Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- visibility 131
- print Cetak

Ilustrasi/nulondalo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik.
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru sering memicu tindak kriminal ringan seperti pencopetan dan konflik antarindividu. “Kerumunan besar dengan pengamanan yang kurang optimal bisa membuka peluang kejahatan, terutama jika disertai konsumsi alkohol berlebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan dan kembang api sembarangan. Selain berisiko menimbulkan cedera, petasan juga berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat.
Di sektor transportasi, pengamat keselamatan jalan dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyoroti peningkatan kecelakaan lalu lintas setiap malam pergantian tahun. Faktor kelelahan, pengaruh alkohol, dan kepadatan jalan menjadi penyebab utama. Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari berkendara jarak jauh dan memanfaatkan transportasi umum.
Dari sisi cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang masih tinggi di akhir Desember. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Guswanto, meminta masyarakat mewaspadai banjir, longsor, dan pohon tumbang saat merayakan malam tahun baru di ruang terbuka.
Para ahli sepakat bahwa pergantian tahun sebaiknya dirayakan secara sederhana, aman, dan bertanggung jawab. Keselamatan diri dan orang lain menjadi kunci agar tahun baru dapat diawali dengan rasa aman dan harapan positif.
Imbauan Malam Pergantian Tahun Masehi
Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia mengimbau seluruh masyarakat agar merayakan malam pergantian Tahun Masehi dengan tertib, aman, dan bertanggung jawab.
Kapolri melalui jajarannya meminta masyarakat untuk:
-
Menghindari penggunaan petasan dan kembang api ilegal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
-
Tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan serta menjauhi narkoba.
-
Mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengemudi dalam kondisi lelah atau di bawah pengaruh alkohol.
-
Menghindari kerumunan berlebihan serta menjaga barang bawaan pribadi.
-
Mewaspadai kondisi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat dan angin kencang.
“Rayakan tahun baru dengan kegiatan positif. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho, Kepala Divisi Humas Polri.
Senada dengan itu, Kementerian Dalam Negeri mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang refleksi dan penguatan nilai kebersamaan. “Tidak perlu euforia berlebihan. Yang terpenting adalah keamanan, ketertiban, dan ketenangan,” kata Dr. Tomsi Tohir, Sekjen Kemendagri.
Aparat gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait akan melakukan pengamanan di sejumlah titik keramaian untuk memastikan perayaan malam tahun baru berjalan aman dan kondusif.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar