Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada tahun 1927, seorang psikolog Soviet bernama Bluma Zeigarnik melakukan penelitian yang hasilnya kemudian dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Konon, inspirasinya muncul setelah ia mengamati pelayan restoran yang mampu mengingat pesanan pelanggan yang belum dibayar dengan sangat rinci, tetapi segera melupakannya setelah transaksi selesai. Pengamatan sederhana ini kemudian diuji melalui eksperimen psikologis dan menghasilkan temuan yang menarik: manusia cenderung lebih mudah mengingat tugas yang belum selesai dibandingkan tugas yang sudah tuntas.

Zeigarnik sepertinya terpengaruh dengan pemikiran Gestalt bahwa tugas yang belum selesai menciptakan semacam “ketegangan psikologis”. Selama ketegangan itu masih ada, perhatian manusia terus kembali pada urusan tersebut. Ketika tugas selesai, ketegangan mereda dan perhatian pun beralih ke hal lain.

Meskipun lahir dari penelitian tentang memori dan perhatian individu, gagasan ini menarik untuk dibawa ke kehidupan organisasi.

Seringkali, ada organisasi yang memiliki sumber daya cukup, struktur yang rapi, dan program yang jelas, tetapi terasa berjalan tanpa energi. Ada pula organisasi dengan segala keterbatasannya yang justru dipenuhi antusiasme dan keterlibatan. Perbedaannya sering kali tidak terletak pada sumber daya, melainkan pada ada atau tidaknya sesuatu yang masih ingin diwujudkan bersama.

Organisasi tidak hanya hidup dari capaian-capaian yang telah diraih. Ia juga hidup dari kemungkinan-kemungkinan yang masih terbuka. Sebuah visi, cita-cita, atau agenda bersama yang belum selesai sering kali menjadi sumber energi yang lebih kuat daripada daftar keberhasilan yang sudah dicapai.

Di dunia seni, prinsip ini sudah lama digunakan. Banyak novel diakhiri dengan plot yang menggantung. Film sering berakhir dengan adegan yang masih menyisakan pertanyaan. Demikian pula lukisan abstrak. Ruang yang dibiarkan terbuka tersebut mendorong penikmat untuk berpikir, menafsirkan, dan menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri. Dengan cara itu, penikmat karya tidak hanya menerima makna, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pembentukannya.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, anggota Komisi II DPRD Maros, Arie Anugrah, mendesak Pemerintah Kabupaten Maros untuk lebih serius menggenjot pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Saat ini, realisasi pembayaran masih berada pada angka 84 persen, sementara waktu yang tersisa untuk menutup tahun hanya tinggal hitungan pekan. Arie menyebut […]

  • Proyek Jalan Akses Stasiun Ma’rang Disorot, Material Timbunan Diduga Berasal dari Tambang Tak Berizin

    Proyek Jalan Akses Stasiun Ma’rang Disorot, Material Timbunan Diduga Berasal dari Tambang Tak Berizin

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, PANGKEP — Proyek pembangunan Jalan Akses Stasiun Ma’rang dan fasilitas pendukung lainnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi sorotan. Proyek infrastruktur yang berada di bawah Kementerian Perhubungan tersebut diduga menggunakan material timbunan yang berasal dari aktivitas tambang galian C yang belum jelas legalitasnya. Berdasarkan penelusuran di lapangan, dugaan tersebut mencuat setelah seorang penggiat […]

  • APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 520
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi DPRD Sulteng terkait konflik […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

  • Sistem Informasi Akuntansi Langit

    Sistem Informasi Akuntansi Langit

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Dalam dunia akuntansi modern, kita mengenal istilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA)—sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, memproses, dan melaporkan transaksi keuangan agar organisasi bisa mengambil keputusan yang tepat. Ada server, database, audit trail, hingga sistem pengendalian internal. Semua tampak rapi, logis, dan bisa diaudit. Namun setiap Ramadhan, umat manusia sebenarnya sedang berhadapan dengan sebuah Sistem Informasi […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

expand_less