Pelantikan PMII Maros Periode 2026-2027: Teguhkan Gerakan Intelektual dan Keumatan
- account_circle Sakti
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, MAROS — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros bersama Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Maros resmi dilantik dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengakar di Maros, Bergerak untuk Peradaban” sebagai spirit perjuangan kader PMII dalam merawat nilai, tradisi, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh utusan Pengurus Besar PMII, HILFUL FUDHUL selaku Wasekjen Investasi dan Ekonomi PB PMII. Momentum ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Maros, di antaranya perwakilan Bupati Maros yang diwakili Kepala Dinas PARPORA Maros, Kementerian Agama Maros, Dandim 1422 Maros, Ketua KOPRI PKC PMII Sulsel, Ansor Maros, KNPI Maros, HPPMI Maros, HMI Cabang Maros, Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan, serta berbagai elemen organisasi mahasiswa dan kepemudaan lainnya.
Dalam sambutannya, HILFUL FUDHUL menegaskan bahwa menjadi pengurus PMII bukanlah hal yang mudah karena penuh dengan perjuangan dan dinamika organisasi. Namun, menurutnya, proses tersebut menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang sangat berharga bagi setiap kader.
“Menjadi pengurus PMII itu tidak pernah mudah, selalu penuh perjuangan dan dinamika. Namun di situlah proses pembelajaran kepemimpinan, bagaimana menghadapi kader dengan karakter berbeda, gagasan yang beragam, hingga dinamika alumni dan organisasi. Saya percaya pengalaman itu akan menjadi bekal besar bagi kader-kader PMII ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kedekatannya dengan jajaran pengurus PMII Cabang Maros serta hubungan panjang bersama Ketua Umum PMII. Menurutnya, PMII Maros menjadi salah satu cabang di Sulawesi Selatan yang aktif mengawal perjuangan hingga terpilihnya Ketua Umum PMII saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PMII yang berhalangan hadir karena tengah berduka atas wafatnya ayahanda pengasuh pondok pesantren di Jombang.
“Selamat menderita untuk sahabat-sahabat pengurus PMII. Karena mengurus organisasi ini membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan daya tahan menghadapi berbagai persoalan. Tapi jangan pernah merasa rugi menjadi pengurus PMII, sebab selain menjadi ruang belajar kepemimpinan, PMII juga organisasi yang direstui para ulama dan penuh keberkahan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Cabang PMII Maros, M. Alif Al Isra, menegaskan bahwa pelantikan pengurus cabang bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum memperkuat identitas kader dan keberpihakan terhadap masyarakat.
Menurutnya, tema “Mengakar di Maros” menjadi simbol komitmen PMII untuk tetap dekat dengan nilai-nilai lokal, sosial, dan kebutuhan rakyat.
“Maros sebagai daerah yang kaya sumber daya alam dan potensi pariwisata harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya menjadi kebanggaan simbolik semata,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas sebagai warga pergerakan, warga nahdliyin, dan generasi muda yang kritis terhadap berbagai persoalan sosial.
“PMII harus terus melahirkan kader-kader yang progresif, menjaga tradisi diskusi, dan hadir di tengah persoalan masyarakat. Identitas dan ideologi pergerakan harus tetap dijaga agar tidak kehilangan arah perjuangan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua KOPRI PC PMII Maros, A. Hasbiah, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan bukan hanya sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga semangat kaderisasi dan pengabdian di tubuh PMII maupun KOPRI.
“Amanah ini bukan hanya sekadar jabatan ataupun kepemimpinan semata, melainkan tantangan dan tanggung jawab besar untuk menjaga semangat perjuangan, kaderisasi, serta pengabdian di tubuh PMII dan KOPRI,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa KOPRI hadir bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan ruang perjuangan bagi kader perempuan untuk belajar, berkembang, serta mengambil peran dalam menjawab persoalan pendidikan, sosial, hingga kemanusiaan.
“PMII dan KOPRI harus terus menjadi ruang belajar, ruang berdiskusi, dan ruang bergerak untuk melahirkan ide-ide serta gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelantikan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan menjadi penegasan komitmen PMII Maros untuk terus hadir sebagai organisasi kader yang aktif membangun gerakan intelektual, sosial, dan keumatan di Kabupaten Maros.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar