Breaking News
dark_mode
Trending Tags

SAKTI Sentil Banyak Mahasiswa di Majannang: Pintar di Luar, Membisu di Kampung Sendiri 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS – Desa Majannang kembali menjadi sorotan setelah salah satu tokoh pemuda desa, Sakti, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sebagian pemuda di Dusun Taipa, Desa Majannang, yang dinilai mulai kehilangan kepedulian terhadap masa depan desanya sendiri.

Menurut Sakti, banyak pemuda saat ini lebih memilih diam dan acuh terhadap berbagai persoalan sosial di desa. Bahkan, sebagian besar dianggap lebih sibuk dengan permainan game, nongkrong tanpa arah, hingga enggan hadir dalam forum diskusi kepemudaan.

“Kebanyakan pemuda memilih diam dengan alasan tidak tahu atau bodoh amat soal desanya sendiri. Padahal masa depan desa ada di tangan pemuda,” tegas Sakti.

Ia mengaku prihatin melihat minimnya minat generasi muda untuk belajar memahami kondisi desa. Menurutnya, banyak pemuda merasa suara mereka tidak pernah didengar, namun di sisi lain mereka juga tidak memiliki kemauan untuk ikut belajar dan terlibat dalam perubahan.

“Bagaimana mau tahu kalau tidak mau belajar? Ketika dipanggil diskusi, tidak ada yang minat. Lebih penting main game dan nongkrong tidak jelas arahnya mau ke mana,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sakti menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan karena merasa paling pintar, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial pemuda di kampung halamannya. Ia percaya, jika seluruh pemuda bisa bersatu dan meninggalkan ego masing-masing, Desa Majannang dapat berkembang menjadi desa yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

“Saya bukan sok pintar, tapi saya percaya kalau pemuda bersatu membangun desa, maka desa ini bisa berubah. Kita memang berbeda pemikiran, tapi sampai kapan kita terus diam?” katanya.

Tak hanya menyentil pemuda umum, Sakti juga menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Desa Majannang yang dinilai kehilangan jiwa kritis ketika kembali ke kampung halaman. Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang aktif dan berani saat berada di luar daerah, namun memilih bungkam ketika melihat ketidakadilan di desanya sendiri.

“Mirisnya, banyak mahasiswa keluar kampung untuk belajar, tapi datang di kampung jadi cacing. Mereka tahu ada ketidakadilan, tapi tidak ada keberanian untuk bersuara. Di mana jiwa kritisnya?” ucap Sakti.

Ia juga menilai ilmu yang didapat di luar daerah seharusnya bisa dibawa pulang untuk membangun desa sendiri, bukan justru lebih sibuk membangun tempat lain sementara kampung halaman dibiarkan tertinggal.

“Belajar itu penting, tapi ilmu kalian juga harus disumbangkan untuk desa sendiri. Jangan lebih memilih membangun kampung orang daripada kampung sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Sakti mengajak seluruh pemuda Desa Majannang, khususnya di Dusun Taipa, agar mulai membuka mata terhadap kondisi sosial di lingkungan mereka. Ia berharap generasi muda tidak takut menyuarakan kebenaran dan berani terlibat dalam pembangunan desa.

“Mengetahui ketidakadilan lalu memilih diam adalah bentuk pengkhianatan. Pemuda jangan takut bersuara, karena perubahan desa dimulai dari keberanian anak mudanya sendiri,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 457
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program […]

  • Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    Puluhan Ulama Perempuan Isi Pengajian Ramadan yang digagas KUPI

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) baru saja meluncurkan (launching) program Ngaji KUPI Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Acara pembukaan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh puluhan ulama perempuan dan lembaga jejaring KUPI. Pertemuan dipandu langsung oleh penulis dan pegiat isu gender, Kalis Mardiasih. Melalui rangkaian pengajian […]

  • 31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Nulondalo, Malang – Suasana Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang, Kabupaten Malang, kian semarak menjelang pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI. Hingga Rabu (30/9/2026) pukul 15.19 WIB, sebanyak 31 kontingen putra dan putri telah menyelesaikan proses registrasi ulang. Jumlah tersebut terdiri atas 30 kontingen tingkat provinsi dan satu kontingen tuan rumah dari Pondok Pesantren […]

  • MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum. Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) […]

expand_less