Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

  • account_circle Zaenuddin Endy
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 239
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap

Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; ia menjadi penggerak ideologis, kultural, dan spiritual dalam membangun tradisi keagamaan NU di tengah masyarakat Sidrap yang kala itu masih kuat dengan tradisi lokal, tarekat, hingga pengaruh aliran-aliran modernisme keagamaan.

Pada pertengahan abad ke-20, Sidrap (Sidenreng Rappang) dikenal sebagai wilayah agraris yang sangat kuat menjaga nilai adat, ikatan kekerabatan, dan kewibawaan ulama. Penyebaran paham Aswaja, khususnya dalam bingkai NU, menuntut pendekatan yang bijak, sabar, dan memahami akar tradisi masyarakat setempat. Di titik inilah ketokohan KH. Abd. Muin Yusuf menemukan relevansinya. Latar belakang pendidikan pesantren berbasis kitab kuning dan tarekat menjadikan dakwahnya kaya akan nilai tasamuh (toleransi) dan tawazun (keseimbangan).

Mendirikan NU Sidrap: Dari Masjid ke Organisasi

KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar ulama biasa. Ia sadar betul bahwa organisasi adalah alat penting dalam menjaga dan merawat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan jejaring luas bersama tokoh-tokoh NU di Makassar, Parepare, Bone, dan Wajo, ia mulai memikirkan pentingnya membangun struktur resmi NU di Sidrap. Pada dekade 1960-an, ia memprakarsai berdirinya NU Cabang Sidrap sebagai wadah konsolidasi kiai kampung, ulama pesantren, dan tokoh agama untuk menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang inklusif dan ramah tradisi.

Selain menguatkan NU secara struktural, KH. Abd. Muin Yusuf juga aktif mengajarkan kitab-kitab klasik seperti Tafsir Jalalain, Fathul Mu’in, Al-Hikam, dan karya-karya Imam Al-Ghazali. Ia rutin menghidupkan pengajian-pengajian di masjid, langgar, hingga pesantren kecil binaannya. Dari sinilah lahir generasi kiai muda yang kelak meneruskan perjuangannya menjaga dakwah Aswaja.

Jejaring Ulama dan Penguatan Aswaja di Sulawesi Selatan

Dalam membangun NU di Sidrap, KH. Abd. Muin Yusuf menjalin hubungan erat dengan ulama-ulama penting NU Sulawesi Selatan. Ia dikenal dekat dengan tokoh-tokoh seperti KH. Muhammad Ramli, KH. Djamaluddin Assegaf, KH. Syaifuddin, dan lainnya yang kala itu menjadi rujukan keilmuan dan organisatoris NU. Jejaring ini bukan sekadar memperkuat dukungan moral, tapi juga memberikan legitimasi kuat bagi NU Sidrap dalam peta pergerakan NU di Sulawesi Selatan.

Warisan terbesarnya bukan semata organisasi, tapi nilai-nilai wasathiyah (moderasi), mahabbah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) yang ia tanamkan dalam kehidupan masyarakat. NU bagi KH. Abd. Muin Yusuf bukan soal kepengurusan, tapi soal menjaga hati umat tetap dalam orbit kecintaan kepada Allah, Rasulullah, dan ulama.

Dari Pesantren hingga Tafsir Bugis: Kiprah Keilmuan yang Langka

KH. Abdul Muin Yusuf lahir di Rappang, 21 Mei 1920. Sejak kecil, ia tekun menuntut ilmu di Inlandsche School, lalu melanjutkan ke Madrasah Ainur Rafieq, dan kemudian memperdalam ilmu agama di Madrasah Arabiyah Islamiyah Sengkang di bawah bimbingan Anregurutta Muhammad As’ad, ulama besar Sulawesi Selatan.

Pada April 1974, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqa di Benteng Sidrap, yang dikenal sebagai pesantren pertama di kabupaten tersebut. Melalui pesantren ini, ia mencetak generasi baru yang kokoh dalam tradisi Aswaja dan berakar kuat pada keislaman rahmatan lil alamin.

Salah satu karya monumental KH. Abd. Muin Yusuf adalah penyusunan tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Bugis berjudul Tafsere Akorang Ma’basa Ogi. Karya ini disusun selama delapan tahun, mencakup 30 juz, dan menjadi karya langka yang menggabungkan keilmuan tafsir klasik dengan pendekatan kultural Bugis. Di sini, ia membuktikan bahwa dakwah dapat berjalan harmonis bersama budaya lokal.

