Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ratusan Santri Seblak Belajar Ekologi dan Toleransi di Festival Jagat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – JOMBANG – Ratusan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti rangkaian acara Fun Games dalam Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Agenda ini dirancang secara khusus sebagai ruang edukasi alternatif yang mengenalkan isu ekologi, etika digital, hingga nilai-nilai karakter bangsa melalui metode permainan interaktif.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh sejumlah komunitas penggerak, antara lain jaringan GUSDURian dari berbagai wilayah, Kampoeng Sinaoe, hingga Kampung Lali Gadget.

Masing-masing komunitas membawa pendekatan spesifik, mulai dari permainan tradisional, medium kartu edukasi, hingga permainan modern, untuk membuktikan bahwa pemahaman nilai substansial dapat diserap peserta didik secara efektif tanpa harus bergantung pada metode ceramah satu arah di dalam ruang kelas.

Fokus konservasi kawasan pesisir dibawakan oleh GUSDURian Subang melalui program bertajuk ‘Amal Mangrove’. Di lantai dua Gedung MTs Salafiyah Syafiiyah, lebih dari 40 peserta didik diajak memahami fungsi ekologis melalui permainan memori, ular tangga, dan susun gambar (puzzle).

Fasilitator GUSDURian Subang, Ahmad Syifa Sidik, menjelaskan bahwa pendekatan ini dipilih untuk memenuhi kebutuhan penyampaian materi lingkungan yang ramah anak.

Menurut Ahmad, antusiasme tertinggi terlihat pada sesi permainan susun gambar.

“Sesi puzzle mengasah otak sekaligus mengenalkan dampak nyata jika mangrove rusak dan bagaimana kondisinya jika lestari,” kata Ahmad.

Di ruang kelas berbeda, GUSDURian Makassar menggunakan media kartu kuartet untuk mengajarkan klasifikasi sampah dan konservasi kepada sekitar 45 santri.

Fasilitator membagi peserta ke dalam sepuluh kelompok kecil agar interaksi berjalan optimal. Fasilitator GUSDURian Makassar, Indri, menyebut permainan ini dirancang untuk merombak stigma negatif, agar limbah dipandang sebagai material yang bisa diolah menjadi kompos.

Selain isu sampah, fasilitator juga menyisipkan refleksi krisis sumber daya air. Danu, fasilitator lainnya, mengingatkan peserta untuk bersyukur atas kemudahan akses air bersih di Jombang, yang kontras dengan realitas di beberapa desa dampingan mereka di Sulawesi.

Fasilitator lain, Indi pun mengapreasi atas semangat dan keterlibatan aktif peserta dalam mengikuti fun games. Ia pun mendorong para peserta untuk menjadi lebih peka terhadap penggunaan air.

“Adik-adik harus mulai gerakan kecil, seperti segera memelankan kran yang menyala keras sebagai bentuk penghematan,” tambah Indri.

Pendekatan pengenalan karakter diusung oleh GUSDURian Mojokerto yang menguji coba prototipe Kartu 9 Nilai Utama Gus Dur. Sesi ini dikemas secara kompetitif menggunakan instrumen proyektor dan kartu.

Peserta dari tingkat SMP/MTs dibagi ke dalam tiga kelompok untuk beradu cepat menjawab studi kasus riil, seperti etika komunikasi saat sekelompok murid membuat akun media sosial palsu, hingga penolakan musyawarah desa oleh pemuda karang taruna.

Sistem poin diterapkan secara tegas: jawaban benar pertama mendapat tambahan 10 poin, benar kedua 20 poin, sedangkan jawaban salah dikurangi 5 hingga 10 poin.

Penggerak GUSDURian Mojokerto, Arini, menyatakan bahwa permainan ini merupakan tahap uji interaksi sebelum diintegrasikan ke kurikulum rutin Rumah Belajar binaan mereka.

