Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk.

Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar guna menghindari Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi lintasan sekitar 20 persen ekspor LNG dunia. Setidaknya 11 kapal dilaporkan menunda pelayaran dalam beberapa hari terakhir.

Qatar, eksportir LNG terbesar kedua dunia, memasok lebih dari 80 persen produksinya ke pasar Asia. China menjadi pembeli terbesar LNG Qatar, disusul India dan Jepang. Para importir di kawasan tersebut kini menghubungi pemasok lain untuk mencari alternatif pasokan di tengah ketidakpastian pengiriman.

Gangguan ini berpotensi mendorong lonjakan harga gas global. Kontrak LNG jangka panjang di Asia umumnya dikaitkan dengan harga minyak mentah Brent, sehingga kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik akan turut mengerek harga gas bagi konsumen.

Analis energi memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut dan jalur pelayaran tetap terganggu, risiko pemotongan produksi LNG dapat meningkat. Produksi LNG membutuhkan arus ekspor yang stabil; gangguan berkepanjangan dapat memaksa fasilitas produksi mengurangi output.

Eropa dinilai relatif lebih siap karena memiliki cadangan gas, namun tetap berisiko terdampak jika pengalihan pasokan lebih banyak diarahkan ke Asia. Sementara itu, negara-negara seperti Turki dan Mesir juga menghadapi tekanan tambahan akibat ketergantungan pada pasokan gas dari kawasan yang kini tidak stabil.

Kondisi ini mengingatkan pasar pada gejolak energi 2022 ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan harga gas ke level tertinggi dalam sejarah di Eropa dan berbagai belahan dunia.

Pelaku pasar kini memantau ketat perkembangan keamanan di Selat Hormuz dan kebijakan eksportir utama di Teluk. Jika ketegangan tidak segera mereda, Asia berpotensi menghadapi tekanan pasokan dan kenaikan biaya energi yang signifikan dalam waktu dekat.

Data Harga Energi Terbaru

  • Harga LNG Asia: Pada akhir 2025, harga LNG spot untuk pasar Asia tercatat turun tipis di sekitar USD 10,60 per MMBtu meskipun permintaan tetap kuat di region lain, seiring bertambahnya pasokan dari Amerika Serikat.

  • Harga Gas Global: Laporan gas global menunjukkan rata-rata harga LNG Asia (Platts JKM) bergerak dalam kisaran USD 9–11/MMBtu pada akhir 2025, meskipun potensi gangguan pasokan bisa mendorong harga naik di masa depan.

  • Harga Minyak Dunia: Konflik juga mendorong harga minyak naik, dengan Brent diperkirakan bisa menyentuh USD 100–120 per barel jika eskalasi berkepanjangan

Dampak ke Indonesia

Indonesia sebagai negara importir energi masih merasakan gejolak harga global:

  • Kenaikan harga minyak dunia secara tidak langsung menekan biaya energi domestik dan berpotensi mendorong inflasi harga BBM serta energi transportasi. Data menunjukkan harga minyak Brent sudah berada di kisaran USD 70–73 per barel dan berpotensi naik lebih tinggi jika konflik memburuk.

  • Biaya logistik energi naik hingga potensi ±12 %, yang bisa memicu kenaikan harga barang dan biaya produksi di Indonesia karena nilai impor energi yang besar terkait biaya distribusi global.

  • Ketergantungan Indonesia terhadap sumber LNG domestik dan impor membuat pasar energi lokal rawan terhadap gejolak global, terutama jika harga LNG benchmark dunia terus naik. Menurut data historis, harga LNG di pasar Indonesia biasanya berada dalam kisaran USD 9–14/MMBtu dalam beberapa tahun terakhir.

Analisis Pasar Energi Global

Para analis pasar energi global mencatat bahwa konflik Timur Tengah memperkuat volatilitas harga energi yang pernah terjadi pada krisis energi 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Harga LNG dan gas alam di berbagai pasar dunia diketahui sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik serta aliran ekspor global:

  • Ketidakpastian pasokan karena risiko Selat Hormuz dapat mendorong harga LNG dan gas alam ke level yang lebih tinggi, terutama jika jalur perdagangan utama terganggu.

  • Sementara itu, tekanan harga juga datang dari permintaan kuat di Eropa yang meningkatkan impor LNG dan cadangan yang relatif rendah di sejumlah negara produsen energi.

  • Di sisi lain, pertumbuhan pasokan dari Amerika Serikat membantu menstabilkan pasar jangka pendek, namun ketegangan geopolitik bisa membalik tren tersebut secara cepat jika konflik berkepanjangan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum. Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) […]

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jakarta and Singapore exemplify urban centers at the forefront of climate change adaptation. Rising sea levels, increased rainfall, and rapid urbanization are reshaping urban operations across Southeast Asia. In response, governments are advancing the concept of the “smart city,” emphasizing data-driven governance, predictive systems, and digital infrastructure to enhance urban safety and resilience. Despite technological […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) terletak pada watak moderatnya yang mampu menjembatani peradaban Timur dan Barat. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal PB IKA PMII yang menjadi ajang konsolidasi strategis alumni dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan. “Wajar jika Alumni PMII membahas dan mempersiapkan […]

expand_less