Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan Yang Robek

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 254
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Asrul G.H. Lasapa – (Pegiat Dakwah Gorontalo)

Puasa merupakan kawah candradimuka yang menjadi tempat melatih dan menggembleng seseorang agar memiliki mental spiritual yang agung dan mulia.

Ritual puasa tidak hanya sekedar penampakan simbolitas permukaan yang nyata berupa tidak makan, minum dan hubungan seksual semata, tetapi puasa adalah kemampuan pengendalian jiwa dari keterpurukan emosional.

Banyak definisi yang dikemukakan oleh para Psikolog tentang emosi. Tapi pada intinya emosi dipahami sebagai suatu perasaan yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau orang tertentu.

Kecenderungan emosi sangat tergantung dengan situasi batin seseorang. Emosi yang muncul dari positive thinking melahirkan rasa cinta, kasih, simpati dan empati. Sebaliknya, emosi yang muncul dari negative thinking akan melahirkan rasa curiga, marah dan benci.

Problematika kejiwaan yang paling sulit dirasakan oleh setiap orang adalah kemampuannya memproteksi diri dari emosi negatif yang berpotensi besar merusak batin dan bahkan berpotensi merusak diri sendiri dan orang lain.

Ada sebuah pernyataan yang sering disampaikan orang bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi akan melahirkan penyesalan yang tiada akhir. Benar. Memang begitu realitanya.

Luapan emosi negatif akan dialami oleh siapa saja. Emosi tidak memandang kasta. Anak, orang tua, guru, murid, para buruh, rakyat, bawahan, majikan, pimpinan, orang awam, tidak terkecuali orang alim sekalipun disasar oleh sifat kejiwaan yang buruk ini. Dalam riwayat keislaman, sosok pribadi sekelas Abubakar Ashiddiq yang dikenal dengan kelembutan dan keteduhan jiwanya pernah melampiaskan amarahnya yang sangat besar ketika beliau dicaci oleh seseorang yang menyebabkan Nabi SAW menghindar dan menjauh darinya.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, puasa menjadi momen penting menguji ketahanan jiwa dalam mengendalikan emosi. Seorang yang tempramental alias sumbu pendek akan menjadi pribadi yang memiliki kendali diri yang benar-benar teruji jika selama sebulan puasa tidak ada sama sekali luapan ataupun hanya sekedar letupan emosi terhadap kondisi sekitarnya. Sukses sebulan penuh mengendalikan emosi atau melewati hari-hari puasa tanpa marah menjadi bagian terpenting bagi kualitas nilai Ramadhan yang dijalani.

Secara pribadi saya memiliki pengalaman pahit sepahit empedu dalam hal pengendalian emosi ini. Saya biasa dipanggil Pak Haji atau Pak Ustadz, bahkan terkadang dipanggil Pak Kiyai. Gelar kehormatan yang diberi oleh masyarakat ini memiliki konsekuensi yang sangat berat. Pribadi yang dipanggil haji, ustadz dan kiyai dianggap telah memiliki semua atribut lahir batin dalam wilayah agama. Pribadinya menjadi barometer kemampuan dan kekuatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama. Ternyata status mulia pemberian masyarakat ini tidak kemudian membuat saya menjadi pribadi yang paripurna yang semestinya menjadi teladan yang baik.

Di saat seharusnya saya mempraktikkan hidup di Ramadhan tanpa marah dan di saat saya harus menyampaikan nasehat tentang puasa sebagai wadah pengendalian emosi, malahan saya yang terperangkap dalam emosi yang tidak terkendali.

Hari itu, di saat puasa telah berada di puncak hari, saya melampiaskan emosi dengan mengungkapkan kata-kata kemarahan kepada seseorang sebagai bentuk ketidaksukaan atas situasi yang terjadi. Tidak penting mengisahkan peristiwanya, karena intinya adalah marah besar di saat puasa.

Padahal saya sudah berkomitmen untuk tidak marah sedikit pun dalam hal apa pun dan dalam situasi apa pun selama Ramadhan. Ternyata saya gagal 1000%. Target menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu menjadi sebuah impian yang belum bisa diwujudkan. Entahlah jika Tuhan masih mengizinkan untuk mendapatkan bulan mulia ini pada tahun yang akan datang. Hanya bisa berharap lewat doa.

Setelah melampiaskan kemarahan dan kembali ke ruang kerja. Seluruh badan terasa lemah, persendian rasanya putus semua. Ada penyesalan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ingin rasanya memutar waktu untuk mensetting kembali peristiwa yang dijalani. Dalam batin ini ada “rasa” tidak khusyu’ lagi menjalani rutinitas amaliah Ramadhan karena selalu dibayangi oleh setitik noda yang ditorehkan di momen termulia ini.

Saya membayangkan bahwa hari itu para pembesar setan datang dari lapisan bumi paling dalam atau dari petala langit terjauh yang ditugaskan khusus membawa misi merasuk dan merusak hati seorang haji, Ustadz, Kiyai yang tidak pantas dipanggil kiyai dan memang tidak pantas.

Hari ini, kertas putih Ramadhan yang yang berisikan tulisan indah keimanan, pengabdian, dan keikhlasan itu telah robek di bagian sudutnya atau di bagian tengahnya dengan robekan yang merusak kebeningan warnanya. Hari ini Ramadhan saya benar-benar cacat.

Satu hal lagi yang saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri adalah saya telah memiliki andil besar dalam merobek Ramadhan orang lain yang telah dia jaga berhari-hari. 😭

Astaghfirullahal ‘Azhiim

Gorontalo, 04 Ramadhan 1446 H / 04 Maret 2025 M

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo. Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A. Komponen ini meliputi atraksi […]

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros, Majannang — Harapan warga Desa Majannang untuk menikmati akses air bersih kembali pupus. Bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibiayai APBD Tahun 2023 roboh pada Minggu malam, 7 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Ironisnya, fasilitas ini runtuh sebelum satu tetes air pun mengalir ke rumah warga. Peristiwa […]

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 128
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

  • Harga BBM Nonsubsidi Kompak Naik, Pertamax hingga BP 92 Kini Tembus Rp16 Ribuan per Liter

    Harga BBM Nonsubsidi Kompak Naik, Pertamax hingga BP 92 Kini Tembus Rp16 Ribuan per Liter

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian. Mulai 10 Juni 2026, tidak hanya SPBU Pertamina yang menaikkan harga jual BBM, tetapi juga sejumlah operator SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo. Sebelumnya, Pertamina mengumumkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Penyesuaian tersebut kemudian diikuti oleh operator swasta, sehingga harga BBM nonsubsidi […]

expand_less