Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo telah digelar pada 27 Oktober 2022 di Asrama Haji Gorontalo. Dalam proses pelaksanaannya, sejumlah catatan prosedural sempat menjadi perbincangan di kalangan internal. Namun tulisan ini tidak bermaksud mengurai seluruh polemik tersebut. Catatan ini lebih merupakan ajakan kepada para nahdliyin untuk membaca arah perjalanan NU Gorontalo lima tahun ke depan, berdasarkan kepemimpinan baru yang lahir dari forum Konferwil tersebut.

Dari hasil Konferwil ini, lahirlah pucuk kepemimpinan baru di tingkat wilayah. Posisi Rais Syuryiah dipercayakan kepada KH. Burhanuddin Umar, yang dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tujuh anggota tim AHWA ini berasal dari usulan Syuryiah di masing-masing cabang. Nama-nama yang diusulkan kemudian diserahkan kepada panitia untuk dibacakan dan ditabulasi berdasarkan jumlah dukungan terbanyak.

Setelah proses tabulasi dilakukan, pimpinan sidang menetapkan tujuh anggota AHWA tersebut. Selanjutnya, tim AHWA bermusyawarah untuk menentukan Rais Syuriyah. Hasilnya, KH. Burhanuddin Umar Pimpinan PP Al-Huda Kota Gorontalo itu terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Penetapan tersebut disahkan melalui presidium sidang yang dipimpin oleh Arten Mobongi sebagai ketua sidang, didampingi Muchlis Huntua sebagai sekretaris sidang dan Daud Dukalang sebagai anggota sidang.

Adapun tujuh anggota tim AHWA yang diusulkan oleh Syuriah cabang antara lain: KH. Abdul Rasyid Kamaru (Kota Gorontalo), KH. Helmi Podungge (Bone Bolango), Kiai Ahmad Masduki Aljabalani (Kabupaten Gorontalo), KH. Ali Mukmin (Pohuwato), KH. Burhanuddin Umar (Kota Gorontalo), KH. Muin Mooduto (Kota Gorontalo), dan Gus Abdullah Aniq Nawawi (Pohuwato).

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo dipercayakan kepada Ibrahim T. Sore yang dipilih secara aklamasi oleh para ketua tanfidziyah PCNU kabupaten/kota.

Namun dalam proses pemilihan tersebut, forum hanya menetapkan empat cabang yang dapat menggunakan hak pilihnya. Dua cabang lainnya, yakni PCNU Kabupaten Gorontalo dan PCNU Gorontalo Utara tidak dapat menggunakan hak suara. PCNU Kabupaten Gorontalo tidak memiliki Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sementara PCNU Gorontalo Utara masih memiliki SK tetapi masa kepengurusannya telah berakhir atau tidak lagi berlaku. Dengan demikian, kedua cabang tersebut secara otomatis tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam Konferwil.

Kondisi ini tentu memunculkan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap proses kepemimpinan NU di Gorontalo. Sikap pesimis terhadap kepengurusan baru tentu saja sah-sah saja, selama pesimisme tersebut disertai catatan dan alasan yang jelas. Sebab kepemimpinan organisasi ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bukanlah sekadar perkumpulan sosial tanpa arah. Organisasi ini memiliki visi dan misi yang jelas dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, berkeadilan, serta membawa kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Karena itu, kepemimpinan di tingkat wilayah seharusnya mampu menjabarkan visi tersebut dalam program kerja yang terarah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa PBNU akan banyak melibatkan kepengurusan NU di tingkat wilayah, cabang, hingga struktur paling bawah seperti MWCNU dan PRNU dalam menjalankan program-program nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran jam’iyyah sekaligus memperluas manfaat bagi jamaah hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu program yang pernah disampaikan Gus Yahya adalah mencetak sekitar 10 ribu wirasantri hingga tahun 2024. Selain itu, MWCNU dan PRNU juga akan dilibatkan dalam berbagai program sosial, termasuk program bimbingan perkawinan di masyarakat.

Namun menerjemahkan visi besar tersebut tentu bukan perkara mudah. Program nasional PBNU akan lebih mudah dijalankan apabila struktur organisasi NU di daerah tertata rapi hingga tingkat MWCNU dan PRNU. Dalam konteks Gorontalo, kondisi organisasi yang belum sepenuhnya solid dapat menjadi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan program-program tersebut.

Di sinilah pentingnya kaderisasi. Kaderisasi merupakan ruh sekaligus fondasi utama dalam menata organisasi. Melalui kaderisasi yang baik, NU dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter keislaman dan tradisi ke-NU-annya.

Proses kaderisasi juga memungkinkan lahirnya kader-kader yang mampu menjawab berbagai persoalan internal maupun eksternal organisasi. Dengan demikian, NU memiliki generasi pemimpin yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan kapasitas yang lebih baik.

Karena itu, regenerasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama harus terus ditumbuhkan. Tradisi koreksi terhadap kepemimpinan juga penting dijaga sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Kepemimpinan yang dinilai kurang berhasil tidak seharusnya dibiarkan tanpa evaluasi, apalagi ditempatkan kembali tanpa kritik.

Sebab pemimpin yang baik adalah mereka yang justru merasa bahagia ketika melihat generasi penerusnya tumbuh lebih baik daripada dirinya. Di situlah sebenarnya letak kematangan sebuah organisasi: ketika kepemimpinan mampu melahirkan kader yang lebih unggul di masa depan.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Pengelolaan Sampah di TPA Talumelito dengan Sistem Terintegrasi dan Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo”, yang berlangsung di TPS3R Proklim Bulla, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan ketua tim riset , Prof. Dr.Sukirman Rahim, S.Pd, […]

  • Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Ini bukan tentang siapa yang benar atau siapa yang salah. Bukan tentang siapa yang patut dibela atau digugat. Tulisan ini tidak berdiri di satu pihak, tidak pula hadir untuk menyokong atau menjatuhkan. Yang ingin disorot di sini adalah sebuah peristiwa politik yang mengandung makna lebih dalam: mantan Presiden Jokowi menggugat pihak-pihak yang menuduh ijazahnya palsu. […]

  • Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil […]

  • Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros mengungkap sejumlah titik rawan kemacetan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan selama masa libur akhir tahun. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, Muhammad Darwis, mengatakan bahwa kepadatan arus lalu lintas umumnya terjadi di […]

  • DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Dewan pimpinan Daerah Gerakan Santriprenuer Nusantara Jawa Tengah (DPW-GENINUSA Jateng) masa khidmat 2025-2030 melaksanakan pelantikan dan rapat kerja wilayah/rakerwil yang berlokasi di aula kantor DPD RI Jawa Tengah, jalan imam bonjol kota Semarang, 23 Juni 2025. Sejumlah 38 pengurus sesuai SK DPP GENINUSA pengurus jawa tengah dilantik mengambil sumpah janji jabatan. dalam kesempatan ini ketua […]

  • RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Kopra Institute melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai setelah rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dijadwalkan DPRD tidak terlaksana. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menilai ketidakhadiran BKD dalam agenda tersebut menunjukkan lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam merespons dugaan keterlibatan pejabat publik dalam aktivitas judi online. […]

expand_less