Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 278
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

China sering dipuji karena pertumbuhan ekonominya, infrastrukturnya, atau kemampuan teknologinya. Tapi semua itu bukan berdiri di ruang hampa. Ada kerangka berpikir yang menopangnya. Di sana, Partai Komunis Tiongkok tidak sekadar menjadikan Marxisme sebagai slogan, tapi sebagai alat baca realitas—yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi mereka sendiri, atau yang dikenal sebagai “socialism with Chinese characteristics”.

Artinya sederhana: mereka tidak memperlakukan ideologi sebagai dokumen mati, tapi sebagai alat kerja. Bahkan ketika mereka membuka pasar dan bermain dalam logika kapitalisme global, itu tetap dibingkai sebagai strategi dalam tahap pembangunan sosialisme mereka. Kita boleh setuju atau tidak, tapi di sana ada konsistensi antara pengetahuan, ideologi, dan kebijakan.

Bandingkan dengan kita. Di sini, pengetahuan sering berhenti di ruang seminar. Ia tidak benar-benar menjadi fondasi kebijakan, apalagi menjadi sikap politik. Intelektual bicara teori, negara jalan dengan logika sendiri. Keduanya tidak bertemu.

Hal yang sama bisa dilihat pada Iran. Banyak orang melihatnya hanya dari konflik geopolitik atau ketegangannya dengan Barat. Tapi kalau tidak memahami Syiah sebagai basis spiritual dan politik, kita akan kehilangan inti ceritanya. Dalam tradisi Syiah, ada narasi panjang tentang ketertindasan, pengorbanan, dan perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap zalim. Itu bukan sekadar ajaran agama, tapi menjadi energi sosial dan politik yang nyata.

Dari situlah lahir daya tahan mereka—baik dalam menghadapi sanksi, tekanan internasional, maupun konflik internal. Negara itu tidak hanya berjalan dengan kalkulasi rasional, tapi juga dengan keyakinan yang hidup di masyarakatnya. Kita bisa melihat kontras yang cukup menyedihkan untuk indonesia kita, China punya ideologi yang terus diolah. Iran punya keyakinan yang terus dihidupkan. Sementara kita? Pengetahuan sering kali kehilangan keberanian untuk menjadi dasar sikap. Ia rapi di atas kertas, tapi ragu ketika harus berdiri di dunia nyata.

Fenomena ini agaknya memang akibat mandulnya keberpihakan intelektual. Karena ketika pengetahuan tidak punya keberanian untuk menjadi fondasi—baik dalam kebijakan maupun dalam keberpihakan moral—ia akan mudah tergelincir menjadi alat legitimasi. Ia bisa dipakai untuk membenarkan apa saja, selama cukup rapi secara argumen.

Akhirnya, kita jadi bangsa yang gemar mengomentari negara lain, tapi enggan membedah diri sendiri. Kita kagum pada hasil, tapi alergi pada proses. Kita ingin kemajuan, tapi tidak siap berhadapan dengan konsekuensi ideologisnya.

Padahal pelajarannya sederhana, meski tidak mudah dijalankan: tidak ada kemajuan yang lahir dari kekosongan gagasan. Dan selama pengetahuan kita terus netral, terus aman, dan terus menjaga jarak dari realitas—maka ia tidak akan pernah benar-benar menjadi kekuatan. Ia hanya akan jadi penonton, sementara arah sejarah ditentukan oleh mereka yang berani berpikir sekaligus berpihak.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Instruksi Bupati Maros melalui Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan. Di UPTD SDN 66 Kanjitongan, Kabupaten Maros, sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi anak-anak mereka saat penerimaan laporan hasil belajar (rapor), Sabtu (20/12/2025). Kehadiran para ayah tersebut menjadi bentuk nyata tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Maros yang […]

  • Pegadaian Kantor Wilayah IX Perkuat Sinergi Bank Sampah Lewat Konsolidasi FORSEPSI 2025

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Perkuat Sinergi Bank Sampah Lewat Konsolidasi FORSEPSI 2025

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 bersama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) menggelar kegiatan Konsolidasi Offline Bank Sampah pada Kamis (7/8), sebagai langkah penguatan sinergi dan evaluasi program lingkungan berbasis komunitas. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan koordinasi antar Bank Sampah binaan Pegadaian. Dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, […]

  • Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional. Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran […]

  • Harga BBM Melonjak, Nelayan Berhenti Melaut dan Ketahanan Pangan Terancam

    Harga BBM Melonjak, Nelayan Berhenti Melaut dan Ketahanan Pangan Terancam

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Menurut Politisi Fraksi PKB itu, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan para nelayan, tetapi juga merembet ke sektor hilir. Aktivitas pelelangan ikan dilaporkan ikut terhenti akibat minimnya hasil tangkapan. “Dampaknya sangat nyata. Nelayan menjerit, masyarakat umum kesulitan memperoleh ikan dan hasil laut yang mereka butuhkan. Akhirnya kemiskinan pun bertambah,” katanya. Daniel menjelaskan, berhentinya aktivitas melaut […]

  • Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gorontalo meresmikan kepengurusan baru periode 2022–2027. Advokat Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC setelah dilantik dalam sebuah upacara yang dipenuhi kekhidmatan di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Selasa (02/12/2025). Momentum pelantikan ini merupakan perayaan regenerasi profesi hukum di […]

  • Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muh. Ersyad Mamonto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kaligrafi atau dalam Islam biasa dikenal dengan istilah al-khat mempunyai makna yang serupa di antara kedua istilah tersebut yaitu “tulisan indah”. Kaligrafi sangat erat dengan peradaban dunia Islam, selain memang sebagai produk budaya yang digunakan dalam pembakuan mushaf Qur’an, juga adanya pandangan ikonoklasme dalam Islam sehingga menempatkan kaligrafi sebagai sentrum seninya seni rupa Islam. Ikonoklasme […]

expand_less