Breaking News
dark_mode
Trending Tags

EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peluncuran buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo bersama Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi Indonesia dan Malaysia. Buku yang diterbitkan oleh UNUSIA Press itu dinilai menghadirkan tawaran paradigma baru ekonomi dan akuntansi yang berakar pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan nilai-nilai kerakyatan Nusantara.

Naib Canselor Universiti Malaysia Kelantan, YBRS. PROF. Ir. Ts. Dr. ARHAM BIN ABDULLAH menegaskan bahwa gagasan Ekonesia dan Akuntanesia memiliki relevansi besar bagi kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut negara-negara ASEAN menghadapi problem yang serupa: ketimpangan pembangunan, eksploitasi sumber daya, dan dominasi logika pasar yang sering mengabaikan dimensi sosial masyarakat.

“EKO-AKUNTA-NESIA bukan hanya relevan untuk Indonesia, tetapi juga penting bagi masa depan Asia Tenggara. Kawasan ini memerlukan model ekonomi dan akuntansi yang tidak semata mengejar pertumbuhan, melainkan juga menjaga solidaritas sosial, budaya lokal, dan keberlanjutan alam,” tulisnya.

Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang ditawarkan buku tersebut dapat menjadi alternatif penting di tengah krisis global dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap kapitalisme ekstrem.

Sementara itu, ekonom Indonesia Timur, Dr. Mukhtar A. Adam menilai karya tersebut sebagai bentuk “perlawanan epistemik” terhadap dominasi ekonomi neoliberal. Ia menegaskan, “Ekonesia menawarkan sintesis Nusantara yang merangkul kapital, substantif, dan kerakyatan. Pasar diposisikan sebagai ruang inovasi, negara sebagai pelindung, komunitas sebagai basis solidaritas, dan ekologi sebagai fondasi keberlanjutan.”

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh terus terjebak dalam logika pertumbuhan semata. “Ekonomi Indonesia tidak cukup dibaca dari grafik PDB, tetapi harus memotret solidaritas sosial dan keberlanjutan ekologi,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE, MM, Ak, CA, CMA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyebut buku ini sebagai “kontribusi pemikiran yang segar, kritis, sekaligus membumi.”

“EKO-AKUNTA-NESIA menghadirkan paradigma alternatif yang berusaha mengintegrasikan ekonomi kapital, ekonomi substantif, dan ekonomi kerakyatan dalam kerangka keadilan sosial serta keberlanjutan ekologis,” tulisnya.

Di sisi lain, apresiasi juga datang dari berbagai akademisi nasional. Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph.D menyebut buku tersebut penting untuk meninjau kembali sistem ekonomi yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan. “Relasi sosial, kontribusi komunitas, dan jejak ekologis seharusnya menjadi napas dalam praktik ekonomi kita,” ujarnya.

Prof. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., C.A., M.Ec., Ph.D menilai buku itu bukan sekadar kajian akademik, melainkan “gugatan filosofis terhadap tirani ilmu pengetahuan yang terlalu Barat.” Ia menambahkan, “Buku ini adalah ajakan menemukan kembali jiwa praktik-praktik yang selama ini terperangkap dalam dogma asing.”

Sementara Dr. Munawar Muchlish, Ak., M.Si., CA., ACPA., ASEAN CPA menyebut EKO-AKUNTA-NESIA sebagai terobosan penting yang menggabungkan dimensi ekonomi, akuntansi, dan nilai-nilai kearifan lokal. “Karya ini bukan hanya bernilai akademik, tetapi juga memberi arah praksis bagi kebijakan publik dan tata kelola ekonomi bangsa,” katanya.

Penulis utama buku, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak menegaskan bahwa karya tersebut lahir dari kegelisahan akademik terhadap dominasi paradigma ekonomi dan akuntansi yang terlalu positivistik. “Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi dan akuntansi bukan sekadar soal laba dan pertumbuhan, tetapi juga tentang manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan semesta,” ujarnya. 20/05/2026.

Ia berharap EKO-AKUNTA-NESIA dapat menjadi pemantik lahirnya paradigma ekonomi Asia Tenggara yang lebih kontekstual, humanis, dan berakar pada budaya lokal. “Asia Tenggara membutuhkan jalan pembangunan sendiri, bukan sekadar menjadi replika sistem ekonomi global yang sering kali gagal menghadirkan keadilan,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – Satu periode membersamai KH Yahya Cholil Staquf dalam kepengurusan PBNU 2022–2026 memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi saya. Tentu setiap masa kepemimpinan memiliki dinamika, tantangan, kekurangan, sekaligus capaian yang kelak akan dinilai secara lebih jernih oleh sejarah. Namun, ada satu hal yang sejak awal saya tangkap dari Gus Yahya: kesadarannya bahwa Nahdlatul Ulama […]

  • Utang Langit

    Utang Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu punya cara unik mengajarkan akuntansi kepada umat. Bedanya, ini bukan akuntansi laba-rugi perusahaan, melainkan laporan keuangan batin. Dalam bahasa sederhana: kita semua punya “Utang Langit”. Bedanya dengan utang bank, yang ini tidak ditagih debt collector, tapi oleh nurani. Di bulan suci, manusia mendadak rajin menghitung. Menghitung pahala, menghitung takjil, menghitung THR, bahkan menghitung […]

  • Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, tetap akan dituntaskan meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga. Penegasan tersebut disampaikan usai Idah meninjau langsung lokasi proyek PLTMH Poduwoma pada Minggu (8/2/2025). Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas […]

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 523
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

  • Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-BOALEMO- Di balik seragam loreng yang dikenakannya, Praka Mohammad Basri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai Bintang Pembina Desa (Babinsa) di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (20/8/26). Seperti yang diutarakan Husain Thalib, salah seorang warga, menilai kepedulian Basri terhadap masyarakat bukan sesuatu yang dibuat-buat. Menurut Husain, kepedulian tersebut terlihat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, […]

  • Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Bali – Kepolisian Daerah (Polda) Bali resmi mendeportasi buronan internasional berinisial SL, warga negara Inggris yang diduga sebagai pimpinan sindikat kriminal transnasional. Deportasi dilakukan setelah tersangka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Divhubinter Polri dan Imigrasi, Selasa (31/3/2026). Keterangan tersebut disampaikan oleh Kasubid Penmas Polda Bali, Rina Isriana Dewi, mewakili Kabid Humas Polda Bali. Ia […]

expand_less