Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 411
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyak orang menjelaskan dominasi Amerika Serikat di dunia dengan dua kata kunci: ekonomi dan militer. Memang benar, negara itu memiliki mesin ekonomi yang raksasa dan kekuatan militer yang sulit ditandingi. Namun penjelasan semacam itu sering melewatkan satu hal yang jauh lebih menentukan: kemampuan membentuk cara dunia berpikir. Dalam politik global modern, kekuasaan tidak selalu tampil dalam bentuk senjata atau tekanan militer. Ia sering bekerja melalui bahasa pengetahuan—melalui konsep, teori, dan definisi tentang apa yang disebut rasional, maju, atau modern.

bentuk imperialisme modern bekerja. Ia tidak lagi hadir seperti kolonialisme abad ke-19 yang terang-terangan menaklukkan wilayah. Dominasi kini sering bergerak melalui narasi pembangunan, program bantuan, dan legitimasi ilmiah. Penaklukan tidak selalu datang dengan kapal perang; kadang ia hadir dalam bentuk laporan riset, kurikulum universitas, atau kebijakan pembangunan yang terdengar sangat teknokratis.

Salah satu titik penting dalam sejarah politik global muncul pada tahun 1949 ketika Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman memperkenalkan apa yang kemudian dikenal sebagai Point Four Program. Dalam pidato itu, dunia untuk pertama kalinya dipetakan secara eksplisit menjadi dua kategori besar: negara maju dan wilayah yang disebut “terbelakang”. Pembagian ini tampak seperti klasifikasi ilmiah yang netral. Namun jika dilihat dalam konteks geopolitik saat itu—ketika kolonialisme lama mulai runtuh dan persaingan ideologi antara kapitalisme dan sosialisme semakin tajam—istilah tersebut memiliki makna politik yang sangat kuat.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat menangani kasus kekerasan terhadap seorang warga di Kali Enaro, Kampung Ekaitadi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jumat (3/4/2026). Korban berinisial S (55), yang berprofesi sebagai pengemudi ojek, ditemukan dalam kondisi terluka sekitar pukul 15.20 WIT oleh petugas kepolisian yang melintas di lokasi kejadian. Petugas bersama warga setempat segera […]

  • Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mencatat capaian luar biasa sepanjang tahun 2025 dengan 48.592 kasus narkoba berhasil diungkap hingga 11 Desember 2025. Hal ini diungkapkan oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, dalam rilis akhir tahun di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). “Sepanjang tahun ini, total 64.055 orang diamankan terkait kasus narkoba,” […]

  • KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, KH. Abd Rasyid Kamaru mengatakan bahwa Provinsi Gorontalo dibangun dengan dasar Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Gorontalo, Sabtu (29/6/2019). Dalam acara dialog yang di hadiri ratusan peserta dari berbagai lintas organisasi […]

  • LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KBRN, Gorontalo –  Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar menyelenggarakan Rapat Koordinasi pelaksanaan program di wilayah kerja Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2025, di Kantor BPSPL Makassar, Sulawesi Selatan. BPSPL merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) […]

  • Willy Aditya Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Disebut Terobosan Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga

    Willy Aditya Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Disebut Terobosan Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyambut baik disahkannya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) yang dinilai sebagai langkah besar dalam melindungi hak-hak pekerja rumah tangga (PRT). Pengesahan UU PPRT dilakukan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada Selasa (21/4/2026), setelah melalui perjuangan panjang selama lebih dari dua dekade. […]

  • Wajar Tapi Palsu

    Wajar Tapi Palsu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah bilang, “Yang lebih lucu dari politik adalah orang yang menganggap politik itu serius.” Dalam konteks audit negara, barangkali yang lebih lucu dari korupsi adalah keyakinan bahwa WTP berarti pemerintah sudah beres. WTP itu sebenarnya sederhana: laporan keuangan tidak melanggar SAP. Titik. Tapi di negeri ini, WTP diperlakukan seperti air zam-zam—disiramkan ke mana-mana […]

expand_less