Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah ini, pertanyaan kritis pun muncul: apakah semua itu benar-benar diwujudkan? Ataukah hanya menjadi retorika politik yang terus diulang tanpa pijakan konkret?

Belakangan ini, beberapa pemerintah daerah di Indonesia — termasuk di Bolaang Mongondow Raya — tampak berlomba-lomba untuk mendirikan perguruan tinggi negeri atau kampus baru sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan tinggi. Langkah ini sepintas terlihat progresif dan visioner. Namun di balik upaya itu, muncul ironi yang mengganggu: perguruan tinggi lokal yang sudah lama berdiri dan berjuang sendiri justru dibiarkan tanpa dukungan berarti.

Kampus lokal seperti Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dan beberapa STIE, STIKES, maupun akademi lainnya telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan segala keterbatasan. Mereka memiliki mahasiswa, tenaga pengajar, dan jejaring masyarakat yang kuat. Namun, minim perhatian dari pemerintah membuat kualitas layanan pendidikan stagnan. Sementara itu, alih-alih memperkuat dan merevitalisasi kampus-kampus ini, pemerintah justru mengalihkan fokus ke rencana pendirian institusi baru yang membutuhkan anggaran besar dan proses panjang.

Pemerintah daerah semestinya memiliki keberanian untuk merevitalisasi kampus lokal yang sudah ada melalui Penguatan anggaran tahunan, Peningkatan kualitas SDM (dosen dan tenaga kependidikan) ,Modernisasi fasilitas digital dan laboratorium ,Kerja sama dengan kementerian/lembaga untuk konversi status (misalnya dari swasta ke negeri atau vokasi ke universitas negeri berbasis daerah). Dengan langkah ini, perguruan tinggi lokal akan menjadi pilar nyata pembangunan daerah — bukan sekadar simbol atau pelengkap administratif.

Jika tujuan pemerintah adalah menciptakan generasi cerdas dan membangun SDM daerah, maka mengabaikan kampus lokal sama saja dengan mengabaikan akar pembangunan itu sendiri. Mendirikan perguruan tinggi baru bukan solusi utama; yang dibutuhkan adalah komitmen untuk membesarkan dan memberdayakan yang sudah berjuang di tengah keterbatasan.

Realita: Perguruan Tinggi Lokal Masih Tertatih

Bolaang Mongondow Raya yang mencakup lima wilayah administratif — Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu — belum memiliki pusat pendidikan tinggi yang benar-benar mapan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) sebagai salah satu perguruan tinggi lokal masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran operasional, dan kurangnya dukungan pengembangan kualitas dosen serta penelitian.

Beberapa kampus swasta atau vokasi juga mengalami nasib serupa. Mereka hadir dan bertahan bukan karena dukungan struktural dari pemerintah kabupaten/kota, tetapi karena inisiatif swasta dan semangat masyarakat lokal yang tak ingin ketinggalan zaman.

Pemerintah daerah memang memberikan beasiswa, namun jumlahnya terbatas dan distribusinya sering kali tidak transparan. Banyak program unggulan SDM hanya berakhir pada pelatihan-pelatihan seremonial tanpa kelanjutan. Sementara itu, potensi perguruan tinggi lokal untuk menjadi mitra strategis pembangunan daerah nyaris tidak tersentuh. Kampus-kampus ini tidak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, tidak dioptimalkan dalam pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, atau UMKM, dan tidak dibantu untuk membangun jejaring dengan perguruan tinggi nasional.

Jika pemerintah daerah terus membiarkan perguruan tinggi lokal tertinggal, maka wacana tentang “pembangunan SDM” hanya akan menjadi retorika kosong. Dan jika pembangunan SDM dianggap sebagai investasi masa depan, mengapa institusi yang seharusnya menjadi pilar utama — yaitu perguruan tinggi — justru dibiarkan berjalan sendiri tertatih tanpa dukungan maksimal?

Saatnya pemerintah kabupaten/kota di BMR mengambil sikap: memosisikan kampus lokal sebagai mitra utama pembangunan, bukan pelengkap formalitas.

Membangun SDM bukan hanya soal beasiswa atau pelatihan singkat, tapi butuh investasi jangka panjang melalui penguatan institusi pendidikan tinggi lokal. Jika perguruan tinggi terus terpinggirkan, maka wacana pembangunan SDM akan tetap jadi retorika kosong tanpa substansi.

Kita tidak bisa berharap akan lahir generasi hebat jika rumah besar mereka — kampus lokal — terus-menerus diabaikan.

Oleh : Sicilya C. Mokoginta, SE.MM –  (Akademisi di Universitas Dumoga Kotamobagu)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Selain itu, BAZNAS juga menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65.000 per jiwa per hari. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa penetapan tersebut dilakukan setelah […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Jika pada awal tahun 2000-an Yasraf Amir Piliang berbicara tentang pelipatan ruang, waktu, dan tanda oleh media serta teknologi informasi, maka kecerdasan buatan hari ini membawa proses itu ke tingkat yang jauh lebih radikal. Bukan lagi sekadar pelipatan dunia, melainkan pelipatan pengetahuan, kreativitas, imajinasi, bahkan realitas itu sendiri. Kita sedang menyaksikan sebuah fase yang bisa […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

  • Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    Setelah lima kali berkunjung ke Gorontalo, barulah pada kunjungan kali ini saya memiliki kesempatan dan waktu untuk menginjakkan kaki di Danau Limboto—sebuah nama yang sejak lama sangat akrab di ingatan saya. Danau ini pertama kali saya kenal ketika masih duduk di bangku SMP, sekitar tahun 1973, melalui pelajaran Ilmu Bumi. Saat itu, Danau Limboto diperkenalkan […]

expand_less