Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 72
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi dan ekosistem terumbu karang. Monitoring habitat dilaksanakan di Perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi agregasi Hiu Paus di Indonesia.

Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo turut mendampingi dan memfasilitasi penyediaan data serta informasi terkait kondisi ekosistem habitat Hiu Paus. Hal ini sejalan dengan kewenangan yang diamanatkan melalui Permen KP Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan PSDKP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Hartaty Isima menyampaikan bahwa upaya konservasi sumber daya ikan merupakan langkah penting untuk menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan pemanfaatan sumber daya perikanan.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007, konservasi sumber daya ikan mencakup perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara berkelanjutan, termasuk perlindungan biota perairan yang terancam punah,” kata Hartaty Isima.

Hartaty menambahkan, sejak tahun 2013, status perlindungan penuh terhadap Hiu Paus telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. “Ini merupakan salah satu langkah konkret menjaga spesies ini dari ancaman kepunahan,” katanya.

Dalam pengelolaan jenis ikan dilindungi, efektivitas menjadi indikator keberhasilan yang utama.

“Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 11 Tahun 2021, keberhasilan pengelolaan diukur dari efektivitas yang mencakup penyediaan data potensi dan status sumber daya ikan target konservasi,” jelas Hartaty lebih lanjut.

Salah satu tahap penting pengelolaan kawasan konservasi adalah pemantauan dan survei kondisi populasi sumber daya ikan.

“Pemantauan rutin menjadi dasar evaluasi kinerja implementasi program pengelolaan, sehingga siklus perbaikan pengelolaan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tutup Hartaty.

Tim monitoring habitat Hiu Paus yang bertugas terdiri dari berbagai unsur, yaitu BPSPL Makassar (2 orang), BPSPL Makassar Wilker Gorontalo (3 orang), BPSPL Makassar Wilker Manado (1 orang), SUOP Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo (2 orang), dan Universitas Negeri Gorontalo (2 orang).

PIC Monitoring Habitat Hiu Paus BPSPL Makassar, Abdullah, menjelaskan bahwa kolaborasi multipihak ini menjadi kunci penyediaan data akurat dan upaya perlindungan populasi Hiu Paus secara lebih terencana dan terpadu di masa mendatang.

Program konservasi perairan laut ini merupakan bagain dari misi Agromaritim yang menjadi program Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

  • Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan  Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Drs. H. Fathan Subhi, M.AP., melantik pengurus cabang IKA PMII se-Provinsi Gorontalo. Acara tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, para kepala daerah kabupaten/kota, Rektor Universitas Gorontalo, Ketua PWNU Gorontalo, serta anggota DPRD Provinsi, Senin (11/8/2025), Aston Hotel. Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 638
    • 0Komentar

    Catatan Etnografis tentang Kepemimpinan, Dunia Usaha, dan Etika Merawat Kota Tulisan ini saya rampungkan di tengah malam—ketika jarum jam bergerak ke angka kecil di penghujung Januari, dan Februari 2026 mengintip dari balik kalender. Kota sedang senyap. Jalan-jalan lengang. Namun di kepala saya justru berdenyut percakapan, gestur, dan resonansi sosial yang belum ingin reda: bahwa saya […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • DPRD Ketok Perda Pertanggungjawaban APBD 2024

    DPRD Ketok Perda Pertanggungjawaban APBD 2024

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 untuk menjadi perda. Hal tersebut dibahas pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-28, Selasa (8/7/2025). “Alhamdulillah, antara tim anggaran pemerintah dan badan anggaran serta para anggota dewan yang terhormat, kita bersepakat bahwa […]

expand_less