Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 266
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, kecemasan terhadap gejala militerisasi hari ini bukan paranoia yang lahir dari ruang kosong. Ia berangkat dari ingatan sejarah. Samuel P. Huntington, dalam teorinya tentang objective civilian control, pernah menegaskan bahwa profesionalisme militer hanya bisa dijaga ketika tentara fokus pada fungsi pertahanan, bukan ditarik terlalu jauh ke dalam urusan politik dan sosial domestik. Ketika batas antara sipil dan militer mulai kabur, bukan hanya demokrasi yang terancam, tetapi juga profesionalisme tentara itu sendiri. Militer akan semakin sering berhadapan dengan rakyat sipil menggunakan logika komando dan disiplin tempur, sesuatu yang sangat berbeda dari prinsip pelayanan publik dalam negara demokratis.

Bahaya terbesar dari normalisasi militerisasi sebenarnya tidak selalu tampak dalam bentuk represif yang kasar. Kemunduran demokrasi sering berjalan perlahan, nyaris tanpa disadari. Ia dimulai dari kompromi-kompromi kecil yang dianggap sementara, lalu berubah menjadi kebiasaan. Publik mulai terbiasa melihat aparat bersenjata hadir di ruang sipil, dan negara semakin mudah menggunakan pendekatan keamanan untuk menjawab persoalan sosial, ekonomi, bahkan kritik politik. Dalam kondisi seperti itu, dialog dianggap lamban, perdebatan dipandang mengganggu stabilitas, sementara kepatuhan dijadikan ukuran utama ketertiban.

Kita bisa belajar dari banyak negara yang pernah mengalami kemunduran demokrasi secara bertahap. Myanmar adalah contoh paling ekstrem tentang bagaimana dominasi militer yang dibiarkan terlalu kuat pada akhirnya meruntuhkan seluruh bangunan demokrasi. Tentu konteks Indonesia tidak sepenuhnya sama, tetapi sejarah selalu menunjukkan pola yang mirip: demokrasi melemah bukan hanya karena kudeta besar yang dramatis, melainkan karena publik perlahan kehilangan sensitivitas terhadap penyempitan ruang sipil.

Yang paling mengkhawatirkan dari situasi ini sesungguhnya adalah perubahan cara berpikir dalam melihat negara. Ketika setiap persoalan publik diselesaikan dengan pendekatan keamanan, kita sedang bergerak menuju budaya politik yang miskin dialog. Konflik agraria, kritik kebijakan, demonstrasi mahasiswa, hingga persoalan sosial masyarakat tidak lagi dilihat sebagai bagian dari dinamika demokrasi, melainkan sebagai gangguan yang harus ditertibkan. Padahal demokrasi yang sehat justru tumbuh dari keberanian berbeda pendapat, bukan dari keseragaman yang dipaksakan.

Karena itu, menegaskan batas antara wilayah sipil dan militer bukan berarti anti terhadap tentara. Justru sebaliknya, itu adalah bentuk penghormatan agar militer tetap menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terhormat di bidangnya. Negara membutuhkan tentara yang tangguh untuk menjaga perbatasan dan kedaulatan. Tetapi negara juga membutuhkan supremasi sipil yang kokoh agar kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu institusi bersenjata.

kebebasan warga untuk bersuara tanpa rasa takut. Sebab negara yang terlalu bergantung pada pendekatan keamanan lambat laun akan kehilangan kemampuan untuk mendengar rakyatnya sendiri. Reformasi 1998 seharusnya terus dirawat sebagai pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa banyak aparat hadir di ruang publik, melainkan dari seberapa kuat institusi sipil dan kesadaran demokrasinya mampu berdiri tanpa bayang-bayang senjata.

Reformasi 1998 seharusnya terus diingat bukan sebagai nostalgia politik, melainkan sebagai kesepakatan sejarah: bahwa militer adalah pelindung bangsa di garis pertahanan, bukan pengawas kehidupan sipil warga negara.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 322
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam laporan tahunan 2025 yang mendorong pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode memicu perdebatan luas. Isu ini bukan sekadar teknis organisasi, tetapi menyentuh jantung relasi antara negara, partai politik, dan kualitas demokrasi di Indonesia. Di satu sisi, KPK melihat tata kelola partai sebagai salah […]

  • Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Peringatan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember 2024 kemarin sejatinya adalah perayaan untuk menghargai jasa perjuangan seorang ibu. Hari Ibu adalah hari dimana seorang ibu mendapatkan ucapan atas jasa-jasanya selama ini. Menghargai kedudukannya, peran dan kontribusi dalam rumah tangga. Sebagaimana tema Hari Ibu Nasional 2024 bertajuk; Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya […]

  • Izin Pinjam Pakai Mandek, PC PMII Barru Tagih Kepastian Sekda Soal Eks Kantor Kesbangpol

    Izin Pinjam Pakai Mandek, PC PMII Barru Tagih Kepastian Sekda Soal Eks Kantor Kesbangpol

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com,  BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru menyoroti belum diterbitkannya surat izin pinjam pakai aset daerah yang rencananya akan digunakan sebagai sekretariat organisasi tersebut.  Aset yang dimaksud merupakan bekas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barru. Menurut PC PMII Barru, bangunan tersebut sebelumnya telah dijanjikan untuk dapat digunakan […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Namun, tentu saja selain telah diprogramkan oleh pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah juga mulai merancang fasilitas masjid ramah disabilitas. Terlebih Gorontalo menyandang julukan ‘Serambi Madinah’, dengan falsafah adat yang berlandaskan kitabullah. Di Aceh, daerah dengan julukan Serambi Makkah terdapat empat masjid yang memenuhi standar layak disabilitas di antaranya : Masjid Raya Baiturrahman, Masjid […]

  • Polres Maros Ungkap 6 Kasus Narkotika, 8 Tersangka Diamankan dan 84 Botol Cairan Sintetis Disita

    Polres Maros Ungkap 6 Kasus Narkotika, 8 Tersangka Diamankan dan 84 Botol Cairan Sintetis Disita

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Satuan Reserse Narkoba Polres Maros mengungkap enam perkara tindak pidana narkotika dalam kurun waktu 1–14 Agustus 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan delapan tersangka dan menyita 84 botol kaca semprot berisi cairan sintetis yang terbukti mengandung narkotika golongan I. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Maros AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H., dalam […]

  • PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PANGKEP, NULONDALO.COM –Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, menyesalkan belum adanya respons dari Kasatreskrim Polres Pangkep AKP Abd Halim, S.H., dan Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, S.H., S.I.K., terkait konfirmasi mengenai pernyataan Jihan, staf Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel), tentang asal-usul bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang […]

expand_less