Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa.

Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga almarhum, tetapi juga mengguncang rasa kemanusiaan kita bersama, sekaligus menimbulkan keprihatinan besar bagi dunia pendidikan,” ujar Abdul Kadir, Rabu (24/9/2025).

Dalam pernyataannya, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu menegaskan beberapa poin penting:

1. Meminta pihak berwajib melakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap pihak yang terbukti bersalah diminta diproses hukum tanpa pandang bulu dan dijatuhi hukuman seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Mendesak Universitas Negeri Gorontalo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang melibatkan aktivitas fisik berisiko tinggi. Abdul Kadir menekankan perlunya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan ketat agar keselamatan mahasiswa selalu terjamin.

3. Mengimbau semua pihak agar tidak melakukan intervensi atau pengaburan fakta dalam proses penyelidikan. “Yang terpenting adalah memastikan kebenaran terungkap apa adanya, demi tegaknya keadilan bagi almarhum dan keluarganya,” tegas Abdul Kadir.

4. Menyerukan kepada lembaga pendidikan, organisasi mahasiswa, serta masyarakat luas agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Setiap kegiatan mahasiswa, kata Abdul Kadir, seharusnya berorientasi pada penguatan kapasitas, solidaritas, dan kemanusiaan, bukan malah menjadi ancaman bagi keselamatan peserta didik.

Menurut Abdul Kadir Lawero, dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kehilangan satu nyawa mahasiswa akibat kelalaian atau kekerasan adalah kehilangan besar bagi bangsa.

“Mahasiswa adalah generasi penerus, harapan keluarga, sekaligus aset negara. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk pembenahan serius, agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi lagi,” pungkasnya.

Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu berharap almarhum Muhammad Jeksen mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 449
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tradisi Lebaran Ketupat di kawasan Kampung Jawa, Kabupaten Gorontalo, resmi dimulai dengan pelaksanaan doa Bado Ketupat yang berlangsung khidmat di Masjid Al Muttaqin, Sabtu (28/03/2026). Prosesi religius ini dihadiri langsung oleh Sofyan Puhi, didampingi Tonny S. Junus serta Sugondo Makmur. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi yang […]

  • Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah? Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, […]

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 437
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi begal disertai kekerasan terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (6/4/2026) pagi. Seorang korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial ACH (31) tengah menjemput rekannya, Yovita Haryanto, untuk […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

expand_less