Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akuntan Bukan Penjaga Angka, tetapi Penjaga Risiko

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika mendengar kata akuntan, banyak orang masih membayangkan seseorang yang sibuk menghitung angka, menyusun laporan keuangan, atau memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak lagi cukup untuk menggambarkan peran akuntan di tengah dunia bisnis yang semakin kompleks.

Hari ini, akuntan bukan sekadar penjaga angka. Akuntan adalah penjaga risiko.

Angka dalam laporan keuangan sebenarnya merupakan bahasa yang menceritakan kondisi sebuah organisasi. Di balik angka laba, aset, utang, dan arus kas, terdapat keputusan yang dapat menentukan apakah sebuah perusahaan bertahan atau justru menghadapi masalah serius. Karena itu, kesalahan membaca angka bukan hanya kesalahan administratif. Ia dapat menjadi pintu masuk bagi risiko yang lebih besar.

Ambil contoh sederhana. Sebuah perusahaan terlihat memiliki pertumbuhan penjualan yang tinggi. Laba meningkat, laporan keuangan terlihat sehat, dan manajemen merasa berada di jalur yang tepat. Namun, ketika akuntan menelaah lebih jauh, ternyata sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit kepada pelanggan yang memiliki kemampuan bayar rendah.

Di atas kertas, perusahaan terlihat sukses. Dalam kenyataan, kas belum tentu tersedia.

Jika kondisi tersebut tidak segera dikenali, perusahaan dapat menghadapi masalah arus kas, gagal memenuhi kewajiban, bahkan kesulitan membayar karyawan dan pemasok. Di sinilah peran akuntan menjadi penting. Akuntan tidak cukup mengatakan bahwa “angka penjualan meningkat”. Ia harus berani bertanya: apa risiko di balik angka tersebut?

Persoalan semacam ini bukan sekadar persoalan teknis akuntansi. Ia berkaitan dengan kualitas pengambilan keputusan.

Kerangka manajemen risiko modern menempatkan informasi sebagai salah satu fondasi penting dalam mengidentifikasi dan merespons risiko. Dalam konteks organisasi, informasi keuangan yang berkualitas membantu manajemen melihat potensi masalah sebelum berubah menjadi kerugian nyata.

Karena itu, kompetensi akuntan hari ini tidak boleh berhenti pada kemampuan mencatat dan melaporkan. Akuntan perlu memahami pengendalian internal, teknologi informasi, tata kelola, analisis data, hingga risiko kecurangan.

Bayangkan sebuah perusahaan yang seluruh proses pembeliannya telah menggunakan sistem digital. Transaksi berlangsung cepat, data tersimpan otomatis, dan laporan dapat dibuat dalam hitungan menit. Namun, jika akses sistem tidak dikendalikan dengan baik, satu orang dapat memiliki kewenangan membuat pemasok sekaligus menyetujui pembayaran.

Teknologi memang mempercepat pekerjaan, tetapi tanpa pengendalian yang memadai, teknologi juga dapat mempercepat risiko.

Di sinilah akuntan perlu bergeser dari sekadar record keeper menjadi risk thinker. Ia harus mampu membaca pola, mempertanyakan kejanggalan, dan memahami konsekuensi dari setiap informasi yang disajikan.

Akuntan juga memiliki tanggung jawab moral. Laporan keuangan tidak hanya dibaca oleh manajemen, tetapi juga investor, kreditur, regulator, karyawan, dan publik. Ketika informasi keuangan tidak disajikan secara jujur dan wajar, dampaknya dapat meluas jauh melampaui meja kerja bagian keuangan.

Pada akhirnya, kualitas seorang akuntan tidak hanya terlihat dari seberapa rapi laporan yang disusunnya, tetapi dari seberapa mampu ia membantu organisasi mencegah risiko sebelum menjadi krisis.

Angka memang penting. Tetapi angka hanyalah permulaan.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: risiko apa yang sedang disembunyikan atau ditunjukkan oleh angka tersebut?

Di era ketidakpastian, akuntan yang dibutuhkan bukan hanya mereka yang mampu menghitung dengan benar, tetapi mereka yang berani membaca lebih dalam, bertanya lebih kritis, dan bertindak sebelum risiko berubah menjadi kerugian.

Sebab, menjaga angka berarti menjaga laporan. Menjaga risiko berarti menjaga keberlangsungan organisasi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

  • Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/1/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dapur dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mencegah potensi terjadinya keracunan makanan pada peserta didik. Empat SPPG yang menjadi sasaran sidak […]

  • Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Penulis Ahmad Takbir Abadi Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan. Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi. Pemimpin […]

  • Polda Jabar Bongkar Produksi Mie Basah Berformalin di Garut, Satu Tersangka Diamankan

    Polda Jabar Bongkar Produksi Mie Basah Berformalin di Garut, Satu Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membongkar praktik produksi mie basah yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya di Kabupaten Garut. Seorang pria berinisial WK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan pengungkapan berawal dari Laporan Polisi Nomor: LP/A/14/II/2026/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA JABAR tertanggal 13 Februari 2026. “Pengungkapan […]

  • Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    Pasal Penghasutan KUHP Digugat ke MK, Pemohon Nilai Ancam Kebebasan Berpendapat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua warga negara, Matluk dan Chambali Safaludin, mengajukan uji materiil terhadap Pasal 246 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan tersebut diperiksa dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 202/PUU-XXIV/2026 yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Sidang yang dipimpin Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Saldi Isra, membahas […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

expand_less