Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 116
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri.

Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil.

PT. PETS bukanlah perusahaan tanpa rekam jejak. Nama perusahaan ini sejak lama melekat dengan konflik sosial di Kabupaten Pohuwato, di mana masyarakat penambang tradisional berhadapan dengan kekuatan modal dan kepentingan tambang berskala besar. Bentrokan, penggusuran, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi kenyataan pahit yang belum tuntas.

Dalam situasi seperti itu, munculnya proposal kegiatan dari PKC ke perusahaan yang sedang berkonflik dengan rakyat jelas merupakan ironi moral yang sulit diterima.

“Ini bukan sekadar kegiatan. Ini masalah arah perjuangan,” tegas Amar, Wakil Ketua II PMII di tingkat cabang yang kecewa atas langkah tersebut.

Sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim rakyat, PMII seharusnya menjadi kritis terhadap kekuasaan dan kapital, bukan justru mendekat untuk memperoleh keuntungan material. Proposal kepada perusahaan tambang yang sedang menjadi sorotan publik mencerminkan hilangnya sensitivitas sosial dan lemahnya integritas pergerakan mahasiswa.

PKC PMII Gorontalo tampak gagal membaca situasi sosial yang sedang terjadi di daerahnya sendiri. Alih-alih menjadi penengah moral antara rakyat dan korporasi, mereka justru tampak ikut bermain di ruang abu-abu yang berpotensi menodai independensi organisasi

Yang lebih memprihatinkan, tindakan itu dilakukan tanpa koordinasi dan komunikasi terbuka dengan pengurus cabang, yang seharusnya menjadi bagian penting dari struktur kolektif PMII di daerah. Hal ini memperlihatkan gejala elitisasi organisasi, di mana keputusan besar diambil tanpa memperhitungkan suara akar rumput kader sendiri.

Amar Menambahkan, pengajuan proposal ini adalah tanda bahaya: ketika idealisme mahasiswa mulai tergadaikan di hadapan kepentingan pragmatis.

Sepemahaman kami, Organisasi mahasiswa seperti PMII tidak boleh berubah menjadi lembaga proyek yang berorientasi pada dana dan fasilitas, apalagi dari pihak yang selama ini menjadi sumber penderitaan masyarakat. Karena begitu idealisme dijual, yang tersisa hanyalah nama besar tanpa makna perjuangan.
PMII harus kembali ke jati dirinya: menjadi gerakan yang menegakkan keadilan sosial, melawan ketimpangan, dan menolak segala bentuk kompromi dengan kekuasaan yang menindas rakyat.”ujarnya

Terakhir, ketika mahasiswa mulai menulis proposal kepada pihak yang sedang menindas rakyatnya sendiri, itu bukan lagi kolaborasi — itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita pergerakan.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US.433.761

    Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US$11.433.761

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Nilai ekspor Mei 2025 Provinsi Gorontalo sebesar US$11.433.761. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 123,25 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5.121.461. “Ekspor melalui pelabuhan atau bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 adalah sebesar US$2.901.823 dengan komoditas Gula/Kembang Gula (HS 17) dan komoditas Pelet Kayu (HS 44),” kata Dwi Alwi Astuti […]

  • Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

    Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 87
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 24 Juni 2026. Kepastian jadwal tersebut diperoleh setelah panitia pusat, panitia provinsi, dan panitia kabupaten menggelar rapat koordinasi bersama pada Kamis (11/6/2026). Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjelaskan bahwa rangkaian PENAS […]

  • Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Pada Jumat (3/4/2026), para mahasiswa mengikuti kegiatan International Scholars Coffee Hour di University of California, Riverside. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berdialog dan bertukar gagasan dengan para cendekiawan dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, mahasiswa […]

  • Berdebat Panjang di Kemendagri, Srikandi Puncak Botu Ini Bersikeras Bonpes Jadi Daerah Definif

    Berdebat Panjang di Kemendagri, Srikandi Puncak Botu Ini Bersikeras Bonpes Jadi Daerah Definif

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mendatangi gedung Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat, (7/2/2025), kemarin. Kedatangan mereka guna menindaklanjuti usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), Bone Pesisir. Akan tetapi saat kedatangan itu didapati Bone Pesisir tidak termasuk dalam daftar usulan. Dari sekian daftar usulan yang tengah dipaparkan, hanya Bone Pesisir yang tidak ada dalam daftar usulan. […]

  • Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Katolik di Indonesia yang jatuh pada 25 Desember 2025 merupakan momentum sarat nilai spiritual. Ia bukan sekadar peringatan kelahiran Yesus Kristus, melainkan ruang refleksi tentang kasih, perdamaian, dan kemanusiaan. Namun, Natal juga hadir dalam lanskap sosial Indonesia yang lebih luas–sebuah negeri yang tidak pernah kekurangan perayaan. Dari harlah organisasi, […]

expand_less