Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi yang telah mengaburkan pandangan spiritual seorang hamba.

Dalam ontoligi sufistik, puasa menjadi sarana perenungan hakikat diri dan melepaskan belenggu hawa nafsu, selain itu puasa merupakan sebuah benteng bagi iman seorang muslim (as-saum junnah). Dengan menahan diri dari kenikmatan yang bersifat fana, seseorang dapat menemukan jalan menuju kekayaan yang sesungguhnya, bukan berindikator materi semata tetapi pada batin,  kata Nabi SAW ‘bukanlah kekayaan itu diukur dari banyaknya harta, melainkan kekayaan yang sejati adalah kekayaan jiwa’.

Hadis di atas menyisipkan pesan bahwa kekayaan sejati bukan terletak pada akumulasi harta benda, melainkan pada ketenangan dan kedamaian batin. Dengan memahami hal ini, melalui puasa seseorang dapat membebaskan diri dari belenggu keinginan duniawi dan menemukan kebebasan batin yang hakiki. Proses inilah yang merupakan upaya untuk ‘membunuh’ segala bentuk kebergantungan pada anasir-anasir nisbi yang selama ini dianggap sebagai Tuhan dalam kehidupan.

Kebergantungan pada hal nisbi itu dibuktikan dengan realita bahwa banyak manusia lebih memilih menundukkan diri pada keinginan duniawi; harta, ambisi, dan kedudukan sering kali dijadikan sebagai tujuan utama, seolah-olah hal itu adalah pemegang kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Ironisnya, dalam pencarian tersebut, mereka justru kehilangan esensi kehidupan yang sesungguhnya, manusia menggantungkan hidupnya pada hal-hal yang sifatnya temporal dan menjauh dari Tuhan yang sesungguhnya, ‘wahai manusia! Kamulah yang membutuhkan Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji (QS. Fatir: 15).

Puasa, sebagai praktik spiritual, menawarkan alternatif dengan memfokuskan kembali manusia pada nilai-nilai batin dan hubungan yang lebih intim dengan Sang Pencipta ‘Ishq Ilahi’. Melalui kesederhanaan dan disiplin diri, individu dapat merasakan kehadiran yang lebih hakiki, tanpa harus bergantung pada harta dan kekuasaan dunia. Ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kecenderungan menuhankan hawa nafsu dalam kehidupan modern.

Dalam lensa esoterik, penyembahan terhadap keinginan duniawi merupakan sebuah ilusi yang menjerumuskan manusia ke dalam kebingungan eksistensial. Dengan berpuasa, setiap individu diajak untuk menyadari bahwa kehidupan tidak semata-mata tentang akumulasi materi, melainkan tentang pencarian makna yang lebih mendalam dan abadi.

Proses ini tidak mudah, mengingat tekanan sosial dan godaan yang terus hadir dalam setiap aspek kehidupan. Namun, dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, puasa dapat menjadi senjata ampuh untuk menghancurkan ‘tuhan-tuhan’ palsu yang selama ini menghimpit jiwa. Setiap langkah kecil menuju penyucian diri adalah bentuk revolusi batin yang mampu mengubah pandangan hidup seseorang.

Akhirnya, melalui praktik puasa, manusia diajak untuk melepaskan diri dari belenggu materialisme dan mengejar kebahagiaan sejati. Dengan ‘membunuh’ segala bentuk penyembahan terhadap ‘tuhan-tuhan’ yang sifatnya fana dan nisbi, manusia akan menemukan keindahan dari kehidupan yang harmonis, di mana kebebasan batin dan cinta kasih menjadi landasan yang mengarahkan setiap langkah menuju pencerahan epistemik-teologis. Manusia kembali kepada pada keyakinan tentang Tuhannya; Tuhan yang transenden dan imanen. Esensi proses ‘kembali’ itu ditandai dengan pemaknaan substantif tentang tujuan utama puasa yakni ‘bertakwa’.

“Hai orang-orang yang beriman

diwajibkan atas kamu berpuasa

sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu,

agar kamu bertakwa”.

-Yogyakarta, 25 Ramadhan 1446 Hijriyah

Oleh: Fanridhal Engo – (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Humas Kemenag Sulsel
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Malang,  Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Utama Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Penutupan kegiatan yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi momen membanggakan bagi Kontingen Sulawesi Selatan. Dalam ajang nasional tersebut, Sulsel berhasil meraih […]

  • LBH Papua Desak Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan dan Penangkapan Sewenang-wenang oleh Oknum Polisi

    LBH Papua Desak Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan dan Penangkapan Sewenang-wenang oleh Oknum Polisi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jayapura – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mendesak Kapolri segera memerintahkan Kapolda Papua untuk menangkap dan memproses hukum oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah hukum Polda Papua. Desakan tersebut disampaikan LBH Papua dalam siaran pers yang diterbitkan bertepatan dengan momentum […]

  • PA GMNI Haltim Apresiasi kinerja Bupati dan Mendukung Program Pemerintah Halmahera Timur 

    PA GMNI Haltim Apresiasi kinerja Bupati dan Mendukung Program Pemerintah Halmahera Timur 

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Halmahera Timur (PA GMNI Haltim) mendukung Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, bersama Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat dalam melakukan koordinasi dengan Direktorat Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Kementerian Transmigrasi. Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua PA GMNI Haltim, Mardedi Totomo pada Rabu (19/11/2025) “PA GMNI memberikan apresiasi serta mendukung kerja kerja pemerintah daerah […]

  • Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Ada satu ironi besar dalam tubuh umat Islam hari ini: kita sering berbicara tentang kemenangan, tetapi berjalan di jalan yang menjauhkannya. Kita berdoa agar umat ini kuat, namun pada saat yang sama kita sibuk memperlemah satu sama lain. Kita berharap Islam kembali berjaya, tetapi energi kita habis untuk memperdebatkan hal-hal yang sejak dahulu telah diperselisihkan […]

  • As-Salam Tenjo Berbagi Tali Sayang 500 Paket ke Guru dan Murid

    As-Salam Tenjo Berbagi Tali Sayang 500 Paket ke Guru dan Murid

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan As-Salam Terpadu Tenjo (YATT) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga besar sekolah dengan membagikan 500 paket “Tali Sayang” kepada para guru dan murid. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, yayasan, dan orang tua murid. Acara pembagian paket sembako ini […]

  • PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 501
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) secara tegas menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua, khususnya proyek food estate berskala besar di Kabupaten Merauke. Sikap tersebut merupakan rekomendasi resmi Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2026 yang berlangsung di Merauke pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Sidang MPL PGI 2026 […]

expand_less