Breaking News
dark_mode
Trending Tags

SAKTI Sentil Banyak Mahasiswa di Majannang: Pintar di Luar, Membisu di Kampung Sendiri 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS – Desa Majannang kembali menjadi sorotan setelah salah satu tokoh pemuda desa, Sakti, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sebagian pemuda di Dusun Taipa, Desa Majannang, yang dinilai mulai kehilangan kepedulian terhadap masa depan desanya sendiri.

Menurut Sakti, banyak pemuda saat ini lebih memilih diam dan acuh terhadap berbagai persoalan sosial di desa. Bahkan, sebagian besar dianggap lebih sibuk dengan permainan game, nongkrong tanpa arah, hingga enggan hadir dalam forum diskusi kepemudaan.

“Kebanyakan pemuda memilih diam dengan alasan tidak tahu atau bodoh amat soal desanya sendiri. Padahal masa depan desa ada di tangan pemuda,” tegas Sakti.

Ia mengaku prihatin melihat minimnya minat generasi muda untuk belajar memahami kondisi desa. Menurutnya, banyak pemuda merasa suara mereka tidak pernah didengar, namun di sisi lain mereka juga tidak memiliki kemauan untuk ikut belajar dan terlibat dalam perubahan.

“Bagaimana mau tahu kalau tidak mau belajar? Ketika dipanggil diskusi, tidak ada yang minat. Lebih penting main game dan nongkrong tidak jelas arahnya mau ke mana,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sakti menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan karena merasa paling pintar, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial pemuda di kampung halamannya. Ia percaya, jika seluruh pemuda bisa bersatu dan meninggalkan ego masing-masing, Desa Majannang dapat berkembang menjadi desa yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

“Saya bukan sok pintar, tapi saya percaya kalau pemuda bersatu membangun desa, maka desa ini bisa berubah. Kita memang berbeda pemikiran, tapi sampai kapan kita terus diam?” katanya.

Tak hanya menyentil pemuda umum, Sakti juga menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Desa Majannang yang dinilai kehilangan jiwa kritis ketika kembali ke kampung halaman. Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang aktif dan berani saat berada di luar daerah, namun memilih bungkam ketika melihat ketidakadilan di desanya sendiri.

“Mirisnya, banyak mahasiswa keluar kampung untuk belajar, tapi datang di kampung jadi cacing. Mereka tahu ada ketidakadilan, tapi tidak ada keberanian untuk bersuara. Di mana jiwa kritisnya?” ucap Sakti.

Ia juga menilai ilmu yang didapat di luar daerah seharusnya bisa dibawa pulang untuk membangun desa sendiri, bukan justru lebih sibuk membangun tempat lain sementara kampung halaman dibiarkan tertinggal.

“Belajar itu penting, tapi ilmu kalian juga harus disumbangkan untuk desa sendiri. Jangan lebih memilih membangun kampung orang daripada kampung sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Sakti mengajak seluruh pemuda Desa Majannang, khususnya di Dusun Taipa, agar mulai membuka mata terhadap kondisi sosial di lingkungan mereka. Ia berharap generasi muda tidak takut menyuarakan kebenaran dan berani terlibat dalam pembangunan desa.

“Mengetahui ketidakadilan lalu memilih diam adalah bentuk pengkhianatan. Pemuda jangan takut bersuara, karena perubahan desa dimulai dari keberanian anak mudanya sendiri,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Rumah Zakat bergerak cepat dengan menerjunkan tim relawan ke lokasi terdampak, Jumat (3/4/2026). Tim respon kemanusiaan dipimpin oleh Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo, Sandy Syafrudin Nina, yang telah berangkat sejak pukul 07.00 WITA dari Gorontalo. Dengan estimasi perjalanan darat sekitar delapan jam, […]

  • Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Saya tetap datang meski acara telah berada di penghujung. Wajah sumringah sang putri dan semangatnya untuk hadir bak serdadu yang mau merangsek ke markas musuh, membuat saya tak tega. Saya datang demi melihatnya tersenyum di atas panggung, meski hanya sekejap. Dan di atas segalanya ini adalah tentang  rasa syukur. Maka hadirlah saya tepat ketika semua orang […]

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Aktivis Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Harita Group di Jakarta. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang nikel tersebut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, 14 Mei 2025. Dalam orasinya, massa BIM-MALUT mengecam tindakan PT Harita […]

  • UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, gugatan diarahkan pada ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dinilai berpotensi inkonstitusional dan mencederai prinsip kedaulatan rakyat. Permohonan pengujian materiil diajukan oleh Koalisi Kawal Pemilu dan Demokrasi Indonesia yang diwakili Miftahol Arifin selaku Ketua […]

  • Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS Play Button

    Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 421
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS. Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis […]

expand_less