GUSDURian Semarang turut hadir membawa kelas bertajuk Ruang Bercerita. Menggunakan media dakon (congklak), puzzle metamorfosis katak, dan flashcard, peserta diarahkan mengenali relasi dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Proses dimulai dengan penulisan identitas serta harapan di sticky notes, sebelum peserta dibagi menjadi lima kelompok. Fasilitator Anna menggunakan kepingan puzzle katak untuk menganalogikan kehidupan manusia.

Ia menegaskan kepada para santri bahwa setiap individu membutuhkan tahapan faktual dan tidak instan dalam mencapai cita-cita, sama halnya dengan metamorfosis katak dari fase telur hingga dewasa.

Upaya mengenalkan kembali kearifan lokal turut didukung oleh kehadiran komunitas Kampung Lali Gadget asal Sidoarjo, yang secara khusus memadukan pelestarian budaya dan kesadaran ekologi.

Kampung Lali Gadget mengajak 45 santri di Festival Jagat bermain aneka permainan tradisional, seperti cublak suweng dan jamuran, guna menekan dampak buruk kecanduan gawai.

Fasilitator Ahmad Irfandi menegaskan bahwa masifnya penggunaan gawai telah merampas ruang interaksi sosial anak, sehingga aktivitas fisik dan pembuatan wayang bambu ini menjadi metode strategis untuk mengembalikan kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai penyeimbang dari dominasi permainan tradisional dan medium kartu, Kampoeng Sinaoe, lembaga pemberdayaan masyarakat asal Desa Siwalanpanji, Sidoarjo, menyuguhkan permainan modern bertajuk Mission X di area TK Khoiriyah mulai pukul 09.30 WIB.

Perwakilan tim Kampoeng Sinaoe, Edwin Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengambil langkah berbeda agar rangkaian permainan terasa lebih beragam.

Dalam Mission X, santri diwajibkan menyelesaikan tantangan berbasis kekompakan tim di lima pos secara berurutan. Setiap kelompok dipacu oleh tenggat waktu yang ketat, yakni 8 hingga 9 menit per pos.

“Tujuannya memberikan tantangan agar peserta bisa bersinergi dan menyelesaikan masalah di dalam tim,” tegas Edwin.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Japesda Kecam Kriminalisasi Warga Popayato, Desak PT IGL Realisasikan Plasma 20 Persen

    Japesda Kecam Kriminalisasi Warga Popayato, Desak PT IGL Realisasikan Plasma 20 Persen

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jaring Advokasi Sumberdaya Alam (Japesda) Gorontalo menyatakan sikap tegas atas konflik agraria yang terjadi di Kecamatan Popayato dan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Dalam pernyataan resminya tertanggal 23 Mei 2026, Japesda mengecam tindakan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak plasma 20 persen dari perusahaan perkebunan PT Inti Global Laksana (IGL). Konflik tersebut mencuat setelah […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Homo MBGiens

    Homo MBGiens

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Kebahagiaan dan kenikmatan hidup itu terletak pada makanan yang kita santap. Kalimat dari Epicurus ini terasa hangat di tengah situasi Indonesia yang dilanda musim MBG. Tetapi sebelum itu, saya ingi memulai tulisan ini dengan pembahasan bahwa dalam sejarah panjang manusia, ilmuan bermazhab Darwinisme mengatakan Homo Sapiens sebagai evolusi terakhir dan paling sempurna umat manusia. Sapiens […]

  • Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (3/6), menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji yang ditahan oleh Polda Maluku Utara serta pencabutan izin tambang PT Position yang dianggap menyerobot lahan masyarakat adat dan merusak lingkungan. Selasa, 3 Juni 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 13.20 WIT dengan titik kumpul di depan lankmart […]

  • Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 660
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Anwar Sanjaya mendadak menjadi sorotan tajam publik setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi merekomendasikan sanksi atas penampilannya dalam program televisi selama Ramadan 1447 Hijriah. Sosok yang selama ini dikenal sebagai presenter jenaka dan menghibur itu kini justru menuai kritik karena dinilai melampaui batas etika penyiaran. Dalam laporan hasil pemantauan siaran Ramadan […]

expand_less