Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025

Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah)

Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga hari ini: pribumisasi.

Pribumisasi bukan sekedar strategi budaya atau politik; ia adalah alat berpikir yang memungkinkan kita menavigasi dan memahami banyak spektrum kehidupan—dari sosial, politik, dan budaya, hingga ekologis. Dengan pribumisasi, kita belajar melihat kompleksitas masyarakat Nusantara secara utuh, menghargai keberagaman perspektif, dan menempatkan setiap fenomena dalam konteksnya. Alat berpikir ini mendorong kita untuk reflektif, asumsi yang datang dari luar, dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal yang unik.

Nilai-nilai demokrasi yang datang dari Barat atau ajaran agama dari Timur Tengah hanya benar-benar hidup ketika diperjumpakan dengan kebijaksanaan lokal, disaring melalui pengalaman sejarah, budaya, dan kondisi sosial-ekologis Nusantara. Proses ini bukan sekadar adaptasi pasif, melainkan upaya kritis untuk menjadikan nilai-nilai universal relevan dan bermakna bagi masyarakat. Dengan demikian, pribumisasi membuka ruang bagi praktik demokrasi, agama, dan etika sosial-lingkungan yang tidak hanya diterima secara formal, tetapi juga hidup dalam pengalaman nyata masyarakat.

Politik Untuk Kemanusiaan

Dengan pribumisasi, Gus Dur membuka cara pandang yang luas terhadap masyarakat dan nilai-nilai yang membentuknya. Demokrasi yang dipribumisasikan bukan sekadar prosedur formal atau mekanisme politik semata; ia menjadi ruang hidup yang menjunjung musyawarah, toleransi, dan kemanusiaan. Dalam kerangka ini, setiap suara memiliki tempat, setiap perbedaan dihargai, dan keputusan bersama diambil bukan hanya demi aturan, tetapi demi kesejahteraan komunitas secara utuh.

Politik, menurut Gus Dur, tidak semata-mata arena kekuasaan atau perebutan posisi. Melalui pribumisasi, politik menjadi medium untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesejahteraan bersama, sarana untuk mengharmoniskan kepentingan individu dan kolektif. Demokrasi yang hidup dalam konteks lokal tidak hanya meniru model luar, tetapi berkembang menjadi praktik sosial yang relevan dan diterapkan pada pengalaman, budaya, serta nilai-nilai moral masyarakat Nusantara.

Agama Sebagai Etika Sosial

Agama, dalam pandangan Gus Dur, bukan sekedar ritual atau doktrin, melainkan etika sosial yang konkrit, pedoman moral yang menuntun manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya. Melalui pribumisasi, nilai-nilai keagamaan disesuaikan dengan konteks lokal sehingga mendorong praktik keadilan, toleransi, dan solidaritas. Agama yang dipribumikan menjadi alat berpikir dan pedoman tindakan nyata, memungkinkan masyarakat memahami keragaman sosial dan menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan secara relevan dengan pengalaman sehari-hari.

Dengan demikian, pribumisasi menjadikan agama sebagai sarana untuk membangun etika sosial. Nilai-nilai keagamaan tidak lagi berhenti pada ranah doktrin semata, tetapi hidup sebagai pedoman moral yang memandu tindakan sosial, membentuk interaksi yang adil, harmonis, dan menghormati perbedaan. Agama sebagai etika sosial inilah yang menegaskan relevansi moralitas dalam kehidupan nyata masyarakat Nusantara.

Etika Lingkungan

Pribumisasi juga mencakup etika lingkungan sebagai bagian dari spektrum kehidupan yang luas. Masyarakat nusantara hidup berdampingan dengan alam, dan kesejahteraan manusia tidak bisa terputus dari ekosistem. Dengan pribumisasi, nilai-nilai lokal yang menekankan harmoni dengan alam dipertemukan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan etika sosial, sehingga tindakan manusia terhadap lingkungan menjadi bagian dari pertimbangan moral dan sosial.

Nilai lokal ini menjadikan hubungan manusia dan alam bukan sekadar pemanfaatan sumber daya, tetapi melakukan kehidupan yang berkelanjutan dan manusiawi. Pribumisasi mengajarkan bahwa menjaga pentingnya ekosistem dengan menegakkan keadilan dan toleransi dalam masyarakat. Dengan demikian, etika lingkungan menjadi satu spektrum yang utuh dengan demokrasi dan agama sebagai etika sosial, membentuk masyarakat Nusantara yang sadar ekologis sekaligus berperikemanusiaan.

Pribumisasi adalah Koentji Pemahaman Gus Dur

Pada akhirnya, koentji memahami Gus Dur sesungguhnya adalah pribumisasi. Dengan pribumisasi sebagai alat berpikir, Gus Dur menunjukkan cara menghubungkan titik-titik yang tampak berbeda: global dan lokal, nilai universal dan kearifan nusantara, agama, manusia dan alam, demokrasi dan etika sosial-lingkungan. Pribumisasi memungkinkan kita melihat kesalingterkaitan antara berbagai dimensi kehidupan, memahami bagaimana nilai-nilai global dapat diterapkan secara relevan dalam konteks lokal, dan bagaimana setiap tindakan sosial dan ekologis dapat diselaraskan dengan prinsip kemanusiaan

Memahami pribumisasi berarti memahami spektrum yang luas, di mana pluralitas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai global tidak sekadar menjadi teori, tetapi hidup dalam praktik masyarakat nyata, menegaskan identitas lokal, dan membentuk dasar bagi pembangunan masyarakat yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, pribumisasi bukan sekedar metode berpikir Gus Dur, tetapi koentji untuk memahami warisan intelektual dan moralnya, sekaligus cara menyampaikan gagasan besar Gus Dur ke generasi masa kini.

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil […]

  • BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI mengingatkan perusahaan-perusahaan sawit di Sumatera Selatan agar segera memenuhi hak-hak masyarakat dalam konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Jika kewajiban tersebut diabaikan, pemerintah daerah diminta tidak ragu mencabut izin usaha perkebunan (IUP). Peringatan itu disampaikan Ketua BAM […]

  • Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo mempercepat pembangunan Kantor Wali Kota baru dengan mulai melakukan pembongkaran bangunan di kawasan eks Terminal 42 Andalas. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa langkah awal difokuskan pada pembongkaran aset milik pemerintah agar proses pembangunan dapat segera berjalan. “Untuk sementara kita bongkar yang milik pemerintah kota dulu,” ujar Adhan usai […]

  • Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hilda Anggraeni
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Utang pemerintah kerap menjadi pisau bermata dua dalam tata kelola keuangan negara. Di satu sisi, pembiayaan melalui utang merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, akumulasi utang yang tidak terkendali berpotensi mengguncang stabilitas fiskal dan membebani generasi mendatang. Dalam konteks inilah, akuntansi utang pemerintahan memegang peran sentral—tidak sekadar […]

  • Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.302
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Komisi IV, Muhammad Dzikyan, S.Pd.I, melayangkan protes keras terhadap kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo yang kembali mewajibkan kehadiran guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan seremonial, menyusul pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag awal Januari lalu. Protes tersebut muncul setelah Kanwil Kemenag kembali mengedarkan undangan kegiatan […]

expand_less