diikuti pesilat Dari 4 […]

  • Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Buol menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunobogu menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami 141 siswa dari sejumlah sekolah, Rabu (28/1/2026). Berdasarkan data terakhir, puluhan siswa masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 siswa dirawat di RSUD Mokoyurli Buol, tiga siswa di RS Pratama […]

  • Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

    Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Siang itu, Jakarta enggan berkompromi. Matahari menyengat tanpa ampun, membakar aspal dan menyilaukan pandangan. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, rombongan peserta Temu Nasional Gusdurian 2025 melangkah pelan, menyusuri lorong-lorong sejarah yang tak tercatat dalam buku pelajaran. Tujuan mereka bukan gedung megah atau aula ber-AC, melainkan sebuah bangunan sederhana di Jalan Kramat V Jakarta Pusat: Panti […]

  • Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Penulis Ahmad Takbir Abadi Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan. Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi. Pemimpin […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen: tidak bisa disuap, tidak bisa dinegosiasi, dan tidak menerima “opini titipan”. Ia hadir untuk memeriksa sesuatu yang sering luput dari laporan keuangan yakni neraca hati. Kalau dalam akuntansi kita mengenal aset, liabilitas, dan ekuitas, maka dalam puasa kita mengenal sabar sebagai aset, nafsu sebagai liabilitas, dan takwa sebagai ekuitas […]

expand_less