Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 51
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis Ahmad Takbir Abadi

Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan.

Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi.

Pemimpin datang silih berganti membawa keyakinan bahwa mereka akan memperbaiki negeri. Kita patut menghargai setiap ikhtiar itu. Tetapi sejarah tidak hanya mencatat niat para penguasa, sejarah pada akhirnya akan mengadili hasilnya. Sebab kemerdekaan bukan warisan yang cukup dikenang, melainkan janji yang harus terus dibuktikan.

Hari ini kita melihat kepemimpinan nasional dengan berbagai gagasan besar, kedaulatan pangan, hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam, pemerataan ekonomi, hingga pembangunan manusia.

Dalam Paradoks Indonesia dan Solusinya, Prabowo Subianto pernah menguraikan kegelisahan tentang negeri yang kaya sumber daya tetapi masih berhadapan dengan ketimpangan dan persoalan kesejahteraan.

Gagasan tersebut terdengar sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih berkeadilan. Namun republik tidak boleh hanya hidup dari gagasan. Ia harus diuji oleh kenyataan.

Sebab di antara pidato tentang kesejahteraan dan kehidupan rakyat, selalu ada jurang yang harus diawasi, siapa yang sebenarnya menerima manfaat dari kebijakan negara? Kekayaan alam boleh berlimpah, investasi boleh tumbuh, pembangunan boleh dipercepat, tetapi apabila rakyat hanya menjadi penonton dari kemakmuran, maka kita sedang merayakan pertumbuhan tanpa keadilan.

Makan Bergizi Gratis adalah contoh lain. Memberi makan anak-anak bangsa adalah pekerjaan mulia, sebuah bentuk rahmah dan it‘ām al-tha‘ām, semangat memberi makan kepada mereka yang membutuhkan.

Tetapi justru karena niatnya mulia, jangan sampai kebijakan itu berubah menjadi ladang ekonomi bagi mereka yang paling kuat.

Ketika negara menggelontorkan anggaran besar, pertanyaan publik tidak boleh berhenti pada berapa piring makanan yang dibagikan.

Kita harus bertanya siapa yang menguasai rantai pasoknya, siapa yang menjadi pemasok, siapa yang menentukan harga, dan apakah petani, nelayan, peternak, UMKM serta koperasi benar-benar mendapatkan ruang utama.

Negara jangan sampai berniat memberi makan anak bangsa, tetapi keuntungan ekonominya justru lebih banyak mengalir kepada mereka yang sudah lama menguasai pasar.

Kita juga patut waspada ketika peran negara, terutama kekuatan militer, semakin memasuki ruang-ruang sipil. Indonesia telah membayar mahal harga sebuah sejarah ketika kekuasaan terlalu jauh mencampuri kehidupan sipil.

Reformasi 1998 lahir dengan salah satu pesan paling penting, supremasi sipil, demokrasi, dan kebebasan warga harus dijaga. Karena itu, kritik tidak boleh diperlakukan sebagai ancaman dan kebebasan berekspresi tidak boleh dianggap sebagai pembangkangan.

Hannah Arendt mengingatkan pentingnya ruang publik sebagai tempat warga hadir, berbicara, dan berbeda. Negara yang kuat bukan negara yang membuat rakyat takut berbicara, negara yang kuat adalah negara yang cukup percaya diri untuk mendengar suara yang tidak menyenangkannya.

Di tingkat daerah, semangat sentralisasi juga terasa semakin kuat. Otonomi daerah yang dahulu diharapkan menjadi napas Reformasi jangan sampai perlahan kehilangan makna karena daerah hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat.

Efisiensi anggaran memang penting, tetapi efisiensi tidak boleh berubah menjadi amputasi kewenangan. Daerah memiliki persoalan yang tidak selalu bisa dibaca dari Jakarta.

Begitu pula berbagai program seperti Koperasi Merah Putih harus diuji substansinya, apakah benar-benar lahir dari kebutuhan rakyat atau hanya menjadi proyek administratif yang namanya indah tetapi manfaatnya belum tentu terasa? Koperasi seharusnya menjadi alat kedaulatan ekonomi rakyat, bukan sekadar papan nama yang dicat merah putih.

Aristoteles memandang negara sebagai jalan menuju kehidupan yang baik, sementara Amartya Sen menempatkan manusia dan kebebasannya sebagai ukuran penting pembangunan.

Karena itu, ukuran keberhasilan republik sesungguhnya sederhana, apakah rakyat semakin sejahtera, semakin bebas, semakin berdaya, dan semakin bermartabat?

Kritik terhadap pemerintah bukan berarti membenci Indonesia. Justru terkadang kritik adalah bentuk cinta yang paling jujur. Kita tidak sedang ingin menjatuhkan republik, kita sedang mengingatkan agar republik tidak kehilangan arah.

Sebab mencintai bangsa tidak berarti wajib memuji setiap keputusan penguasa. Ada kalanya cinta justru menuntut keberanian untuk berkata, ini keliru, ini harus diperbaiki, dan jangan membawa republik terlalu jauh dari cita-cita pendiri bangsa.

Pada akhirnya, Indonesia adalah tanah tumpah darah yang kita cintai. Kita tidak memiliki negeri lain untuk diwariskan kepada anak-anak kita.

Maka setiap 17 Agustus seharusnya bukan hanya menjadi perayaan kemenangan, tetapi juga ruang untuk mengoreksi perjalanan.

Kita berharap kepemimpinan nasional semakin peka terhadap rakyat yang sedang terjepit, semakin rendah hati menerima kritik, semakin adil mendistribusikan kekuasaan dan sumber daya, serta semakin sadar bahwa republik bukan milik penguasa, melainkan milik seluruh rakyat.

Sebab merah putih tidak hanya berkibar di tiang upacara, ia seharusnya berkibar di dalam nurani setiap penyelenggara negara.

Kemerdekaan bukan sesuatu yang selesai diproklamasikan pada 1945. Kemerdekaan adalah janji yang setiap generasi wajib tunaikan dan setiap kekuasaan wajib berani mempertanggungjawabkannya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M., IPM., CP merupakan Seorang insinyur kelahiran Balikpapan, 24 Juni 1991 dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Elektro dan Magister Manajemen Bisnis. Aktif berkiprah di dunia profesional, organisasi, serta kegiatan bisnis, dengan pengalaman yang memadukan keahlian teknis dan kapasitas manajerial. Dalam dunia prefesional pernah menjabat sebagai Manager […]

  • GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

    GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Makassar, nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan serta organisasi kepemudaan (OKP) pegiat demokrasi menggelar Bincang Demokrasi #1 pada Jumat, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bawaslu Sulsel dan menjadi ruang diskusi awal dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan era digital. Bincang demokrasi perdana tersebut mengangkat […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

  • Ronaldo ke Indonesia Bukan di Undang PSSI, Lantas Siapa?

    Ronaldo ke Indonesia Bukan di Undang PSSI, Lantas Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Megabintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, menerima keputusan nekat timnya sebelum persiapan ke Indonesia. Kabar kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia diiringi dengan kontroversi Al Nassr. Cristiano Ronaldo dikabarkan akan tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk kegiatan sosial. Ia diundang oleh Dr. Susi Marya Kapitana selaku pemimpin Yayasan Graha Kasih. Rencananya, mantan bintang Real Madrid […]

expand_less