Breaking News
light_mode
Trending Tags

Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei kembali mencuat di tengah isu keamanan dan ketegangan kawasan. Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Khamenei memegang otoritas tertinggi dalam sistem Republik Islam, melampaui presiden dan parlemen. Jika ia wafat atau tidak lagi mampu menjalankan tugas, mekanisme konstitusional Iran telah mengatur proses suksesi tersebut.

Berdasarkan Konstitusi Iran, lembaga yang berwenang menunjuk dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi adalah Assembly of Experts (Majelis Khobregan). Dewan ini terdiri dari para ulama yang dipilih melalui pemilu dan memiliki kewenangan untuk menentukan satu orang pemimpin atau membentuk dewan kepemimpinan kolektif jika dianggap perlu.

Jika terjadi kekosongan jabatan secara mendadak, sebuah dewan sementara yang terdiri dari presiden, kepala kehakiman, dan seorang anggota Dewan Garda Konstitusi akan menjalankan fungsi dasar kepemimpinan hingga pengganti definitif ditetapkan.

Nama-Nama yang Muncul

Sejumlah tokoh kerap disebut sebagai kandidat potensial:

  • Mojtaba Khamenei
    Putra kedua Khamenei ini disebut-sebut memiliki pengaruh kuat di lingkaran elite, khususnya di kalangan Garda Revolusi. Meski tidak memiliki jabatan resmi tinggi, namanya kerap muncul dalam spekulasi suksesi.

  • Ebrahim Raisi
    Sebelum wafat dalam kecelakaan helikopter pada 2024, Raisi pernah dianggap sebagai kandidat kuat penerus Khamenei. Kepergiannya mengubah peta suksesi secara signifikan.

  • Ali Larijani
    Politikus senior dan mantan Ketua Parlemen ini juga kerap disebut sebagai figur kompromi yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan hubungan luas di kalangan elite.

Selain nama-nama tersebut, sejumlah ulama senior lain yang memiliki legitimasi keagamaan tinggi juga berpotensi dipertimbangkan oleh Majelis Ahli.

Faktor Penentu

Pengganti Khamenei tidak hanya ditentukan oleh kapasitas keagamaan, tetapi juga oleh keseimbangan politik internal antara kelompok konservatif garis keras, pragmatis, serta peran penting Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Stabilitas domestik, tekanan ekonomi akibat sanksi, dan dinamika hubungan Iran dengan Barat serta Israel juga akan memengaruhi keputusan tersebut.

Pergantian Pemimpin Tertinggi di Iran berpotensi menjadi titik balik geopolitik. Mengingat posisi strategis Iran dalam konflik kawasan, mulai dari Suriah, Lebanon, hingga Yaman dengan suksesi kepemimpinan dapat memicu perubahan kebijakan luar negeri atau justru memperkuat garis keras yang sudah ada.

Untuk saat ini, proses tersebut tetap berada dalam ranah konstitusional Iran. Namun, siapa pun yang kelak menggantikan Khamenei akan mewarisi tantangan besar, menjaga stabilitas internal sekaligus menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Nulondalo – Organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali bangkit di beberapa titik di Indonesia. Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser PP GP Ansor, H. Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa HTI telah dibubarkan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengancam keutuhan NKRI. “GP […]

  • Lebaran Dua Versi

    Lebaran Dua Versi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, para santri menyempatkan diri berkumpul di rumah Kyai Saleh setelah Salat Ied. Segala jenis makanan khas Sulawesi Selatan terhidang rapi, menggoda selera. Ada barongko, kue cucur, pisang goreng, dan aneka lontong yang harum. Suasana hangat dan riuh rendah percakapan memenuhi ruang tamu, tapi tetap penuh tertib. Satu per satu, para santri sungkem, […]

  • Anak Dibatasi Medsos, Tapi Konten Dewasa Tetap Bebas? Ini Kata Majelis Ulama Indonesia

    Anak Dibatasi Medsos, Tapi Konten Dewasa Tetap Bebas? Ini Kata Majelis Ulama Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemberlakuan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP TUNAS) sejak 28 Maret 2026 menjadi langkah serius pemerintah dalam membatasi akses media sosial bagi anak-anak. Namun di tengah kebijakan tersebut, muncul pertanyaan publik, apakah pembatasan ini juga diiringi dengan pengawasan ketat terhadap konten dewasa yang masih mudah diakses? Menanggapi […]

  • Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah lurah setelah menerima langsung aduan warga melalui pesan WhatsApp. Kemarahan itu disampaikan saat rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). “Tadi saja, barusan ada yang WhatsApp ke saya. Kasie Kesra Heledulaa […]

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

expand_less