Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”.

Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam,

Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he.

Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami diberi kewenangan mengatur lalu lintas kehidupan beragama di negeri ini agar dapat berjalan dengan hamonis dan seimbang. Dari sisi pelayanan, semua kami layani tanpa memandang ras, suku, budaya dan agama. Kami tak mengenal istilah mayoritas dan minoritas. Kami juga tak mengenal apa yang disebut dengan warga kelas satu ataupun kelas dua. Semua kami perlakukan sama sebagai warga negara. Semua mendapakan hak yang sama sebagai rakyat yang mendiami nusantara.

Hak apa saja itu ? Hak untuk beribadah dengan tenang dalam suasana aman dan tentram, hak untuk bermuamalah dalam suasana senang dan nyaman serta hak menjalani kehidupan bermasyarakat yang damai dan toleran dalam bingkai moderasi beragama.

Komitmen inilah yang selalu ditekankan dan ditanamkan ke dalam jiwa oleh para pemimpin tertinggi rumah besar kami dari generasi ke generasi hingga saat ini. Komitmen ini pula yang mengharuskan siapa saja yang memimpin rumah besar kami untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis dan membuat regulasi-regulasi yang tepat.

Sahabat Cam,

Saat ini rumah besar kami dipimpin oleh Yaqut Cholil Qoumas yang akrab kami sapa dengan Gus Men. Jika sejak kepemimpinan beliau menurutmu banyak mengeluarkan statemen dan kebijakan kontroversi, sebut saja afirmasi agama Baha’i, doa lintas agama pada acara resmi, selajutnya ada edaran tentang pengeras suara dan yang terviral saat ini yaitu pernyataan yang dianggap membandingkan antara azan dengan anjing.

Sahabat Cam,

jika kau mengatakan bahwa semua kebijakan dan stetemen yang dikeluarkan oleh Gus Men termasuk edaran pengeras suara serta komentar terakhir yang sudah dipelintir oleh media itu adalah kesalahan fatal dan menurutmu sudah merupakan penistaan agama, maka dengan lantang dan tegas aku nyatakan tidak ! Sekali lagi, tidak !

Sahabat Cam,

Kau pasti berkata : “Yang sudah nyata-nyata salah, kok dibela ? Dibenarkan lagi.”

Cam,

dengarkan dan simak baik-baik penjelasanku ! Mengapa Gus Men mati-matian aku bela ? Ini alasanya :

1. Gus Men adalah pemimpin sekaligus ayah di rumah besar kami. Aku dan kami semua berkewajiban membelanya. Bukankah semua anak pasti membela orang tuanya meskipun orang tuanya salah. Dalam posisi salah pun dibela, Apatah lagi orang tuanya berada di pihak yang benar. Harus dibela.

Perlu kau tahu, Cam,

Selain kebenaran dan kesalahan mutlak, ada juga kebenaran dan kesalahan yang bersifat nisbi. Kebenaran dan kesalahan yang bersifat nisbi itu tergantung persepsi dan tendensi masing-masing. Oleh karena itu bisa saja kau mengataka bahwa Gus Men salah, tapi aku dan kami semua mengatakan benar. Mengapa benar ? Ya, memang faktanya begitu. Ok ? Lanjut ya ?

2. Kalau kau mempelajari, menelaah dan mendalami hakekat di balik semua kebijakan dan statemen Gus Men yang kau anggap kontroversi itu, maka kau akan dapatkan bahwa apa yang dilakukan Gus Men tersebut tidak lebih dari kemauan menjalankan apa yang menjadi komitmen di rumah besar kami, yaitu Komitmen keagamaan moderat, komitmen kemanusiaan universal, dan komitme kebangsaan berintegritas. Mudah-mudahan yang ini kau bisa paham. Ok ? Aku lanjut lagi.

3. Kalau kau katakan bahwa Edaran No 5 Tahun 2022 melarang azan, maka kau salah besar. Baca lagi edaran tersebut dengan baik. Bila perlu pakai kacamata minus atau plus agar lebih terang dan jelas. Jika sudah dibaca kembali, tunjukkan kepadaku mana kata atau kalimat yang menyatkan melarang. Aku tunggu jawabanya ya ? Kemudian jika kau pertanyakan mengapa azan diatur-atur, maka kukatakan padamu bahwa bukan azannya yang diatur tapi yang diatur adalah kapan dan bagaimana penggunan pengeras suaranya. Adapun bagaimana cara mengumandangkan azan yang baik, hanya sekedar himbauan buat muadzin. Jelas ? Lanjut !

4. Gus Men sama sekali tidak membandingkan azan dengan gonggongan anjing. Karena jangankan menggunakan dalil syar’i, menggunakan dalil aqli pun, azan dan gonggongan anjing pasti tidak akan pernah sebanding. Nah, kalau kemudian kau katakan bahwa Gus Men melakukan perbandingan yang menurutmu menghina atau melecehkan azan, berarti logikamu yang keliru. Ada kesalahan dalam memahami narasi yang asli dan masih utuh. Jangan-jangan kau tak memiliki rekaman aslinya. Sudah pasti akan lebih fatal lagi jika pemahmanmu didasarkan pada narasi gorengan media yang sudah dipenggal-penggal, dipelintir dan dipastikan dua ratus persen tidak orisinil.

Wallahu A’lam

Sekian dulu ya Cam !!!

Gorontalo, 26 Februari 2022

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Dunia penulisan sedang mengalami turbulensi seiring dengan munculnya Artificial Intelligence (AI). Penulis-penulis baru berbasis AI bermunculan. Para penulis konvensional mulai merasakan ruang yang dulu mereka kuasai tak lagi eksklusif. Dunia yang sebelumnya otentik dan terbentuk melalui proses panjang kini  ditantang dengan hadirnya tulisan-tulisan yang lahir dari mesin. Lebih cepat secara proses, lebih rapi secara struktur, dan lebih massif […]

  • Ketika Alam Bicara

    Ketika Alam Bicara

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah. Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

  • Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025–2030. Pengunduran diri disampaikan melalui surat resmi dan berlaku sejak tanggal penandatanganan. Keputusan ini dipengaruhi faktor usia dan masa pengabdian panjang di MUI. Ma’ruf Amin menilai sudah saatnya membuka ruang bagi regenerasi […]

  • Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral Play Button

    Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Universitas Islam Makassar (UIM) resmi memberhentikan dosennya, Amal Said alias AS, setelah aksinya meludahi kasir swalayan di Makassar viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan menuai kecaman publik. Insiden itu terjadi pada Rabu (24/12). Dalam video yang beredar, AS tampak meludahi kasir saat hendak membayar belanjaan. Aksi tersebut diduga dipicu teguran karena […]

  • SPPG Maros Bontoa Pajukukang Gelar Undian Umroh Gratis Sebagai Apresiasi Mitra Program Makan Bergizi gratis

    SPPG Maros Bontoa Pajukukang Gelar Undian Umroh Gratis Sebagai Apresiasi Mitra Program Makan Bergizi gratis

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros. 13 September 2026– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] Maros Bontoa Pajukukang menggelar acara Ulang tahun yang ke 1 tahun SPPG Maros Bontoa Pajukukang serta Undian Umroh Gratis sebagai bentuk apresiasi kepada para Relawan yang telah Bekerja dan mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros dihadiri oleh Mitra,staf […]

expand_less