Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 268
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di media sosial, yang paling ramai bukan yang paling tepat, tapi yang paling bikin emosi naik—marah, takut, atau merasa paling benar. Pengetahuan jadi seperti barang dagangan: dikemas supaya laku, bukan supaya akurat.

Akibatnya, ilmu yang seharusnya tajam dan membebaskan justru jadi jinak—aman, netral, dan akhirnya tidak banyak berguna di kehidupan nyata.

Yang lebih mengkhawatirkan, para intelektual yang seharusnya jadi penuntun arah sering kali tidak benar-benar hadir. Kampus tetap ramai, riset tetap jalan, tapi suaranya jarang terdengar jelas ketika publik sedang butuh penjelasan yang jujur. Banyak yang memilih hati-hati, sebagian terlalu dekat dengan kekuasaan, dan tidak sedikit yang akhirnya diam. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ada yang dipertaruhkan: posisi, relasi, atau akses.

Di situ masalahnya. Pengetahuan jadi kehilangan keberpihakan. Ia tidak lagi berdiri untuk membongkar realitas, tapi sering kali hanya dipakai untuk merapikan penjelasan agar sesuatu yang bermasalah terlihat masuk akal. Ada yang terlibat dalam proyek-proyek tanpa banyak bertanya dampaknya, ada yang masuk ke lingkaran birokrasi dan perlahan kehilangan jarak kritis, dan ada juga yang memilih tidak bersuara sama sekali.

Kalau kita tarik benang dari kegelisahan ini, sebenarnya ada satu hal yang sering kita lewatkan: kita ingin memahami sebuah negara hanya dari hasil akhirnya, tapi malas menyentuh fondasi ideologinya.

Padahal, sulit—kalau bukan mustahil—memahami kemajuan China tanpa masuk ke dalam cara mereka membaca dunia melalui Marxism yang mereka olah sendiri. Begitu juga, kita tidak akan benar-benar mengerti ketahanan dan keberanian Iran tanpa memahami bagaimana Syiah membentuk cara mereka melihat kekuasaan, perlawanan, dan sejarah. Masalah kita hari ini justru di situ: kita ingin menilai tanpa mau memahami.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • RDP Komisi III DPRD Sulteng Alot, PT Pantas Indomining Direkomendasikan Bayar Kompensasi dan Cabut Laporan Pidana photo_camera 2

    RDP Komisi III DPRD Sulteng Alot, PT Pantas Indomining Direkomendasikan Bayar Kompensasi dan Cabut Laporan Pidana

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Firman
    • visibility 408
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Sulteng–  Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PT Pantas Indomining berlangsung alot. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi tegas menyangkut sengketa lahan, dugaan kriminalisasi warga, hingga persoalan dokumen perizinan perusahaan. Dalam forum itu, DPRD menyoroti aktivitas pertambangan PT Pantas […]

  • MUI Gorontalo Bersilaturahmi dengan Gubernur Gusnar Ismail, Bahas Penguatan Kemitraan dan Dukungan Pembangunan

    MUI Gorontalo Bersilaturahmi dengan Gubernur Gusnar Ismail, Bahas Penguatan Kemitraan dan Dukungan Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Zulkarnain Suleman, M.H.I., bersama jajaran pengurus baru masa khidmat 2025–2030 melakukan kunjungan silaturahmi kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (13/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Prof. Zulkarnain memperkenalkan susunan kepengurusan baru MUI Gorontalo sekaligus menyampaikan sejumlah agenda penting organisasi, termasuk rencana pengukuhan pengurus […]

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Selasa (13/1/2026), bertempat di Bandhayo Lo Yiladia (BLY). Rakorev tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekretaris Daerah Ismail Madjid, serta dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan […]

  • Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menyampaikan bahwa bulan Sya’ban merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, baik dari sisi fisik, spiritual, maupun finansial. Hal tersebut disampaikan Kiai Miftah saat ditemui MUI Digital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, persiapan […]

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

expand_less