Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Ternate diwarnai dengan aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen gerakan dalam Aliansi Mei Berlawan, Rabu (1/5/2025). Aksi ini menyuarakan persoalan ketenagakerjaan dan akses pendidikan, serta mengecam dominasi oligarki tambang di Maluku Utara.

Massa aksi memulai long march dari titik kumpul menuju kediaman Gubernur Maluku Utara, sebelum bergerak ke Pasar Barito. Di kediaman Gubernur, massa melakukan hering terbuka bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, sebagai ruang penyampaian langsung berbagai tuntutan dan kritik dari akar rumput.

Dalam dialog itu, Sarbin menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengawasi persoalan ketenagakerjaan, termasuk dengan mendorong mediasi antara perusahaan dan pekerja. “Seperti yang kami lakukan di PT NHM, Dinas Ketenagakerjaan sudah turun tangan, dan mudah-mudahan hak-hak buruh segera dipenuhi,” ungkap Sarbin.

Terkait konflik dengan PT Sambiki Tambang Sentosa (STS) , Sarbin mengklaim bahwa pihaknya telah memfasilitasi dialog antara berbagai pihak. “Pada 30 April kemarin, kita undang masyarakat, perusahaan, DPR, dewan adat, camat, dan kepala desa untuk mendengarkan tujuh tuntutan masyarakat. Warga yang sempat ditahan juga telah dibebaskan,” tambahnya.

Secara terpisah, Ira, salah satu massa aksi menilai bahwa pendekatan pemerintah hanya melibatkan elit desa tanpa mendengar langsung suara masyarakat terdampak. “Masyarakat Maba Sangaji dan Wayamli menolak PT STS. Tapi yang diajak bicara hanya kades dan camat. Padahal yang paling dirugikan itu masyarakat di bawah,” tegasnya.

Isu pendidikan pun menjadi sorotan dalam hering. Wagub Sarbin menjelaskan bahwa Pemprov Malut telah menghapus biaya komite di SMA, SMK, dan SLB negeri sejak April 2025. “Insyaallah mulai Juli nanti, kami akan bantu biaya komite di sekolah swasta. Tapi itu berdasarkan kesepakatan. Kalau setuju, kami ganti. Kalau tidak, kami tetap akomodir,” jelasnya.

Ia juga memaparkan rencana pemberian beasiswa pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah Daerah. “Program ini sedang digodok. Kami akan bantu mahasiswa yang benar-benar tidak mampu. Tapi tentu saja, karena keterbatasan anggaran, kami prioritaskan yang sangat membutuhkan,” kata Sarbin, menegaskan keterbatasan anggaran daerah sebagai kendala utama.

Pernyataan ini juga direspon oleh seorang massa aksi, “Kita punya NHM, Harita, IWIP, dan banyak perusahaan tambang lain. Itu cukup untuk menggratiskan pendidikan jika pemerintah serius. Rakyat kehilangan tanah karena tambang, lalu pemerintah bilang anggarannya terbatas?” seru Nando.

Menanggapi kritik yang mengalir deras, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe menyatakan apresiasi atas masukan yang disampaikan dan berjanji menindaklanjutinya melalui dinas-dinas teknis terkait. “Saya kira ini informasi yang bagus dan akan kami teruskan untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kontributor: Asril

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026). Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan […]

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Triliunan rupiah terus dialirkan dari pemerintah pusat ke daerah setiap tahunnya melalui skema Dana Transfer Daerah. Di sisi lain, realitas yang tampak di sekitar kita justru memperlihatkan kondisi jalan yang rusak, fasilitas kesehatan yang kurang terawat, serta angka kemiskinan yang berjalan tanpa banyak perubahan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana dana tersebut benar-benar dirasakan […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena unik dalam dunia akuntansi: grafik konsumsi naik, grafik diskon bertebaran, dan grafik kesabaran kadang turun—terutama saat menjelang buka puasa. Namun di balik riuhnya “war takjil” dan promo “beli dua gratis pahala (eh, maksudnya gratis satu)”, ada satu jenis pendapatan yang jarang dicatat dalam laporan keuangan: Pendapatan Langit. Sebagai dosen akuntansi, saya […]

  • Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Orang NU kalau melihat bencana biasanya langsung bilang, “Ini bukan murka Tuhan, tapi kelalaian manusia.” Gus Dur malah lebih tajam: “Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak pengampun itu manusia”terutama kalau sudah pegang izin tambang. Di Aceh dan Sumatera, izin usaha ekstraktif tumbuh lebih subur daripada pohon mahoni. Bedanya, mahoni menahan air, izin tambang menahan akal […]

  • Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Barru – Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Kabupaten Barru menggelar kajian Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di Zam-Zam Center Barru, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara tersebut dihadiri Rais Syuriah PC NU Kabupaten Barru, AG. Dr. H. Husain Abdullah, serta seluruh Banom NU, di antaranya Muslimat […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

expand_less