Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 250
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

China sering dipuji karena pertumbuhan ekonominya, infrastrukturnya, atau kemampuan teknologinya. Tapi semua itu bukan berdiri di ruang hampa. Ada kerangka berpikir yang menopangnya. Di sana, Partai Komunis Tiongkok tidak sekadar menjadikan Marxisme sebagai slogan, tapi sebagai alat baca realitas—yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi mereka sendiri, atau yang dikenal sebagai “socialism with Chinese characteristics”.

Artinya sederhana: mereka tidak memperlakukan ideologi sebagai dokumen mati, tapi sebagai alat kerja. Bahkan ketika mereka membuka pasar dan bermain dalam logika kapitalisme global, itu tetap dibingkai sebagai strategi dalam tahap pembangunan sosialisme mereka. Kita boleh setuju atau tidak, tapi di sana ada konsistensi antara pengetahuan, ideologi, dan kebijakan.

Bandingkan dengan kita. Di sini, pengetahuan sering berhenti di ruang seminar. Ia tidak benar-benar menjadi fondasi kebijakan, apalagi menjadi sikap politik. Intelektual bicara teori, negara jalan dengan logika sendiri. Keduanya tidak bertemu.

Hal yang sama bisa dilihat pada Iran. Banyak orang melihatnya hanya dari konflik geopolitik atau ketegangannya dengan Barat. Tapi kalau tidak memahami Syiah sebagai basis spiritual dan politik, kita akan kehilangan inti ceritanya. Dalam tradisi Syiah, ada narasi panjang tentang ketertindasan, pengorbanan, dan perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap zalim. Itu bukan sekadar ajaran agama, tapi menjadi energi sosial dan politik yang nyata.

Dari situlah lahir daya tahan mereka—baik dalam menghadapi sanksi, tekanan internasional, maupun konflik internal. Negara itu tidak hanya berjalan dengan kalkulasi rasional, tapi juga dengan keyakinan yang hidup di masyarakatnya. Kita bisa melihat kontras yang cukup menyedihkan untuk indonesia kita, China punya ideologi yang terus diolah. Iran punya keyakinan yang terus dihidupkan. Sementara kita? Pengetahuan sering kali kehilangan keberanian untuk menjadi dasar sikap. Ia rapi di atas kertas, tapi ragu ketika harus berdiri di dunia nyata.

Fenomena ini agaknya memang akibat mandulnya keberpihakan intelektual. Karena ketika pengetahuan tidak punya keberanian untuk menjadi fondasi—baik dalam kebijakan maupun dalam keberpihakan moral—ia akan mudah tergelincir menjadi alat legitimasi. Ia bisa dipakai untuk membenarkan apa saja, selama cukup rapi secara argumen.

Akhirnya, kita jadi bangsa yang gemar mengomentari negara lain, tapi enggan membedah diri sendiri. Kita kagum pada hasil, tapi alergi pada proses. Kita ingin kemajuan, tapi tidak siap berhadapan dengan konsekuensi ideologisnya.

Padahal pelajarannya sederhana, meski tidak mudah dijalankan: tidak ada kemajuan yang lahir dari kekosongan gagasan. Dan selama pengetahuan kita terus netral, terus aman, dan terus menjaga jarak dari realitas—maka ia tidak akan pernah benar-benar menjadi kekuatan. Ia hanya akan jadi penonton, sementara arah sejarah ditentukan oleh mereka yang berani berpikir sekaligus berpihak.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

  • PMII Kota Gorontalo dan SMPN 2 Satap Bulango Ulu Gelar Peringatan Hari Pramuka dan HUT RI ke-80 di Mongiilo Utara

    PMII Kota Gorontalo dan SMPN 2 Satap Bulango Ulu Gelar Peringatan Hari Pramuka dan HUT RI ke-80 di Mongiilo Utara

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Dalam semangat memperkuat nilai solidaritas dan nasionalisme, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Gorontalo bekerja sama dengan SMP Negeri 2 Satap Bulango Ulu menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi, dengan […]

  • Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Saat ini di kancah global kita menyaksikan dinamika perang dagang antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana kebijakan proteksionis dan persaingan sengit mewarnai hubungan ekonomi. Di tingkat regional, dinamika serupa tampaknya terjadi dalam hubungan antara Gorontalo dan Bank SulutGo (BSG). Isu keputusan Gorontalo untuk mempertimbangkan keluar dari struktur pemegang saham BSG dan […]

  • Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes

    Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ratusan siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis, Selasa (10/2/2026). Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa dirawat di RSUD Sidikalang, UPT Puskesmas Hutarakyat, serta Klinik Katolik. Informasi yang dihimpun […]

  • Ronaldo ke Indonesia Bukan di Undang PSSI, Lantas Siapa?

    Ronaldo ke Indonesia Bukan di Undang PSSI, Lantas Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Megabintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, menerima keputusan nekat timnya sebelum persiapan ke Indonesia. Kabar kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia diiringi dengan kontroversi Al Nassr. Cristiano Ronaldo dikabarkan akan tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk kegiatan sosial. Ia diundang oleh Dr. Susi Marya Kapitana selaku pemimpin Yayasan Graha Kasih. Rencananya, mantan bintang Real Madrid […]

  • Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Ada satu hal yang terus bergaung dalam kepala saya belakangan ini: bahwa hidup ini, pada akhirnya, hanyalah sebuah permainan antara apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak. Saya menemukannya pertama kali dalam ajaran Stoikisme—tepatnya dalam gagasan dichotomy of control. Tapi kemudian, saya merasa ada sesuatu yang kurang. Ada lubang kecil dalam kebijaksanaan besar ini, […]

expand_less