Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com- Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat, cuaca ekstrem, dan faktor alam disebut sebagai penyebab utama namun di media sosial muncul tudingan bahwa penyebabnya juga berkaitan dengan kebijakan pembukaan lahan saat mantan menteri kehutanan, Zulkifli Hasan menjabat.

Penyebab Banjir: Cuaca Ekstrem & Lingkungan Terkikis

Menurut laporan resmi, bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah oleh bibit siklon tropis — yang memicu hujan deras, angin kencang, serta kondisi lembap ekstrem.

Namun tidak hanya faktor cuaca. Pegiat dan organisasi lingkungan serta laporan menyebut bahwa kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, penebangan hutan, dan alih fungsi lahan memperparah dampak banjir dan longsor. Saat hujan ekstrem terjadi, kawasan hutan yang sudah terganggu tak lagi mampu menyerap air dengan baik, sehingga risiko longsor dan banjir meningkat

Hasilnya tragis, ribuan warga terpaksa mengungsi, puluhan hingga ratusan korban luka atau meninggal, serta kerusakan berat pada rumah dan infrastruktur.

Tuduhan ke Zulkifli Hasan di Media Sosial

Di tengah krisis ini, di media sosial beredar narasi yang menuding bahwa kebijakan pembukaan lahan dan izin kehutanan yang dikeluarkan pada masa jabatan Zulkifli Hasan sebagai penyebab utama bencana. Tuduhan ini mengaitkan banjir dan longsor dengan kerusakan lingkungan akibat izin lahan — serta menganggap Zulhas bertanggung jawab atas dampak ekologis jangka panjang.

Namun, respons dari partainya menyebut tudingan itu “tidak berdasar” dan bahkan “mengarah ke fitnah.” Zulkifli sendiri membantah keras bahwa kebijakan masa lalunya bisa disalahkan atas bencana saat ini.

Menurut para pendukungnya, kebijakan kehutanan di masa jabatan Zulhas justru termasuk program penghijauan, seperti gerakan penanaman pohon massal dan moratorium izin pemanfaatan hutan.

Realitas Kompleks: Banyak Faktor, Sulit Menyalahkan Satu Pihak

Meski tudingan ke Zulhas ramai beredar, para analis dan pejabat memperingatkan bahwa penyebab bencana kali ini bersifat multifaktorial. Kombinasi cuaca ekstrem (termasuk siklon tropis), kondisi geografis, faktor alam dan lingkungan (termasuk kondisi hutan), serta dampak akumulatif perubahan iklim membuat sulit menunjuk satu penyebab tunggal.
Pejabat pemerintahan menyebut bahwa laporan lengkap sudah sampai ke tingkat pusat.

Sementara itu, sebagai bagian dari tanggung jawab, pemerintah melalui koordinatornya Zulkifli Hasan telah memerintahkan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak banjir agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Korban Bertambah, Ribuan Mengungsi

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus membawa duka mendalam. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional

Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025:

– Korban meninggal dunia tercatat 659 jiwa.

– Orang hilang tercatat 475–504 orang.

BNPB melaporkan sekitar 1,1 juta orang mengungsi di 50 kabupaten/kota terdampak.

Selain itu, bencana ini telah mempengaruhi sekitar 3,2 juta jiwa, dan merusak ribuan rumah serta infrastruktur. Ada ribuan rumah rusak berat, ratusan jembatan dan fasilitas publik rusak.

Dampak Nyata di Lapangan

Di beberapa wilayah—misalnya di Sumatra Utara dan Aceh—evakuasi dilakukan massal. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, dan infrastruktur vital ikut rusak: jembatan terputus, jalan terendam, serta akses ke banyak desa terisolasi.

Situasi darurat semakin diperparah karena hujan ekstrem dan longsor beruntun, sehingga membantu evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Para ahli dan pejabat bencana menunjuk pada kombinasi faktor: curah hujan tinggi ekstrem, longsor di daerah dengan topografi rawan, serta kerusakan lingkungan dan deforestasi di beberapa area yang mengurangi kemampuan tanah dan hutan menyerap air. Saat hujan deras terjadi, bentang alam sudah tak optimal menyerap air, banjir bandang dan longsor jadi lebih parah.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gedung Nusantara DPR RI kembali menjadi ruang perdebatan gagasan antara kalangan aktivis muda dan para legislator. Merespons wacana revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri), tiga organisasi yang tergabung dalam “Trisula Pergerakan” yakni Pemuda Nusantara Ilmiah (PENSIL), Badan Riset Intelektual Mahasantri (BRIM), dan Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) menggelar audiensi dengan Komisi […]

  • Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Bertentangan dengan Putusan MK

    Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Bertentangan dengan Putusan MK

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 403
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Wacana sejumlah partai politik besar untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD dinilai bertentangan dengan konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK Nomor 110/PUU-XXII/2025 secara tegas menempatkan pilkada sebagai bagian dari rezim pemilu yang harus dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo, Eka Putra B. Santoso, […]

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Larangan tersebut disampaikan Menag sebagai bagian dari upaya menjaga integritas serta memastikan fasilitas negara digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai peruntukannya. “ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara […]

  • Beban Langit

    Beban Langit

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua laporan keuangan: yang satu laporan arus kas, yang lain laporan arus “ke atas”. Yang pertama bikin kepala pening, yang kedua bikin hati bening. Di antara keduanya, manusia sering keliru membedakan mana beban operasional, mana beban langit. Dalam akuntansi, kita mengenal beban (expense) sebagai pengurang laba. Listrik naik, harga cabai melonjak, […]

expand_less