Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

China sering dipuji karena pertumbuhan ekonominya, infrastrukturnya, atau kemampuan teknologinya. Tapi semua itu bukan berdiri di ruang hampa. Ada kerangka berpikir yang menopangnya. Di sana, Partai Komunis Tiongkok tidak sekadar menjadikan Marxisme sebagai slogan, tapi sebagai alat baca realitas—yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi mereka sendiri, atau yang dikenal sebagai “socialism with Chinese characteristics”.

Artinya sederhana: mereka tidak memperlakukan ideologi sebagai dokumen mati, tapi sebagai alat kerja. Bahkan ketika mereka membuka pasar dan bermain dalam logika kapitalisme global, itu tetap dibingkai sebagai strategi dalam tahap pembangunan sosialisme mereka. Kita boleh setuju atau tidak, tapi di sana ada konsistensi antara pengetahuan, ideologi, dan kebijakan.

Bandingkan dengan kita. Di sini, pengetahuan sering berhenti di ruang seminar. Ia tidak benar-benar menjadi fondasi kebijakan, apalagi menjadi sikap politik. Intelektual bicara teori, negara jalan dengan logika sendiri. Keduanya tidak bertemu.

Hal yang sama bisa dilihat pada Iran. Banyak orang melihatnya hanya dari konflik geopolitik atau ketegangannya dengan Barat. Tapi kalau tidak memahami Syiah sebagai basis spiritual dan politik, kita akan kehilangan inti ceritanya. Dalam tradisi Syiah, ada narasi panjang tentang ketertindasan, pengorbanan, dan perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap zalim. Itu bukan sekadar ajaran agama, tapi menjadi energi sosial dan politik yang nyata.

Dari situlah lahir daya tahan mereka—baik dalam menghadapi sanksi, tekanan internasional, maupun konflik internal. Negara itu tidak hanya berjalan dengan kalkulasi rasional, tapi juga dengan keyakinan yang hidup di masyarakatnya. Kita bisa melihat kontras yang cukup menyedihkan untuk indonesia kita, China punya ideologi yang terus diolah. Iran punya keyakinan yang terus dihidupkan. Sementara kita? Pengetahuan sering kali kehilangan keberanian untuk menjadi dasar sikap. Ia rapi di atas kertas, tapi ragu ketika harus berdiri di dunia nyata.

Fenomena ini agaknya memang akibat mandulnya keberpihakan intelektual. Karena ketika pengetahuan tidak punya keberanian untuk menjadi fondasi—baik dalam kebijakan maupun dalam keberpihakan moral—ia akan mudah tergelincir menjadi alat legitimasi. Ia bisa dipakai untuk membenarkan apa saja, selama cukup rapi secara argumen.

Akhirnya, kita jadi bangsa yang gemar mengomentari negara lain, tapi enggan membedah diri sendiri. Kita kagum pada hasil, tapi alergi pada proses. Kita ingin kemajuan, tapi tidak siap berhadapan dengan konsekuensi ideologisnya.

Padahal pelajarannya sederhana, meski tidak mudah dijalankan: tidak ada kemajuan yang lahir dari kekosongan gagasan. Dan selama pengetahuan kita terus netral, terus aman, dan terus menjaga jarak dari realitas—maka ia tidak akan pernah benar-benar menjadi kekuatan. Ia hanya akan jadi penonton, sementara arah sejarah ditentukan oleh mereka yang berani berpikir sekaligus berpihak.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Di sela kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak Kamis malam untuk mendampingi pemerintah daerah, sesuai arahan Prabowo Subianto. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam merespons bencana. Hingga Jumat (3/4), BNPB mencatat satu korban jiwa dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan […]

  • Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

    Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Perdebatan semacam ini sebenarnya sehat. Ia menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli pada arah republik. Namun ia juga memperlihatkan satu kenyataan, bahwa kepercayaan publik tidak lagi otomatis lahir dari proses demokratisasi, sebab didalamnya kita kehilangan amanah. Padahal Republik ini berkali-kali diingatkan bahwa amanah bisa runtuh oleh hal-hal yang sangat banal: keserakahan. Kita masih ingat bagaimana bantuan […]

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Selain itu, tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) menambah kompleksitas permasalahan. Dana dalam jumlah besar justru mengendap tanpa pemanfaatan optimal, sementara kebutuhan masyarakat di lapangan masih sangat mendesak. Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan serta pelaksanaan anggaran. Pemerintah daerah tampak lebih aktif dalam mengajukan tambahan dana dibandingkan memastikan implementasi program berjalan efektif. Di sisi […]

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

  • UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui publikasi internasional yang berhasil diraih oleh mahasiswa dalam forum akademik bereputasi global. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa mahasiswa Akuntansi UNUSIA telah mampu bersaing dalam lanskap ilmiah internasional sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan akademik yang sistematis, terukur, dan visioner. Ketua Program Studi Akuntansi […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

expand_less