Breaking News
light_mode
Trending Tags

Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sinilah kita melihat bagaimana imperialisme epistemik terus bermutasi mengikuti perkembangan zaman. Jika pada abad ke-20 dominasi itu bekerja melalui teori pembangunan dan modernisasi, pada abad ke-21 ia bergerak melalui bahasa inovasi, teknologi, dan ekonomi digital.

Hal yang perlu disadari adalah bahwa pengetahuan tidak pernah benar-benar berdiri di ruang hampa. Ia selalu terkait dengan institusi, kepentingan ekonomi, dan konfigurasi kekuasaan global, Mereka yang menguasai produksi pengetahuan memiliki kemampuan untuk menentukan arah perdebatan dunia—mulai dari definisi pembangunan hingga standar teknologi masa depan.

Karena itu, kekuatan Amerika Serikat tidak semata-mata terletak pada pangkalan militernya yang tersebar di berbagai benua. Kekuatan yang jauh lebih menentukan adalah keberhasilannya memenangkan perang gagasan: meyakinkan dunia bahwa model ekonomi, teknologi, dan cara hidup mereka adalah horizon kemajuan yang paling rasional.

Dominasi militer mungkin mampu menguasai wilayah untuk sementara waktu. Namun dominasi pengetahuan mampu membentuk cara sebuah bangsa memandang dirinya sendiri. Ketika suatu masyarakat mulai mengukur kemajuannya dengan standar yang dibuat oleh luar, penaklukan sebenarnya telah terjadi—tanpa perlu satu peluru pun ditembakkan.

Karena itu, dominasi Amerika Serikat tidak bisa dijelaskan hanya melalui ukuran kekayaan atau kekuatan militernya. Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuannya membentuk horizon pemikiran global—mendefinisikan apa yang disebut kemajuan, bagaimana pembangunan seharusnya dijalankan, dan seperti apa masa depan yang dianggap rasional.

Sebab ketika suatu bangsa mulai memandang dirinya sendiri melalui kategori yang diciptakan oleh kekuatan luar artinya dia telah rela melancurkan sumberdaya nya untuk asing.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Orang yang berpikiran negatif sering menjadikan kritik sebagai serangan terhadap dirinya. Sebaliknya, orang yang berpikiran positif menjadikan kritik sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Di bulan Ramadan ini, kita diajak untuk menundukkan ego dan melatih kerendahan hati. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan kesombongan dalam diri. Termasuk kesombongan untuk merasa selalu benar […]

  • Pelantikan PMII Maros Periode 2026-2027: Teguhkan Gerakan Intelektual dan Keumatan

    Pelantikan PMII Maros Periode 2026-2027: Teguhkan Gerakan Intelektual dan Keumatan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros bersama Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Maros resmi dilantik dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengakar di Maros, Bergerak untuk Peradaban” sebagai spirit perjuangan kader PMII dalam merawat nilai, tradisi, dan […]

  • Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Gorontalo Rusli Nusi memberikan penjelasan terkait proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) yang menuai atensi publik. Dikatakan Rusli, proses SPMB sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme SPMB tahun ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi itu dijabarkan […]

  • Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Katolik di Indonesia yang jatuh pada 25 Desember 2025 merupakan momentum sarat nilai spiritual. Ia bukan sekadar peringatan kelahiran Yesus Kristus, melainkan ruang refleksi tentang kasih, perdamaian, dan kemanusiaan. Namun, Natal juga hadir dalam lanskap sosial Indonesia yang lebih luas–sebuah negeri yang tidak pernah kekurangan perayaan. Dari harlah organisasi, […]

expand_less