Dadan Hindayana: Dari Akademisi dan Ahli Entomologi hingga Terseret Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

Dadan Hindayana mengenakan rompi tahanan dan borgol saat digiring petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, terkait kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Doc. Kejagung RI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun jauh sebelum itu, Dadan dikenal sebagai akademisi dan pakar entomologi yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan penelitian.
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada tahun 1967. Karier akademiknya dimulai setelah lulus sebagai mahasiswa terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990. Prestasi tersebut membawanya melanjutkan studi doktoral di bidang entomologi di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, pada periode 1997–2000.
Setelah meraih gelar doktor, Dadan kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri sebagai dosen di IPB. Ia mengajar bidang entomologi serta aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang pertanian, tumbuhan, dan pengendalian hama. Berbagai karya ilmiah yang diterbitkannya menjadikan Dadan dikenal luas sebagai salah satu ahli entomologi di Indonesia.
Masuk Lingkaran Pemerintahan
Perjalanan karier Dadan mulai bergeser ke ranah kebijakan publik ketika Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan pada era Presiden Joko Widodo. Ketertarikan Prabowo terhadap isu ketahanan pangan dan pertanian membuka ruang bagi keterlibatan sejumlah akademisi, termasuk Dadan.
Menjelang Pilpres 2024, Dadan bergabung sebagai bagian dari tim pakar yang mendukung penyusunan program-program strategis Prabowo. Setelah Prabowo terpilih sebagai Presiden, Dadan dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo, mengingat lembaga tersebut telah dibentuk sebelum pemerintahan baru mulai bekerja.
Kontroversi Selama Menjabat Kepala BGN
Selama memimpin BGN, Dadan beberapa kali menjadi sorotan publik terkait berbagai kebijakan dan pernyataannya.
Pada Mei 2025, saat menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Dadan mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi dua liter susu setiap hari guna mendukung pertumbuhan anak.
Pernyataan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan yang menilai anjuran tersebut kurang realistis dengan kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meski demikian, Dadan tetap mempertahankan pandangannya dan menyatakan bahwa konsumsi susu dalam jumlah tersebut bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar