Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com,Maros – Sudah berbulan bulan masyarakat menyaksikan antrean panjang truk di hampir setiap SPBU Pertamina, contonhnya di SPBU Pettuadae Kabupaten maros Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, padahal dampaknya sangat nyata. Truk-truk yang mengantri hingga memakan badan jalan menyebabkan kemacetan panjang, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat kelancaran transportasi.
Pertanyaannya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah stok solar subsidi memang semakin terbatas? Apakah kuota subsidi sudah tidak mencukupi kebutuhan masyarakat? Ataukah ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi dengan menyalahgunakan dan memperjualbelikan solar subsidi demi keuntungan pribadi?
Hadi Sekertaris APKAN RI ( Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara ) Kabupaten Maros meminta jawaban yang jelas Pada Petamina Jangan sampai rakyat yang menjadi korban akibat lemahnya pengawasan dan pengelolaan distribusi BBM subsidi. Jika memang ada penyimpangan, aparat penegak hukum dan pihak terkait harus bertindak tegas.
Jika masalahnya ada pada keterbatasan pasokan, pemerintah dan Pertamina juga harus terbuka kepada publik mengenai penyebab dan solusi yang sedang dilakukan.
Pertamina tidak boleh hanya menjadi penonton. Kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat serta roda perekonomian daerah. Kemacetan semakin parah, distribusi barang terganggu, biaya transportasi berpotensi meningkat, dan pada akhirnya masyarakat kecil yang kembali menanggung akibatnya.
Harapan masyarakat sederhana: distribusi solar subsidi berjalan normal, pengawasan diperketat, antrean panjang segera teratasi, dan masyarakat tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM yang memang menjadi hak mereka.
Sudah saatnya ada tindakan nyata, bukan sekadar menunggu masalah ini menjadi semakin besar.
Saat di konfirmasi melalui Pesan WhatsApp Comrel Pertamina Okky Aditya memberikan Tanggapan.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memahami perhatian masyarakat terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk di Kabupaten Maros. Perlu kami sampaikan bahwa secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan tidak terdapat pengurangan kuota.
Antrean yang terjadi dipengaruhi oleh tingginya permintaan Biosolar di jam-jam tertentu, perubahan pola konsumsi, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat untuk memastikan penyaluran dilakukan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Pertamina terus melakukan berbagai langkah perbaikan, antara lain optimalisasi distribusi ke SPBU, pemantauan stok secara real time, serta pengawasan bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. Apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi, kami mengimbau agar melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 atau kepada aparat berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar