Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman.

Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan hidup. Di dalam Kelas Ekologi, krisis lingkungan langsung dibedah melalui praktik pengolahan di lapangan.

Pembahasan dibuka dari penanganan limbah komunal pesantren yang volumenya dapat mencapai puluhan ton per bulan. Pengasuh Pesantren Annuqayah Sumenep, Gus Sholahuddin Wahid atau Ra Mamak, menegaskan penyelesaian masalah ini menuntut regulasi dari pucuk pimpinan.

Langkah pertamanya adalah menanamkan budaya menolak potensi sampah (refuse) sejak dari sumbernya, sebelum masyarakat melangkah ke tahap mendaur ulang.

“Sampah adalah kita, kita adalah santri. Santri tidak boleh keluar dari pesantren, sampah pun juga,” kata Ra Mamak.

Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis dan teknologi pengolahan menempati urutan kesekian setelah pemahaman dan kesadaran berhasil ditanamkan kepada para santri. Praktik baik ini telah ia terapkan secara disiplin dalam mendidik santri di Sumenep.

Penanganan limbah lalu ditarik ke skala rumah tangga oleh Hendrikus Hari Wantoro. Kehadirannya mempertegas praktik kolaborasi lintas iman dalam merawat ekosistem lingkungan.

Hendrikus menunjukkan cara kerja ember tumpuk, banana circle, dan Losida (Lodong Sisa Dapur) untuk mengurai kotoran organik. Alam pada dasarnya telah memiliki sistem untuk membereskan limbahnya sendiri. Tugas manusia adalah memilah jenis kotoran tersebut secara disiplin agar proses pembusukan alami

berjalan sempurna tanpa menimbulkan penyakit.

Praktik pemilahan ini dijabarkan spesifik oleh fasilitator GUSDURian Yogyakarta, Pandu dan Hafi. Mereka membedah klasifikasi limbah menggunakan contoh barang di sekitar pesantren, salah satunya peci santri yang sudah rusak. Lapisan mika dan plastik di dalam kopiah membuatnya masuk ke dalam kategori residu yang sulit terurai.

Sebelum memandu praktik pengomposan menggunakan keranjang Takakura dan pipa biopori, fasilitator mengajak peserta menonton film pendek dari Ravacana Friends mengenai dinamika warga yang kerap membuang kotoran sembarangan guna memantik refleksi personal.

GUSDURian Lombok Tengah datang membawa solusi untuk sisa makanan dapur. Bang Jali, fasilitator kelas ini, memanfaatkan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) atau maggot.

Maggot sanggup melahap sisa makanan organik dengan sangat cepat sehingga menekan timbulnya bau busuk di area dapur. Larvanya yang kaya protein bernilai tinggi sebagai pakan alternatif ternak. Bang Jali menyebut produksi telur ayam di salah satu desa binaannya melonjak tajam dari satu butir menjadi lima belas butir setelah rutin mengkonsumsi maggot.

Di kelas yang sama, sisa bahan dapur seperti ampas bumbu lengkuas diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Cairan fermentasi ini berfungsi ganda, menjadi nutrisi penyubur tanaman sekaligus manjur sebagai insektisida alami pengusir serangga dan tikus.

Pengelolaan limbah cair rumah tangga berlanjut pada minyak jelantah sisa penggorengan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan mematikan kesuburan tanah dan mencemari ekosistem sungai. Merespons persoalan ini, fasilitator GUSDURian Majalengka, Intan, memandu peserta menjernihkan minyak bekas pakai menggunakan rendaman arang selama satu pekan.

Cairan tersebut disaring dari kotoran, dicetak, dan diberi pewangi alami dari bahan kebun rumahan. Cairan beracun tersebut akhirnya berubah menjadi lilin aromaterapi yang aman digunakan dan memiliki nilai jual ekonomi.

GUSDURian Mojokerto menangani urusan sampah anorganik melalui manajemen Bank Sampah. Fasilitator kelas, Ilul, meminta warga merespons masalah lingkungan dengan tepat, tanpa terjebak pada pencarian nilai ekonomi saat mengumpulkan botol, kardus, atau plastik bekas.

Tujuan utama pendirian bank sampah harus difokuskan pada upaya menahan volume limbah agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir. Nilai tukar rupiah dari sampah yang disetorkan harus diposisikan sebagai hasil sampingan dari tanggung jawab komunal.

Pembahasan ekologi di festival ini menjangkau persoalan kemandirian ekonomi dan inklusi sosial. Di area halaman terbuka, Irfan Maulana dari GUSDURian Tasikmalaya mendemonstrasikan proses pengolahan biji kopi.

Ia menceritakan sebuah perkebunan kopi di lereng perbatasan Tasikmalaya dan Garut yang kini dikelola mandiri oleh anak-anak dari jemaat Ahmadiyah. Program pemberdayaan hulu-hilir kopi ini dirintis setelah kelompok rentan tersebut berhadapan dengan diskriminasi saat hendak mendaftar ke sekolah formal.

Pengelolaan kebun kopi akhirnya menjadi ruang pendidikan inklusif bagi mereka untuk belajar kewirausahaan. Di sela-sela rutinitas menyeduh kopi murni, Irfan menyempatkan diri mengingatkan para guru dan santri untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi kopi saset demi menjaga kesehatan tubuh.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Sara Malase Pengurus PB PMII Nulondalo.com – Kami mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan biadab, keji, dan tidak berperikemanusiaan yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku terhadap korban pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 19.53 WIT. Perbuatan tersebut bukan hanya merupakan pelanggaran hukum yang serius, tetapi juga bentuk penghancuran terhadap rasa aman, martabat, integritas […]

  • Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo, Kamis (31/07). Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Masyarakat, Wahiyudin Mamonto, dan menghadirkan sejumlah pihak terkait dalam upaya klarifikasi dan penelusuran kasus. Dalam pemeriksaan itu dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten […]

  • Kemarahan di Paruh Ramadan

    Kemarahan di Paruh Ramadan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi. Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial […]

  • Doktor Misbah Sampaikan Pesan Kemaritiman Berbasis Al-Quran di Hadapan Wapres Gibran

    Doktor Misbah Sampaikan Pesan Kemaritiman Berbasis Al-Quran di Hadapan Wapres Gibran

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pendiri dan Tenaga Ahli Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO), Doktor Misbah, mendapat kesempatan khusus bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Sekretariat Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat. Dalam audiensi tersebut, Doktor Misbah menyampaikan pandangan tentang pentingnya pembangunan sektor kemaritiman yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga berbasis […]

  • Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana photo_camera 4

    Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 514
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan penyegaran pengetahuan bagi Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Minggu (5/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Taluditi, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan kader menghadapi potensi bencana alam. Banser Siaga Bencana (BAGANA) merupakan satuan khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di […]

  • Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Bontoa — Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.Si., secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada 16 Agustus 2026. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Camat Bontoa. Sebanyak 25 pelajar putra dan putri terbaik dari SMA/MA se-Kecamatan Bontoa dikukuhkan setelah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif selama […]

expand_less