Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
  • visibility 95
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo telah digelar pada 27 Oktober 2022 di Asrama Haji Gorontalo. Dalam proses pelaksanaannya, sejumlah catatan prosedural sempat menjadi perbincangan di kalangan internal. Namun tulisan ini tidak bermaksud mengurai seluruh polemik tersebut. Catatan ini lebih merupakan ajakan kepada para nahdliyin untuk membaca arah perjalanan NU Gorontalo lima tahun ke depan, berdasarkan kepemimpinan baru yang lahir dari forum Konferwil tersebut.

Dari hasil Konferwil ini, lahirlah pucuk kepemimpinan baru di tingkat wilayah. Posisi Rais Syuryiah dipercayakan kepada KH. Burhanuddin Umar, yang dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tujuh anggota tim AHWA ini berasal dari usulan Syuryiah di masing-masing cabang. Nama-nama yang diusulkan kemudian diserahkan kepada panitia untuk dibacakan dan ditabulasi berdasarkan jumlah dukungan terbanyak.

Setelah proses tabulasi dilakukan, pimpinan sidang menetapkan tujuh anggota AHWA tersebut. Selanjutnya, tim AHWA bermusyawarah untuk menentukan Rais Syuriyah. Hasilnya, KH. Burhanuddin Umar Pimpinan PP Al-Huda Kota Gorontalo itu terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Penetapan tersebut disahkan melalui presidium sidang yang dipimpin oleh Arten Mobongi sebagai ketua sidang, didampingi Muchlis Huntua sebagai sekretaris sidang dan Daud Dukalang sebagai anggota sidang.

Adapun tujuh anggota tim AHWA yang diusulkan oleh Syuriah cabang antara lain: KH. Abdul Rasyid Kamaru (Kota Gorontalo), KH. Helmi Podungge (Bone Bolango), Kiai Ahmad Masduki Aljabalani (Kabupaten Gorontalo), KH. Ali Mukmin (Pohuwato), KH. Burhanuddin Umar (Kota Gorontalo), KH. Muin Mooduto (Kota Gorontalo), dan Gus Abdullah Aniq Nawawi (Pohuwato).

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo dipercayakan kepada Ibrahim T. Sore yang dipilih secara aklamasi oleh para ketua tanfidziyah PCNU kabupaten/kota.

Namun dalam proses pemilihan tersebut, forum hanya menetapkan empat cabang yang dapat menggunakan hak pilihnya. Dua cabang lainnya, yakni PCNU Kabupaten Gorontalo dan PCNU Gorontalo Utara tidak dapat menggunakan hak suara. PCNU Kabupaten Gorontalo tidak memiliki Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sementara PCNU Gorontalo Utara masih memiliki SK tetapi masa kepengurusannya telah berakhir atau tidak lagi berlaku. Dengan demikian, kedua cabang tersebut secara otomatis tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam Konferwil.

Kondisi ini tentu memunculkan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap proses kepemimpinan NU di Gorontalo. Sikap pesimis terhadap kepengurusan baru tentu saja sah-sah saja, selama pesimisme tersebut disertai catatan dan alasan yang jelas. Sebab kepemimpinan organisasi ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bukanlah sekadar perkumpulan sosial tanpa arah. Organisasi ini memiliki visi dan misi yang jelas dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, berkeadilan, serta membawa kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Karena itu, kepemimpinan di tingkat wilayah seharusnya mampu menjabarkan visi tersebut dalam program kerja yang terarah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa PBNU akan banyak melibatkan kepengurusan NU di tingkat wilayah, cabang, hingga struktur paling bawah seperti MWCNU dan PRNU dalam menjalankan program-program nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran jam’iyyah sekaligus memperluas manfaat bagi jamaah hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu program yang pernah disampaikan Gus Yahya adalah mencetak sekitar 10 ribu wirasantri hingga tahun 2024. Selain itu, MWCNU dan PRNU juga akan dilibatkan dalam berbagai program sosial, termasuk program bimbingan perkawinan di masyarakat.

Namun menerjemahkan visi besar tersebut tentu bukan perkara mudah. Program nasional PBNU akan lebih mudah dijalankan apabila struktur organisasi NU di daerah tertata rapi hingga tingkat MWCNU dan PRNU. Dalam konteks Gorontalo, kondisi organisasi yang belum sepenuhnya solid dapat menjadi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan program-program tersebut.

Di sinilah pentingnya kaderisasi. Kaderisasi merupakan ruh sekaligus fondasi utama dalam menata organisasi. Melalui kaderisasi yang baik, NU dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter keislaman dan tradisi ke-NU-annya.

Proses kaderisasi juga memungkinkan lahirnya kader-kader yang mampu menjawab berbagai persoalan internal maupun eksternal organisasi. Dengan demikian, NU memiliki generasi pemimpin yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan kapasitas yang lebih baik.

Karena itu, regenerasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama harus terus ditumbuhkan. Tradisi koreksi terhadap kepemimpinan juga penting dijaga sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Kepemimpinan yang dinilai kurang berhasil tidak seharusnya dibiarkan tanpa evaluasi, apalagi ditempatkan kembali tanpa kritik.

Sebab pemimpin yang baik adalah mereka yang justru merasa bahagia ketika melihat generasi penerusnya tumbuh lebih baik daripada dirinya. Di situlah sebenarnya letak kematangan sebuah organisasi: ketika kepemimpinan mampu melahirkan kader yang lebih unggul di masa depan.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, menggelar kegiatan reses di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, Jumat (6/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari perubahan data bantuan sosial, kerusakan infrastruktur desa, hingga minimnya program pemberdayaan pemuda. Dzikyan yang juga Ketua […]

  • Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Program Kesehatan Gratis Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk warga akan segera dijalankan mulai Senin 10 Februari 2025. Hal tersebut merupakan salah satu program yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, khususnya di Gorontalo. Anggota Komisi IV DPRD Muhammad Dzikyan mengingatkan agar program tersebut dijalankan dengan mudah dan tidak menyulitkan warga masyarakat. Mengingat pendaftaran […]

  • Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan perayaan meriah dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo. Selain berbagai lomba dan kegiatan masyarakat, pemkot juga berencana menghadirkan grup musik papan atas Tanah Air, Wali, untuk menghibur warga pada malam puncak perayaan. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat memimpin rapat persiapan […]

  • BP3NU Gorontalo Gelar Raker, Bahas Statuta dan Regulasi Perguruan Tinggi NU

    BP3NU Gorontalo Gelar Raker, Bahas Statuta dan Regulasi Perguruan Tinggi NU

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3NU) Provinsi Gorontalo dijadwalkan menggelar Rapat Kerja (Raker) yang akan berlangsung di Ballroom Hotel Damhil, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pada Minggu, 10 Februari 2019. Rapat kerja tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan statuta serta kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sekaligus membahas regulasi perguruan tinggi swasta di lingkungan […]

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pembangunan 155 titik Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Target tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan MBG yang dibuka Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (4/9/2025). Sofian menyampaikan, hingga saat ini baru 15 titik yang beroperasi dan akan bertambah […]

expand_less