Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika kita berbicara tentang negara demokrasi modern, pemisahan peran antar institusi keamanan sebenarnya bukan sekadar soal administrasi negara atau pembagian tugas birokratis. Ia adalah fondasi dasar dari negara hukum. Dalam prinsip demokrasi modern, urusan kriminalitas, ketertiban publik, dan keamanan domestik berada di tangan kepolisian serta otoritas sipil. Sementara militer dibentuk untuk menghadapi ancaman eksternal dan menjaga kedaulatan negara dari luar batas teritorial.

Indonesia pernah sampai pada kesadaran itu melalui jalan sejarah yang panjang dan berdarah. Reformasi 1998 bukan hanya momentum pergantian rezim, melainkan upaya kolektif untuk mengakhiri dominasi militer dalam ruang sipil. Pemisahan TNI dan Polri, penghapusan Dwifungsi ABRI, hingga dorongan supremasi sipil lahir dari kesimpulan pahit bahwa demokrasi tidak akan pernah tumbuh sehat jika aparat bersenjata terlalu jauh masuk ke dalam kehidupan warga negara.

Samuel P. Huntington pernah mengingatkan bahwa profesionalisme militer hanya dapat terjaga ketika tentara dibatasi secara tegas pada fungsi pertahanan negara, sementara urusan sipil dikendalikan oleh otoritas demokratis. Dalam teori objective civilian control, batas antara ruang sipil dan militer bukan sekadar prosedur administratif, melainkan syarat utama agar demokrasi tidak berubah menjadi negara yang dikendalikan logika keamanan. Karena itu, demokrasi tidak selalu runtuh lewat kudeta besar yang dramatis. Ia sering melemah secara perlahan: ketika masyarakat mulai terbiasa melihat aparat bersenjata hadir dalam urusan sipil, ketika kritik dipandang sebagai ancaman stabilitas, dan ketika negara lebih percaya pada pendekatan komando dibanding dialog demokratis. Di titik itulah sebuah bangsa sebenarnya sedang diuji—apakah tetap setia pada cita-cita reformasi, atau diam-diam sedang bergerak mundur menuju kekuasaan yang semakin represif

Namun, belakangan ini arah perjalanan itu terasa mulai berbalik. Kehadiran militer dalam urusan-urusan domestik semakin dianggap wajar: menjaga ruang publik, mengawal proyek pembangunan, terlibat dalam sektor pangan, pendidikan, bahkan masuk ke wilayah yang seharusnya menjadi domain lembaga sipil. Semua ini sering dibungkus dengan bahasa stabilitas nasional, percepatan pembangunan, atau efisiensi negara. Padahal dalam kajian sosiologi politik, meluasnya peran militer ke ruang sipil sering kali menjadi tanda bahwa institusi sipil sedang mengalami pelemahan, atau setidaknya kehilangan kepercayaan untuk menyelesaikan persoalannya sendiri.

Sejarah Indonesia sesungguhnya sudah memberi pelajaran yang mahal tentang hal itu. Pada masa Orde Baru, militer tidak hanya berdiri di garis pertahanan negara, tetapi juga duduk di kursi birokrasi, mengawasi kampus, mengendalikan organisasi masyarakat, hingga menentukan arah politik nasional. Dwifungsi ABRI menciptakan negara yang tampak stabil di permukaan, tetapi menyimpan ketakutan di dalamnya. Kritik dianggap ancaman, oposisi dipandang musuh, dan warga perlahan dibiasakan untuk patuh, bukan berdialog. Reformasi hadir justru untuk membongkar logika kekuasaan seperti itu: mengembalikan militer menjadi institusi pertahanan yang profesional dan membatasi kekuasaan bersenjata agar tidak menelan ruang demokrasi.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabungan Emas Nasabah mencapai 1,4 Ton, Pegadaian Kanwil IX Jakarta Menjamin Keamanan Investasi Layanan Bank Emas

    Tabungan Emas Nasabah mencapai 1,4 Ton, Pegadaian Kanwil IX Jakarta Menjamin Keamanan Investasi Layanan Bank Emas

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Emas telah lama menjadi instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, Pegadaian menghadirkan Layanan Bank Emas yaitu sebuah layanan yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dan investasi emas dengan lebih mudah, aman, dan terpercaya. Bank Emas merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang terhimpun dalam Asta Cita Prabowo-Gibran dengan tujuan hilirisasi […]

  • Panja Dibentuk, DPR Kawal Ketat Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    Panja Dibentuk, DPR Kawal Ketat Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 456
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan komitmen kuat lembaganya untuk mengawal secara serius penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Sebagai bentuk keseriusan, Komisi III DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus guna mendalami kasus tersebut. Panja ini nantinya akan bekerja […]

  • Adab di Atas Algoritma

    Adab di Atas Algoritma

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Kadir
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Zaman terus bergerak. Teknologi melaju tanpa menunggu siapa pun. Informasi datang bertubi-tubi, nyaris tanpa jeda untuk berpikir. Apa yang dulu dibahas berjam-jam di pesantren, melalui kitab, halaqah-halaqah, dan bimbingan guru namun hari ini kerap hadir dalam potongan video berdurasi tiga puluh detik. Cepat, ringkas, tetapi sering kali tidak utuh. Di tengah arus itu, santri hidup […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

  • Tanggapi Polemik Mananggu Cup, Ketua Panitia Ajak Semua Pihak Bersikap Bijak

    Tanggapi Polemik Mananggu Cup, Ketua Panitia Ajak Semua Pihak Bersikap Bijak

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 88
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – MANANGGU – Turnamen sepak bola Mananggu Cup 1 yang direncakan pada bulan November 2026 mendatang mulai menuai polemik, utamanya mengenai sumber anggaran. Ketua Panitia Noldy Biya mengajak semua pihak agar menyikapinya dengan bijak. Sebab menurutnya, perbedaan pandangan, ada pihak yang suka atau tidak suka terhadap turnamen, itu hal yang biasa. Kata dia, dinamika […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

expand_less