Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Paradoks Kelangkaan Air Bersih: Melimpah Tapi Langka

  • account_circle Muh. Akbar.
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk juga sumber daya air yang melimpah. Curah hujan yang tinggi, sungai yang banyak, serta keberadaan danau seharusnya menjadi jaminan ketersediaan air bagi seluruh masyarakat. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Setiap tahun, banyak wilayah di Indonesia mengalami kekeringan, dan krisis air bersih. Fenomena ini menghadirkan sebuah paradoks: bagaimana mungkin negara kepulauan yang katanya kaya atas air justru mengalami kelangkaan air?

Di negeri dengan curah hujan tinggi, krisis air bukanlah anomali, melainkan pola yang berulang. Kini, pola itu semakin jelas dan semakin mahal biayanya. Secara hidrologi, Indonesia tidak kekurangan air. Yang kita hadapi adalah ketidaksesuaian antara ketersediaan, waktu, dan kebutuhan. Air hadir berlimpah saat tidak dibutuhkan, dan menghilang ketika paling dibutuhkan.

Ketika dikerucutkan di salah satu daerah, Kabupaten Barru. Daerah ini sejak lama dikenal sebagai daerah yang memadukan pesona alam, dan kreativitas nya. Di balik citra tersebut, Barru sedang menghadapi persoalan yang semakin kompleks, terutama dalam tata kelola air, dan perubahan iklim. Kedua isu itu tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan membentuk lingkaran persoalan yang sulit diputus apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat masih berjalan dengan pendekatan yang terpisah-pisah.

Barru hari ini bukan lagi sekadar berbicara tentang kerusakan akses jalan di pelosok-pelosok desa. Namun tantangan yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana daerah ini mampu mengelola sumber daya alam secara bijaksana. Persoalan air menjadi salah satu gambaran nyata mengenai rumitnya tata kelola daerah.

Di satu sisi, Barru merupakan daerah yang memiliki curah hujan relatif tinggi. Berdasarkan data klimatologi Kabupaten Barru, total curah hujan tahunan di daerah ini dapat mencapai 2.748 mm hingga lebih dari 5.000 mm. Sebagai perbandingan, rata-rata curah hujan tahunan normal di Indonesia berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 mm. Ironisnya, ketika musim kemarau tiba, daerah ini justru mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih, sementara ketika hujan deras datang, banjir menjadi langganan di sejumlah titik. Paradoks ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar jumlah air yang tersedia, melainkan bagaimana air tersebut dikelola.

Disisi lain, Alih fungsi lahan yang terus berlangsung telah mengurangi daya serap tanah. Tidak sedikit kawasan yang awalnya berfungsi sebagai resapan air berubah menjadi permukiman, dan kepentingan lain. Akibatnya, air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah justru mengalir cepat menuju sungai dan saluran drainase yang kapasitasnya terbatas.

Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh kualitas sungai yang terus mengalami penurunan. Banyak aliran sungai di daerah Barru menerima beban pencemaran dari limbah domestik maupun aktivitas industri. Air sungai yang semestinya menjadi sumber kehidupan berubah menjadi saluran pembuangan. Padahal, sungai memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem daerah.

Kelangkaan air di Barru tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan sumber daya alam. Justru, persoalan utamanya terletak pada bagaimana air dikelola. Dalam literatur sumber daya air, kondisi ini dikenal sebagai (economic water scarcity) , yaitu kelangkaan yang disebabkan oleh kegagalan distribusi, akses, dan tata kelola, bukan karena ketersediaan airnya yang terbatas. Dengan kata lain, masalah utama Indonesia bukan kekurangan air, melainkan kegagalan dalam mengelola air secara adil dan berkelanjutan.

Dampak dari kelangkaan air ini sangat luas dan sistemik. Dari sisi sosial, masyarakat harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan harus membeli air dengan harga yang mahal. Dari sisi ekonomi, sektor pertanian yang sangat bergantung pada air mengalami penurunan produktivitas panen. Sementara itu, dari sisi lingkungan, degradasi ekosistem sungai dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan dari langkanya sumber daya air.

Pada akhirnya, kelangkaan air di Barru bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari. Ini adalah hasil dari pilihan kebijakan dan cara semua pihak terkait yang punya kewenangan dalam mengelola sumber daya. Jika air adalah sumber kehidupan, maka kegagalan mengelolanya adalah kegagalan menjaga masa depan. Oleh karena itu, upaya perbaikan harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan, sebelum krisis ini menjadi semakin sulit untuk dikendalikan.

  • Penulis: Muh. Akbar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Sudah berbulan bulan masyarakat menyaksikan antrean panjang truk di hampir setiap SPBU Pertamina,  contonhnya di SPBU Pettuadae Kabupaten maros  Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, padahal dampaknya sangat nyata. Truk-truk yang mengantri hingga memakan badan jalan menyebabkan kemacetan panjang, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat kelancaran transportasi. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah stok […]

  • Prabowo Kelakar PKB “Harus Diawasi”, Cak Imin: Itu Bercanda

    Prabowo Kelakar PKB “Harus Diawasi”, Cak Imin: Itu Bercanda

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan soliditas koalisi partai pendukung pemerintah saat menyampaikan taklimat awal tahun 2026 dalam sesi pembuka retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026), dikutip nulondalo.com Dalam suasana santai, Prabowo sempat melontarkan kelakar dengan menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) “harus diawasi terus”. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo […]

  • Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Salah satu agenda penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum dan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam adalah menghidupkan kembali pemikiran KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur. Pertanyaannya, seperti apa upaya menghidupkan gagasan tersebut, dan bagaimana implikasinya bagi NU di tingkat daerah? […]

  • Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Yayasan Pendidikan As-Salam Tenjo menerima sertifikat tanah wakaf dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf yang berlangsung di Meeting Hall Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026). Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bagian dari program percepatan legalisasi aset wakaf yang dijalankan pemerintah untuk memberikan […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

expand_less