Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman.

Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan hidup. Di dalam Kelas Ekologi, krisis lingkungan langsung dibedah melalui praktik pengolahan di lapangan.

Pembahasan dibuka dari penanganan limbah komunal pesantren yang volumenya dapat mencapai puluhan ton per bulan. Pengasuh Pesantren Annuqayah Sumenep, Gus Sholahuddin Wahid atau Ra Mamak, menegaskan penyelesaian masalah ini menuntut regulasi dari pucuk pimpinan.

Langkah pertamanya adalah menanamkan budaya menolak potensi sampah (refuse) sejak dari sumbernya, sebelum masyarakat melangkah ke tahap mendaur ulang.

“Sampah adalah kita, kita adalah santri. Santri tidak boleh keluar dari pesantren, sampah pun juga,” kata Ra Mamak.

Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis dan teknologi pengolahan menempati urutan kesekian setelah pemahaman dan kesadaran berhasil ditanamkan kepada para santri. Praktik baik ini telah ia terapkan secara disiplin dalam mendidik santri di Sumenep.

Penanganan limbah lalu ditarik ke skala rumah tangga oleh Hendrikus Hari Wantoro. Kehadirannya mempertegas praktik kolaborasi lintas iman dalam merawat ekosistem lingkungan.

Hendrikus menunjukkan cara kerja ember tumpuk, banana circle, dan Losida (Lodong Sisa Dapur) untuk mengurai kotoran organik. Alam pada dasarnya telah memiliki sistem untuk membereskan limbahnya sendiri. Tugas manusia adalah memilah jenis kotoran tersebut secara disiplin agar proses pembusukan alami

berjalan sempurna tanpa menimbulkan penyakit.

Praktik pemilahan ini dijabarkan spesifik oleh fasilitator GUSDURian Yogyakarta, Pandu dan Hafi. Mereka membedah klasifikasi limbah menggunakan contoh barang di sekitar pesantren, salah satunya peci santri yang sudah rusak. Lapisan mika dan plastik di dalam kopiah membuatnya masuk ke dalam kategori residu yang sulit terurai.

Sebelum memandu praktik pengomposan menggunakan keranjang Takakura dan pipa biopori, fasilitator mengajak peserta menonton film pendek dari Ravacana Friends mengenai dinamika warga yang kerap membuang kotoran sembarangan guna memantik refleksi personal.

GUSDURian Lombok Tengah datang membawa solusi untuk sisa makanan dapur. Bang Jali, fasilitator kelas ini, memanfaatkan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) atau maggot.

Maggot sanggup melahap sisa makanan organik dengan sangat cepat sehingga menekan timbulnya bau busuk di area dapur. Larvanya yang kaya protein bernilai tinggi sebagai pakan alternatif ternak. Bang Jali menyebut produksi telur ayam di salah satu desa binaannya melonjak tajam dari satu butir menjadi lima belas butir setelah rutin mengkonsumsi maggot.

Di kelas yang sama, sisa bahan dapur seperti ampas bumbu lengkuas diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Cairan fermentasi ini berfungsi ganda, menjadi nutrisi penyubur tanaman sekaligus manjur sebagai insektisida alami pengusir serangga dan tikus.

Pengelolaan limbah cair rumah tangga berlanjut pada minyak jelantah sisa penggorengan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan mematikan kesuburan tanah dan mencemari ekosistem sungai. Merespons persoalan ini, fasilitator GUSDURian Majalengka, Intan, memandu peserta menjernihkan minyak bekas pakai menggunakan rendaman arang selama satu pekan.

Cairan tersebut disaring dari kotoran, dicetak, dan diberi pewangi alami dari bahan kebun rumahan. Cairan beracun tersebut akhirnya berubah menjadi lilin aromaterapi yang aman digunakan dan memiliki nilai jual ekonomi.

GUSDURian Mojokerto menangani urusan sampah anorganik melalui manajemen Bank Sampah. Fasilitator kelas, Ilul, meminta warga merespons masalah lingkungan dengan tepat, tanpa terjebak pada pencarian nilai ekonomi saat mengumpulkan botol, kardus, atau plastik bekas.

Tujuan utama pendirian bank sampah harus difokuskan pada upaya menahan volume limbah agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir. Nilai tukar rupiah dari sampah yang disetorkan harus diposisikan sebagai hasil sampingan dari tanggung jawab komunal.

Pembahasan ekologi di festival ini menjangkau persoalan kemandirian ekonomi dan inklusi sosial. Di area halaman terbuka, Irfan Maulana dari GUSDURian Tasikmalaya mendemonstrasikan proses pengolahan biji kopi.

Ia menceritakan sebuah perkebunan kopi di lereng perbatasan Tasikmalaya dan Garut yang kini dikelola mandiri oleh anak-anak dari jemaat Ahmadiyah. Program pemberdayaan hulu-hilir kopi ini dirintis setelah kelompok rentan tersebut berhadapan dengan diskriminasi saat hendak mendaftar ke sekolah formal.

Pengelolaan kebun kopi akhirnya menjadi ruang pendidikan inklusif bagi mereka untuk belajar kewirausahaan. Di sela-sela rutinitas menyeduh kopi murni, Irfan menyempatkan diri mengingatkan para guru dan santri untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi kopi saset demi menjaga kesehatan tubuh.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu […]

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    TANGERANG, NULONDALO.COM – Ketua Panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., menegaskan bahwa imam masjid di era global tidak lagi cukup menjalankan fungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan. Menurutnya, imam juga harus tampil sebagai diplomat peradaban yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan berbagai tantangan kemanusiaan kontemporer. Pernyataan tersebut disampaikan Faried saat membuka […]

  • Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Dunia penulisan sedang mengalami turbulensi seiring dengan munculnya Artificial Intelligence (AI). Penulis-penulis baru berbasis AI bermunculan. Para penulis konvensional mulai merasakan ruang yang dulu mereka kuasai tak lagi eksklusif. Dunia yang sebelumnya otentik dan terbentuk melalui proses panjang kini  ditantang dengan hadirnya tulisan-tulisan yang lahir dari mesin. Lebih cepat secara proses, lebih rapi secara struktur, dan lebih massif […]

  • Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar melanda Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga, sekaligus memutus akses jalan di sejumlah wilayah. Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap […]

  • Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kita sering membayangkan bahwa puncak kebahagiaan terletak pada keberlimpahan materi. Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan—secara halus maupun terang-terangan—bahwa sukses berarti kaya, terkenal, dan berkuasa. Dalam imajinasi sosial yang dibentuk oleh kapitalisme modern, kekayaan adalah simbol kemenangan. Namun pengakuan Musk menghadirkan celah refleksi: mungkinkah ada sesuatu yang tak bisa dibeli, bahkan oleh orang paling kaya […]

expand_less