Ungkapan yang terkenal darinya, “accemali‑maliko naekiyaa aja numali” (“ikut arus namun terbawa arus”), mencerminkan kearifannya dalam menghadapi tekanan sosial-politik tanpa kehilangan prinsip keilmuan dan keteguhan dakwah. Ia lebih memilih merawat umat daripada larut dalam pusaran konflik kekuasaan.

Kiai yang Membumi, Dakwah yang Menyejukkan

KH. Abd. Muin Yusuf dikenal sebagai sosok kiai yang dekat dengan masyarakat, lembut dalam tutur kata, dan sederhana dalam menyampaikan pesan agama. Ia tidak berbicara untuk didengar, melainkan untuk dipahami. Ia tidak tampil untuk dipuja, tetapi untuk melayani umat. Tak heran, hingga wafatnya pada 23 Juni 2004, haul beliau masih rutin diperingati oleh ribuan santri dan masyarakat luas.

Jejak KH. Abd. Muin Yusuf membuktikan bahwa NU di Sidrap bukan gerakan dari luar, melainkan tumbuh dari dalam: dari masjid, pesantren, dan dialek Bugis. NU hadir sebagai perpanjangan kearifan lokal, bukan penghapusnya. Ia menjadi penjaga tradisi, perawat sosial, dan perekat bangsa tanpa kehilangan identitas budaya.

Warisan Abadi: Bukan Gedung, tapi Nilai

Warisan KH. Abd. Muin Yusuf bukan sekadar bangunan fisik atau lembaga organisasi, tapi nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, ketekunan, dan keteguhan menjaga kebenaran. Warisan ini hidup dalam ingatan kolektif umat yang rindu akan dakwah yang menyejukkan, ajaran yang membebaskan, dan ilmu yang mencerahkan.

Generasi muda NU Sidrap hari ini memikul tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para Anregurutta. Tugas mereka bukan hanya mempertahankan nama NU, tetapi meneruskan ruh perjuangan: ilmu, akhlak, dan pengabdian. Menelusuri jejak beliau bukan sekadar mengenang sejarah, tapi membaca peta masa depan.

NU Sidrap tak akan besar karena struktur semata, tetapi karena ruh dan nilai yang diwariskan. Itulah suluh dalam gelap, tonggak dalam arus, dan mata air di tengah dahaga zaman.

Penulis: Zaenuddin Endy
(Koordinator Instruktur PKPNU Sulawesi Selatan)

  • Penulis: Zaenuddin Endy
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Gantikan Listyo Sigit, Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri

    Gantikan Listyo Sigit, Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, sementara Wahyu Hadiningrat menggantikan Komjen […]

  • Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Hari Arafah bukan hanya momentum agung dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyimpan pelajaran besar tentang kemanusiaan, persaudaraan, dan pembangunan peradaban. Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami makna Arafah sebagai ruang muhasabah diri sekaligus refleksi sosial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kesetaraan, persatuan, serta pentingnya spiritualitas dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi pesan utama […]

  • PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondilon.com, Maros – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menggelar rapat evaluasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) per 26 November 2025. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, digelar di ruang rapatnya, Senin (1/12/2025), dan memaparkan capaian terkini realisasi PBB-P2 di 14 kecamatan. Hingga akhir November, realisasi penerimaan PBB-P2 Maros […]

  • Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle  Fadli Bina
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Mengonsumsi bukan lagi soal pemenuhan kebutuhan melainkan hanya soal hasrat agar tetap eksis. Dewasa ini mengonsumsi sepertinya merupakan hal yang mesti dilakukan agar kita dianggap tetap ada. Karena dalam budaya konsumtif nilai seseorang tidak diukur lagi dari kualitas pengetahuannya melainkan dari apa yang ia konsumsi. Hal ini juga terjadi dalam mengkonsumsi makananan. Meski kita tidak […]

  • Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah terus memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang kian kompleks. Melalui pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Presiden indonesia president 2024 menegaskan pentingnya kesatuan sikap serta kesiapsiagaan nasional demi menjaga stabilitas dan keamanan negara, Selasa (3/3/2026). Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa […]

expand_less