Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain forum diskusi, Festival Jagat menghadirkan berbagai kegiatan edukatif untuk santri dan pelajar. Di antaranya permainan edukasi ekologi, puzzle lingkungan, ular tangga ekologi, kartu sampah organik dan anorganik, hingga permainan bertema mangrove.

Pada Sabtu malam, panggung Festival Jagat akan diisi dengan pertunjukan musik, pemutaran film dokumenter, kesenian tradisional, musikalisasi puisi, dan komedi tunggal. Sejumlah penampil dijadwalkan hadir untuk memeriahkan rangkaian kegiatan.

Memasuki hari kedua, Minggu (30/8/2026), kegiatan berlanjut melalui Kelas Belajar Ekologi Jagat. Peserta akan mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren, sekolah, dan rumah ibadah.

Pelatihan tersebut mencakup pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pengelolaan bank sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, maggot dan kompos, serta pengolahan kopi.

Jaringan GUSDURian Peduli juga akan menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat sekitar.

Rangkaian Festival Jagat kemudian ditutup dengan Ziarah Makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan tersebut diisi dengan tahlil bersama, testimoni tentang sosok Gus Dur, nasihat dari Ibu Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, doa lintas iman, serta tabur bunga.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Jagat 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi melahirkan komitmen dan gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Festival Jagat 2026 dipusatkan di Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, dan Pesantren Tebuireng. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam gerakan keagamaan, sosial, dan lingkungan.

Informasi pendaftaran Festival Jagat 2026 dapat diakses melalui s.id/festivaljagat. Informasi kegiatan juga tersedia melalui Instagram @festivaljagat dan @jaringangusdurian.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapar Menguji Likuiditas Iman

    Lapar Menguji Likuiditas Iman

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Padahal justru di situlah Ramadhan menguji likuiditas iman kita. Apakah kas sabar cukup untuk membayar kewajiban akhlak? Apakah cadangan empati tersedia untuk menolong yang lebih lapar dari kita? Dalam perspektif akuntansi syariah, tujuan laporan keuangan bukan hanya decision usefulness, tetapi juga accountability kepada Allah dan manusia. Puasa adalah praktik akuntabilitas spiritual. Kita diajak menyusun laporan […]

  • Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Dari sisi anggaran, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros telah menyiapkan dana yang tidak sedikit. Sekitar Rp4 miliar per bulan atau setara Rp48 miliar per tahun dialokasikan untuk pembayaran gaji ASN P3K paruh waktu. Ia menegaskan, kebijakan ini lahir dari perencanaan matang dan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan kualitas layanan publik. […]

  • Desak Copot Kapolres dan Kanit Tipiter Maros, KOMAKS Aksi Demo

    Desak Copot Kapolres dan Kanit Tipiter Maros, KOMAKS Aksi Demo

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAKS) menyelenggarakan aksi damai di tiga titik, yakni di depan Polda Sulawesi Selatan, Polres Maros, dan DPRD Kabupaten Maros. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait pentingnya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan hidup, khususnya di wilayah Kabupaten Maros. Rabu (17/12/2026). Aksi tersebut melibatkan mahasiswa, perwakilan lembaga, serta […]

  • Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Suatu hari, sekelompok pemuda Quraisy sedang berada di sekitar jalan yang dilalui rombongan Nabi sepulang dari Hunain. Dari kejauhan mereka mendengar suara azan yang dikumandangkan oleh muadzin Nabi. Para pemuda itu kemudian menirukan suara azan tersebut. Mereka mengulang-ulang lafaznya dengan nada bercanda, bahkan cenderung mengejek. Bagi mereka, itu hanya permainan suara di antara para pemuda. […]

  • Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Catatan Etnografis tentang Kepemimpinan, Dunia Usaha, dan Etika Merawat Kota Tulisan ini saya rampungkan di tengah malam—ketika jarum jam bergerak ke angka kecil di penghujung Januari, dan Februari 2026 mengintip dari balik kalender. Kota sedang senyap. Jalan-jalan lengang. Namun di kepala saya justru berdenyut percakapan, gestur, dan resonansi sosial yang belum ingin reda: bahwa saya […]

  • Intinya “memberatkan”: Itulah yang Luput! Respons atas Kritik Samsi Pomalingo

    Intinya “memberatkan”: Itulah yang Luput! Respons atas Kritik Samsi Pomalingo

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Tulisan Samsi Pomalingo berjudul Yang Luput dari yang Luput (2026) untuk merespons tulisan saya beberapa hari yang lalu sebenarnya tidak menjawab apa-apa, alih-alih menunjukkan bahwa penulis sendiri tidak membaca dengan detail tulisan saya sebelumnya sehingga, ada banyak kritiknya yang tidak tepat bahkan kontradiktif. Padahal, tesis saya pada tulisan sebelumnya jelas: sadaka memberatkan. Ini poin yang […]

expand_less