Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak

Festival Jagat digelar 29-30 Agustus 2026 di Jombang. Jaringan GUSDURian usung teologi ekologi untuk kelestarian alam & keadilan sosial.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM, JOMBANG — Jaringan GUSDURian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) di Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada 29–30 Agustus 2026.
Festival tersebut mengangkat tema “Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan.” Agenda ini menjadi ruang konsolidasi lintas agama, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat untuk memperkuat gerakan pelestarian alam serta mendorong keadilan ekologis.
Festival Jagat digelar di tengah meningkatnya persoalan lingkungan akibat aktivitas ekstraktif dan pembangunan berskala besar. Penyelenggara menilai kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga mengancam ruang hidup masyarakat dan kelompok adat.
Melalui Festival Jagat, nilai-nilai keagamaan didorong untuk menjadi kekuatan moral dalam menghadapi krisis ekologis. Penyelenggara juga ingin mempertemukan berbagai gerakan lingkungan yang selama ini bergerak melalui jalur advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, litigasi, hingga gerakan sosial keagamaan.
Salah satu agenda utama festival adalah Forum Lingkar Jagat atau Majelis Keadilan Ekologi yang digelar dalam tiga sesi. Sesi pertama mengangkat tema “Tobat Ekologi: Tanggung Jawab Agama terhadap Krisis Ekologi” dengan menghadirkan Lukman Hakim Saefudin, Zainal Abidin Bagir, Hening Parlan, dan Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo.
Sesi kedua membahas tema “Merawat Bumi dari Akar Rumput” bersama Inaya Wahid, Prigi Arisandi, Tri Mumpuni, dan Bambang Tri Daxoko. Sementara sesi ketiga difokuskan pada perumusan Risalah Jagat sebagai komitmen bersama untuk memperkuat advokasi keadilan ekologi.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar